BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

'Sejak Valentino Rossi-Marc Marquez Berselisih, MotoGP Jadi Beracun'

07-10-2021 14:32 | Anindhya Danartikanya

Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Malaysia 2018. (c) AFP
Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Malaysia 2018. (c) AFP

Bola.net - Menjelang pensiunnya Valentino Rossi dari MotoGP akhir musim nanti, managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, baru-baru ini blak-blakan soal pahit-manis hubungannya dengan sang sembilan kali juara dunia. Hal ini pun ia sampaikan dalam 'The Oxley Interview', yang dikutip oleh La Gazzetta dello Sport, Rabu (6/10/2021).

Seperti yang diketahui, dalam MotoGP Emilia Romagna di Misano pada 22-24 Oktober nanti, Yamaha berpotensi mengunci gelar dunia pembalap lewat Fabio Quartararo. Jika berhasil, maka El Diablo akan menjadi juara dunia Yamaha pertama sejak Jorge Lorenzo pada 2015, yakni gelar yang direbut di tengah musim penuh kontroversi.

Kala itu, Rossi memimpin klasemen pembalap sepanjang musim. Namun, dalam jumpa pers MotoGP Malaysia, The Doctor menuduh Marc Marquez membantu Lorenzo menjegal langkahnya jadi juara dunia. Ketegangan pun berlanjut di trek, di mana Rossi dan Marquez bersenggolan dalam balapan hingga Marquez terjatuh.

1 dari 3 halaman

Harusnya Bisa Juarai MotoGP 2015

Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015 (c) AFPValentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015 (c) AFP

Insiden itu pun membuat Rossi dijatuhi tiga poin penalti. Dengan tambahan satu poin penalti dari Misano, alhasil Rossi harus start terbuncit di Valencia. Lorenzo akhirnya keluar sebagai juara dunia, sementara Rossi harus legawa jadi runner up dengan ketertinggalan lima poin saja. Jarvis pun menyebutnya sebagai momen kelam.

Menurut Jarvis, harusnya Rossi bisa jadi juara andai ia tak menuduh Marquez membantu Lorenzo. Suasana makin kelam karena kelompok-kelompok penggemar dari ketiga rider ini jadi tak akur, dan media sosial menjadi tempat saling melempar ujaran kebencian. Jarvis yakin peristiwa ini membuat MotoGP jadi 'beracun'.

"Saya masih yakin, jika Vale tidak menuduh Marc usai balapan di Phillip Island, mungkin ia akan merebut gelar dunia. Sejak itu, MotoGP juga menjadi seperti sepak bola, dengan fans-fans partisan menghina para pembalap. Peristiwa ini mengubah olahraga ini selamanya. Olahraga yang kita cintai menjadi teracuni," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Sempat Tak Terima Ditandemkan dengan Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di MotoGP 2016. (c) AFP
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di MotoGP 2016. (c) AFP

Peristiwa tak mengenakkan lainnya dengan Rossi juga diungkap Jarvis terjadi pada 2008-2010, saat ia bertandem dengan Lorenzo untuk pertama kali. Lorenzo sendiri sudah digaet oleh Yamaha sejak 2006 meski kala itu masih turun di GP250. Strategi itu dirasa tepat oleh Yamaha, karena kala itu Rossi saling lirik dengan Ferrari di Formula 1.

"Kami menggaet Jorge karena kami pikir Vale akan pindah ke F1. Jadi, kami butuh suksesor. Namun, Vale tak sepakat, karena ia rider nomor satu di tim kami. Sejak momen itu, ketegangan dimulai. Tapi perpisahan yang nyata terjadi pada 2010. Saat itu, Vale bilang, 'pilih aku atau Lorenzo'. Bagi kami, itu tak bisa diterima," kisah Jarvis.

Pada akhir 2010, Rossi akhirnya pindah ke Ducati, walau akhirnya berbaikan dengan Yamaha dan kembali pada 2013. "Hubungan kami memburuk, ada begitu banyak rasa pahit. Kemudian, saya pergi ke Tavullia dan berdiskusi dengannya, yang kemudian kembali dengan perilaku yang berbeda, lebih rendah hati dan bersyukur," tutur Jarvis.

3 dari 3 halaman

Kenang Momen Pertama Kali Bekerja Sama

Valentino Rossi dan Lin Jarvis di MotoGP Portimao 2020. (c) YamahaValentino Rossi dan Lin Jarvis di MotoGP Portimao 2020. (c) Yamaha

Sejak Rossi kembali ke pabrikan Garpu Tala, hubungannya dengan Jarvis pun membaik, bahkan hingga kini, saat rider Italia berusia 42 tahun itu hendak pensiun. Jarvis menyatakan dirinya akan selalu mengingat momen-momen negosiasi dengan Rossi pada 2003, saat merayunya pindah dari Honda ke Yamaha di MotoGP 2004.

"Saat ia bilang bahwa ia akan bergabung dengan Yamaha, rasanya sulit dilupakan. Banyak orang bilang bahwa dengan Vale, Yamaha mengambil risiko, dan itu memang benar. Namun, ketika kami memenangi balapan pertama, kami menyadari bahwa apa pun bisa terjadi," pungkas pria asal Inggris tersebut.

Membela Yamaha selama 16 tahun, Rossi sukses meraih empat gelar dunia, yakni pada 2004, 2005, 2008, dan 2009. Total, ia sejauh ini meraih 141 podium untuk pabrikan Garpu Tala, yang 56 di antaranya merupakan kemenangan.

Sumber: La Gazzetta dello Sport

KOMENTAR