BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Sepak Terjang Indonesia di Balap Motor Internasional

20-11-2017 13:05 | Anindhya Danartikanya

Galang Hendra Pratama (c) Motoxracing
Galang Hendra Pratama (c) Motoxracing

Bola.net - Tahun ini bisa dibilang merupakan tahun yang baik bagi dunia balap motor Indonesia di kancah internasional. Dari kemenangan sensasional di WorldSSP300 sampai debut salah satu rider kebanggaan di Moto2.

Terhitung ada lima rider yang membawa-bawa nama Indonesia di kejuaraan balap motor tingkat mancanegara. Ingin tahu cerita lebih lengkap soal sepak terjang rider-rider ini di balap motor dunia? Simak ulasan dari Tim Bola.net berikut.

Galang Hendra Pratama

Nama Galang mulai terdengar di dunia balap motor internasional usai masuk seleksi program junior Yamaha Motor Racing, The Master Camp di Motor Ranch, Tavullia, Italia bersama VR46 Riders Academy besutan Valentino Rossi. Ia pun mendapat beberapa fasilitas wildcard di WorldSSP300, yakni kelas balap pendukung WorldSBK.

Gagal finis di Seri Portimao Portugal, rider berusia 18 tahun ini pun tampil menggila di Seri Jerez, Spanyol pada pertengahan Oktober. Membela Team Motoxracing di atas YZF-R3, ia start dari posisi kedelapan, dan bertarung dengan para rider papan atas dan akhirnya meraih kemenangan.

Ali Adrian

Galang bukan satu-satunya rider Tanah Air yang turun di WorldSSP300. Ali Adriansyah Rusmiputro bahkan turun semusim bersama Pertamina Almeria Racing dan menjalani debut di Seri Aragon, Spanyol juga di atas YZF-R3. Hasil terbaiknya adalah finis ketujuh di Seri Donington Park, Inggris. Rider 24 tahun yang identik dengan nomor balap 12 ini pun belum mau menyerah meraih kemenangan perdananya tahun depan.

Dimas Ekky Pratama

Nama Dimas sudah dipastikan tak asing lagi di telinga fans balap motor Tanah Air. Malang melintang di kejuaraan nasional, ia pun mulai turun di CEV Moto2 sejak 2014 dan prestasinya pun membanggakan. Tahun ini, ia mengakhiri musim di peringkat keenam dengan koleksi satu podium usai finis ketiga di Catalunya.

Berkat prestasi gemilang ini, rider 25 tahun tersebut diminta membela Federal Oil Gresini Moto2 di Sepang, Malaysia untuk menjadi pengganti sementara Jorge Navarro yang cedera tangan akibat kecelakaan di Australia. Sayang, Dimas gagal finis akibat mengalami kecelakaan dengan rider Tech 3 Racing, Remy Gardner.

Michael van der Mark

Meski berkebangsaan Belanda, beberapa waktu lalu Michael van der Mark sempat mengakui dirinya memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang asli Ambon. Rider Pata Yamaha WorldSBK yang juga juara World Supersport 2014 ini sukses meraih dua podium tahun ini, dan memenangi Suzuka 8 Hours 2017.

Tak hanya itu, van der Mark yang masih berusia 25 tahun ini ditunjuk untuk membela Monster Yamaha Tech 3 di MotoGP Malaysia dan Valencia, sebagai pengganti sementara Jonas Folger yang mengalami masalah kebugaran dan harus absen di empat seri tersisa.

Bo Bendsneyder

Meski Bendsneyder belum pernah secara 'resmi' mengumumkan dirinya berdarah Indonesia, BT Sport melansir bahwa ada salah satu sanak keluarganya yang berasal dari Indonesia. 2017 pun merupakan tahun kedua rider Belanda ini berkiprah di Grand Prix, khususnya di kelas Moto3. Tahun depan, 18 tahun ini naik ke Moto2 bersama Tech 3 Racing.

Bendsneyder merupakan juara Red Bull Rookies Cup 2015, sebelum pindah ke Moto3 bersama Red Bull KTM Ajo pada 2016. Pada tahun yang sama, ia sukses merebut dua podium. Tahun ini, Bendsneyder memang tak meraih satupun podium, namun performanya cukup gemilang, contohnya di Assen, Belanda di mana ia nyaris naik podium sebelum terjatuh saat tersisa satu lap.

KOMENTAR