Petronas Yamaha: Merendah Jalani Debut MotoGP, Tetap Ambisius

Anindhya Danartikanya | 29 Januari 2019, 11:06
Petronas Yamaha SRT dan Petronas Sprinta Racing (c) SIC Racing Team
Petronas Yamaha SRT dan Petronas Sprinta Racing (c) SIC Racing Team

Bola.net - - CEO Sepang International Circuit (SIC), Razlan Razali menyatakan bahwa Petronas Yamaha SRT akan bersikap merendah dalam menjalani debut MotoGP tahun ini, meski takkan melupakan target ambisius mereka. Hal ini ia sampaikan dalam peluncuran tim di Menara Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin (28/1).

Usai turun di Moto2 dan Moto3, kini SIC Racing Team (SRT) berekspansi ke MotoGP, menurunkan juara dunia Moto2 2017, Franco Morbidelli dan rider berusia 19 tahun asal Prancis, Fabio Quartararo. Kedua rider bertalenta ini pun diharapkan bisa membawa kesuksesan bagi tim dan membantu Yamaha mengembangkan motornya.

"Meski Petronas Yamaha masih berstatus underdog, kami tetap ambisius mengejar target. Sangat penting memulai dan menjalani tahun pertama dengan baik, disertai kepercayaan tinggi pada kedua rider kami, Franco dan Fabio. Kami berharap para rider bisa membantu pengembangan Yamaha lebih jauh, serta menjalani musim penuh kesuksesan dan kemenangan," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Organisasi Terbesar di MotoGP

Proyek baru ini pun membuat SRT menjadi tim non-pabrikan terbesar yang ada di Grand Prix, dengan menurunkan satu tim masing-masing di MotoGP, Moto2 dan Moto3. Sementara Morbidelli dan Quartararo turun di kelas tertinggi, Khairul Idham Pawi diturunkan di Moto2, serta John McPhee dan Ayumu Sasaki berkompetisi di Moto3.

"Petronas SIC Racing di ketiga kelas balap kini merupakan tim non-pabrikan terbesar di paddock Grand Prix. Kini kami telah berkembang menjadi 50 orang dengan 10 kebangsaan berbeda, bersama para rider yang memiliki lima kebangsaan, yakni Malaysia, Italia, Prancis, Jepang dan Skotlandia," ujar Razali.

2 dari 2 halaman

Bersatunya Tiga Nama Besar

Razali juga mengaku bangga bisa menggabungkan tiga nama besar di ranah balap dunia, yakni Sirkuit Sepang, Petronas dan Yamaha. Sepang dinilai sukses menggelar MotoGP di Asia Tenggara, Petronas dikenal selalu mendukung proyek-proyek prestisius di berbagai ajang balap, dan Yamaha memiliki sejarah dan prestasi segudang di ajang Grand Prix.

"Kolaborasi antara SIC, Petronas dan Yamaha sungguh penting. Kami membawa keseruan dan angin segar di MotoGP. Tiga nama terbesar di dunia balap motor dan mobil bekerja sama. Kerja sama ini mengubah dunia balap motor di Asia Tenggara dan dunia. Ketiga pihak kini bisa mengandalkan satu sama lain dan memanfaatkan semua peluang baik," pungkasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR