Selamat Ulang Tahun, Alex Marquez: Debutan MotoGP 2020 yang Paling Disorot

Anindhya Danartikanya | 24 April 2020, 12:00
Pebalap Repsol Honda, Alex Marquez (c) HRC
Pebalap Repsol Honda, Alex Marquez (c) HRC

Bola.net - Pada Kamis (23/4/2020), Alex Marquez resmi menginjak usia 24 tahun. Usai menjuarai Moto3 2014 dan Moto2 2019, Marquez akhirnya mewujudkan impian naik ke MotoGP. Bertandem dengan sang kakak, Marc Marquez, di Repsol Honda, ia pun jadi debutan yang paling disorot ketimbang Brad Binder dan Iker Lecuona.


Mengendarai motor sejak balita, awal karier Marquez di kancah internasional sejatinya lebih mulus ketimbang sang kakak yang harus tertatih-tatih saat masih turun di kejuaraan nasional Spanyol dan awal-awal keikutsertaannya di ajang Grand Prix.

Usai duduk di peringkat 11 pada CEV Buckler 125cc 2010, Marquez langsung memperebutkan gelar juara pada 2011 bersama Alex Rins, yang kini membela Suzuki Ecstar di MotoGP. Ia pun akhirnya duduk di peringkat runner up, namun langsung merebut gelar juara saat CEV 125cc berganti menjadi CEV Moto3 pada 2012.

Performanya yang kuat di CEV Moto3 2012 membuat Marquez mendapatkan beberapa fasilitas wildcard di Grand Prix Moto3 pada tahun yang sama, dan sepenuhnya turun di kejuaraan tersebut sejak Seri Indianapolis, Amerika Serikat, bersama Ambrogio Racing, menggantikan Simone Grotzkyj.

1 dari 5 halaman

Debut Penuh di Moto3 dan Gelar Dunia Pertama

Alex Marquez saat menjuarai Moto3 2014 di Valencia. (c) AFP

Alex Marquez saat menjuarai Moto3 2014 di Valencia. (c) AFP

Marquez akhirnya menjalani debut semusim penuh di Moto3 pada 2013, membela Estrella Galicia 0,0, sekaligus ganti mesin dari Suter Honda ke KTM. Bertandem dengan Rins, Marquez langsung bertarung di papan atas, dan mengakhiri musim di peringkat 4, usai meraih 5 podium dan satu kemenangan di Motegi, Jepang.

Pada 2014, Marquez bertahan di EG 0,0, masih bertandem dengan Rins, namun berganti mesin lagi ke Honda. Kedua rider ini jadi kandidat juara dunia, namun dikejutkan oleh gebrakan Jack Miller dari Red Bull KTM Ajo.

Marquez dan Miller pun bertarung sengit memperebutkan gelar sampai akhir musim. Marquez pun sukses meraih gelar dunia tepat di seri penutup, hanya unggul 2 poin atas Miller.

2 dari 5 halaman

Lika-Liku Moto2, Penantian Panjang Menuju Gelar Kedua

Pebalap Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Alex Marquez (c) AP Photo

Pebalap Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Alex Marquez (c) AP Photo

Usai menjuarai Moto3, Marquez pun naik ke kelas Moto2 pada 2015 bersama EG 0,0 Marc VDS, tim yang sukses juara dunia pada 2014 bersama Tito Rabat. Atas alasan ini, Marquez digadang-gadang langsung kompetitif, namun ia justru kesulitan dan paceklik podium, hingga harus duduk di peringkat 14 pada akhir musim.

Pada 2016, ia meraih satu podium, yakni finis kedua di Aragon, Spanyol, namun pada akhir musim hanya duduk di peringkat 13. Perubahan besar pun ia lakukan pada 2017, di mana Marquez akhirnya meraih enam podium termasuk tiga kemenangan dan duduk di peringkat 4 pada klasemen akhir.

Pada 2018, ia kembali meraih enam podium, namun paceklik kemenangan, dan kembali duduk di peringkat 4. El Pistolas pun ogah mengulang kesalahan, dan ia melakukan perubahan mentalitas pada 2019.

Bersikap lebih tenang dan menjalankan strategi dengan baik, ia akhirnya mengoleksi 10 podium, 5 kemenangan, 6 pole, dan gelar dunia, usai lima musim penantian. Ia pun jadi rider pertama dalam sejarah Grand Prix yang sukses meraih gelar di Moto3 dan Moto2.

3 dari 5 halaman

Debut di MotoGP, Gantikan Jorge Lorenzo

Pebalap Repsol Honda, Alex Marquez (c) HRC

Pebalap Repsol Honda, Alex Marquez (c) HRC

Dengan seluruh pebalap MotoGP telah mengantongi kontrak untuk 2020, maka semua pintu ke MotoGP telah tertutup untuk Marquez, sekalipun ia merupakan dua kali juara dunia. Atas alasan ini, ia menandatangani perpanjangan kontrak dengan Marc VDS.

Meski begitu, nasib Marquez berubah total seketika Jorge Lorenzo memutuskan pensiun pada akhir musim 2019 dan mengakhiri kontraknya dengan Repsol Honda setahun lebih awal. Johann Zarco sempat jadi kandidat kuat untuk dijadikan penggantinya, namun Honda akhirnya memilih Marquez .

Alasan Honda menggaet Marquez adalah karena ia merupakan juara dunia Moto2 2019, dan juga masih muda, seiring dengan program yang diinginkan Honda beberapa tahun belakangan. Ia pun jadi rider muda pertama yang digaet Repsol Honda sejak Marc Marquez pada 2013 lalu. Marquez pun diberi kontrak berdurasi satu tahun.

4 dari 5 halaman

Setim dengan Kakak Sendiri, Merasa Tak Terbebani

Marc Marquez dan Alex Marquez (c) HRC

Marc Marquez dan Alex Marquez (c) HRC

Menggantikan Lorenzo yang merupakan lima kali juara dunia tentu bisa jadi beban besar bagi pebalap muda mana pun. Meski begitu, Marquez tak merasa terbebani, dan justru menjadikan hal ini sebagai motivasinya untuk tampil baik.

Tak hanya itu, Marquez juga telah membela Repsol Honda, tim paling prestisius di MotoGP dengan koleksi 15 gelar dunia. Ia bahkan bertandem dengan Marc Marquez, yakni kakaknya sendiri yang merupakan delapan gelar dunia. Tapi Marquez tetap merasa tak terbebani dan justru menjadikan semua fakta ini sebagai lecutan semangatnya.

Meski dianggap kurang tepat untuk dijadikan pengganti Lorenzo sekaligus rider kedua Repsol Honda, Marquez mendapatkan cukup banyak dukungan dari penghuni paddock MotoGP berkat gaya balapnya yang agresif, yakni gaya balap yang dikenal cocok dengan Honda RC213V.

Apakah Alex Marquez bisa membuktikan talenta dan kecepatannya di MotoGP? Kita nantikan saja aksinya ya. Sekali lagi, selamat ulang tahun yang ke-24, Alex Marquez!

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR