Sudah Resmi, Raul Fernandez Malah Sinyalir Ogah ke MotoGP Bareng Tech 3 KTM

Anindhya Danartikanya | 8 Agustus 2021, 08:54
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo/Ajo.fi
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo/Ajo.fi

Bola.net - Kontroversi melingkupi KTM di sela seri kandang mereka, MotoGP Styria, di Red Bull Ring, Austria, Sabtu (8/8/2021) akibat kecaman dari Danilo Petrucci dan Iker Lecuona, serta keluhan dari Raul Fernandez. Hal ini justru terjadi saat mereka harusnya bahagia usai mengumumkan naiknya Fernandez ke kelas para raja pada 2022 bersama Tech 3 KTM Factory Racing.


Fernandez memang sudah jadi incaran tim-tim MotoGP sejak masih turun di Moto3 2020 bersama Red Bull KTM Ajo berkat performanya yang apik. Ia pun menggebrak sebagai debutan Moto2 tahun ini dengan tim yang sama, menjadi ancaman terdekat sang tandem, Remy Gardner, dalam perebutan gelar dunia.

Performa ini membuat Fernandez dilirik oleh Petronas Yamaha SRT, yang tahun depan kehilangan Valentino Rossi karena pensiun dan Franco Morbidelli yang dipindahkan ke Monster Energy Yamaha akibat hengkangnya Maverick Vinales. Petronas SRT meyakini Raul Fernandez adalah rider muda yang tepat untuk mereka.

Meski begitu, demi mendapatkan Fernandez, Petronas SRT harus 'membeli' kontraknya dari KTM seharga 500 ribu euro atau Rp8,5 miliar. Namun, gosip negosiasi ini mereda di Belanda pada akhir Juni lalu, saat Fernandez mengaku kepada MotoGP.com bahwa ia '99% bertahan di Moto2 pada 2022' dengan KTM Ajo.

1 dari 2 halaman

Pemilihan Waktu Dirasa Tak Menghormati

Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Danilo Petrucci (c) KTM Images/Philip Platzer

Satu bulan kemudian, yakni di sela sesi latihan keempat (FP4) MotoGP Styria, Sabtu (8/8/2021), tahu-tahu KTM mengumumkan Fernandez naik ke MotoGP 2022 bersama Tech 3. Usai seluruh sesi selesai digelar, KTM pun dapat kecaman dari dua rider Tech 3 saat ini, Petrucci dan Lecuona, yang merasa tak dihargai akibat pemilihan waktu KTM dalam mengumumkan kontrak Fernandez.

Keduanya meyakini Fernandez memang layak mendapatkan tempat di Tech 3, namun menyebut KTM melakukan tindakan tak terhormat karena pengumuman itu dirilis tanpa pemberitahuan resmi bahwa kontrak mereka takkan diperpanjang. Petrucci dan Lecuona juga sebal pengumuman itu dirilis saat mereka masih berada di lintasan untuk menjalani sesi FP4.

"Rasanya tak tepat, meski saya sudah rapat dengan Herve (Poncharal), Pit (Beirer), dan Mike (Leitner) soal situasi ini. Mereka bilang mereka mengumumkannya karena ini hal yang sudah diketahui dan dibicarakan publik. Justru karena itulah saya rasa harusnya mereka memberi tahu Danilo dan saya lebih dulu sebelum pekan balap berlangsung," tutur Lecuona via Todo Circuito.

Petrucci melontarkan komentar senada. "Harusnya hari ini mereka bisa menunggu beberapa jam lebih dulu. Saya ingin tertawa melihat beberapa orang berpura-pura tak ada yang terjadi beberapa hari belakangan. Harusnya mereka memberi tahu kami 2-3 pekan lalu. Kami sudah rapat usai kualifikasi, tapi faktanya mereka mendepak saya bahkan saat saya masih pakai baju balap," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Raul Fernandez Justru Sebut Kontraknya 'Kesalahan'

Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo/Ajo.fi

Selain dapat kecaman dari Petrucci dan Lecuona, KTM anehnya juga dapat keluhan dari Fernandez sendiri. Usai sesi kualifikasi Moto2, Fernandez bertemu dengan DAZN dan menolak membicarakan masa depannya di MotoGP 2022 bersama Tech 3 KTM. Ia bahkan mengatakan pengumuman tersebut merupakan sebuah kesalahan, mengingat ia ingin bertahan di Moto2 tahun depan.

"Saya tak mau bicara soal masa depan, saya rasa ini kesalahan. Kini saya ingin fokus pada Moto2, yakni hal paling penting saat ini," tuturnya. Ketika ditanya soal mengapa dirinya batal bertahan di Moto2, rider 20 tahun ini sekadar menjawab, "Begitulah hidup. Apakah tahun depan saya akan berada di tempat yang saya inginkan? Tidak. Mari kita akhiri saja sampai di situ."

Todo Circuito juga melaporkan bahwa manajer Fernandez, Jordi Arilla, sempat bertemu perwakilan Petronas SRT di sebuah restoran di Austria pada Sabtu, yang diduga membuat KTM kalut hingga ingin langsung mengumumkan kontrak Fernandez, hanya beberapa jam usai kabar tersebut beredar.

Tindakan KTM ini diduga juga didorong oleh peristiwa Jorge Martin tahun lalu, di mana mereka ingin juara dunia Moto3 itu bertahan di Moto2 setahun lagi. Namun, Martin justru memilih naik ke MotoGP 2021 bersama Pramac Racing dan Ducati. Akibat keputusannya ini, Martin juga diwajibkan membayar denda tinggi kepada KTM.

Sumber: DAZN, Todo Circuito

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR