Raul Fernandez Masih Belum Bisa Percaya Akhirnya Naik Kelas ke MotoGP

Anindhya Danartikanya | 4 Januari 2022, 14:20
Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez (c) KTM Images
Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez (c) KTM Images

Bola.net - Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez, mengaku belum bisa percaya bahwa dirinya sudah berlaga di MotoGP. Hal ini ia katakan dalam wawancaranya dengan Motosan, Sabtu (1/1/2022), mengingat ia baru menjalani debut Grand Prix di Moto3 pada 2019 lalu dan setahun saja turun di Moto2.


Tahun pertama Fernandez di Grand Prix memang tak mentereng, namun ia mencuri perhatian usai pindah dari Aspar Team ke Red Bull KTM Ajo di Moto3 2020. Kala itu, ia sukses duduk di peringkat keempat, hanya tertinggal 15 poin dari sang juara, Albert Arenas. Pada 2021, ia pun naik ke Moto2 dengan tim yang sama.

Fernandez tak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri. Ia langsung mengoleksi 12 podium, 8 kemenangan, dan 7 pole, serta menjadi runner up, hanya dua poin di belakang sang tandem, Remy Gardner. Kini, keduanya sama-sama naik ke MotoGP, dan akan kembali bertandem di skuad Tech 3 KTM Factory Racing.

1 dari 2 halaman

Takjub Berbagi Trek dengan Rider MotoGP Lainnya

Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez, dan sang crew chief, Nicolas Goyon. (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

Dibanding tiga debutan lainnya yang baru sekali uji coba, Fernandez dan Gardner justru sudah dua kali uji coba dengan motor RC16, yakni di Misano pada September dan Valencia pada November. Fernandez pun mengaku masih belum bisa percaya dirinya bisa berbagi lintasan dengan para rider yang biasanya hanya ia tonton dari tepi trek.

"Saya sama sekali belum menyadarinya. Uji coba saya berjalan sangat baik, tapi saat bertemu rider lainnya di trek, saya tak bisa memercayainya. Melihat semua rider MotoGP berkendara, dan membiarkan mereka menyalip karena saya masih lebih lamban dari seekor kecoak, rasanya sangat aneh. Saya belum bisa menyerapnya," kisahnya.

Uniknya, jika para pembalap lain biasanya memiliki idola yang mereka nantikan untuk diajak bertarung di MotoGP, Fernandez justru mengaku tak mengidolakan siapa pun. Tak ada rider tertentu yang ia nantikan untuk diajak berduel, karena baginya, semua pembalap sama dan harus dikalahkan demi merebut gelar dunia.

2 dari 2 halaman

Tak Ada Guru yang Lebih Baik dari Dani Pedrosa

Test rider KTM, Dani Pedrosa (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

"Pada akhirnya mereka semua adalah rival. Tak ada rider tertentu yang saya inginkan untuk dihadapi di trek. Anda harus memperebutkan gelar dunia, dan demi mewujudkannya, Anda harus mengalahkan mereka semua. Kami akan mulai bekerja dan sedikit demi sedikit kita lihat apa yang akan terjadi nanti," ungkap Fernandez.

Meski begitu, ada satu rider yang sangat ia sanjung-sanjung, yakni Dani Pedrosa. Sang tiga kali juara dunia memang telah menjadi test rider KTM sejak akhir 2018, dan selain mengembangkan motor RC16, ia juga bertugas mendampingi para pembalap KTM, termasuk Fernandez dan Gardner yang berstatus debutan.

"Sungguh menyenangkan. Ia akan hadir lagi dalam uji coba, dan KTM juga bilang ia akan datang saat balapan. Tak ada guru yang lebih baik dari Dani, yang memoles detail-detail kecil cara berkendara saya. Ia adalah rider yang dibutuhkan sebuah pabrikan. Ia turun di MotoGP selama bertahun-tahun. Ia bantuan besar," tutup Fernandez.

Sumber: Motosan

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR