BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Ramon Forcada Salut Maverick Vinales Berani Tinggalkan Yamaha

13-01-2022 15:35 | Anindhya Danartikanya

Ramon Forcada dan Maverick Vinales di MotoGP 2018. (c) Yamaha
Ramon Forcada dan Maverick Vinales di MotoGP 2018. (c) Yamaha

Bola.net - Berkebalikan dari kebanyakan orang, crew chief legendaris MotoGP, Ramon Forcada, justru mengaku salut pada Maverick Vinales yang berani hengkang dari Monster Energy Yamaha. Hal ini disampaikan Forcada kepada Motorsport Espana, Rabu (12/1/2022), ketika ditanya soal rider yang pernah ia bimbing selama dua musim tersebut.

Forcada, yang merebut tiga gelar dunia bersama Jorge Lorenzo, menjadi crew chief Vinales di tim pabrikan Yamaha pada 2017 dan 2018. Pada 2019, keduanya berpisah: Vinales bekerja dengan Esteban Garcia, dan Forcada dipindah ke Petronas Yamaha SRT (kini WithU Yamaha RNF MotoGP Team) untuk jadi crew chief Franco Morbidelli.

Selama 4,5 tahun membela Yamaha, Vinales mengoleksi 24 podium dan 8 kemenangan. Sayangnya, tak pernah merebut gelar dunia. Usai performa yang angin-anginan pada paruh pertama 2021, Vinales pun melakukan rapat dengan Yamaha di Belanda dan meminta kontraknya diputus lebih awal. Pada sisa musim, ia membela Aprilia Racing.

1 dari 2 halaman

Keputusan yang 'Sempurna'

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Perpisahan Forcada dan Vinales sendiri diakibatkan metode kerja yang tak cocok. Namun, hubungan keduanya hingga kini masih baik-baik saja. Forcada bahkan mendukung keputusan Vinales untuk hengkang dari Yamaha. Menurutnya, tindakan Vinales ini berani, karena ia meninggalkan motor juara dan gaji selangit.

"Semua orang, tak hanya Maverick, yang mampu meninggalkan sesuatu karena mereka tak menyukainya, seperti Casey Stoner dulu, bagi saya sempurna dan saya justru menyukainya," ungkap Forcada, yang bekerja dengan Stoner di LCR Honda pada MotoGP 2006.

Seperti yang diketahui, Stoner memutuskan pensiun dini dari MotoGP dalam usia 27 tahun pada akhir 2012 usai tak lagi nyaman dengan lingkup kerja di paddock. Menurutnya, MotoGP memiliki banyak regulasi yang tak sesuai, dan tak selaras dengan spirit olahraga. Menurut Forcada, langkah ini justru terhormat.

2 dari 2 halaman

Antara Hengkang atau Bertahan Tapi Bersikap Pahit

Casey Stoner (c) Ducati
Casey Stoner (c) Ducati

"Pada akhirnya, Anda bisa memilih hengkang atau bersikap pahit. Pasalnya, ada orang-orang yang, akibat situasi tertentu, uang, ego, atau lainnya, memilih bertahan dan bersikap pahit. Ada pula orang-orang yang tak bersikap begitu," ungkap Forcada, yang kini menjadi crew chief tiga kali runner up MotoGP, Andrea Dovizioso.

Forcada bahkan salut Stoner tak tergoda tawaran kontrak baru dari Repsol Honda yang nilainya sangat tinggi. "Casey meninggalkan MotoGP dengan tawaran kontrak sebesar 12 juta euro, dan ia memilih hengkang. Menurut saya, itu hebat. Pada akhirnya, orang yang mengambil keputusan macam itu bisa jadi salah dan bisa jadi benar," tuturnya.

"Namun, bagi saya, lebih baik mereka ambil keputusan sendiri daripada mendengarkan orang lain yang menyuruh mereka melakukan ini dan itu. Kita lihat saja apa yang akan terjadi pada Maverick, namun setidaknya itu keputusannya sendiri. Menurut saya, langkahnya ini punya nilai tersendiri," pungkas pria asal Spanyol tersebut.

Sumber: Motorsport Espana

KOMENTAR