BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Petronas SRT Minta Valentino Rossi Menang Lagi, Ngotot Pertahankan Program Junior

21-04-2021 11:25 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Bola.net - Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, sangat berharap kedua pembalapnya, Valentino Rossi dan Franco Morbidelli, mampu tampil garang di MotoGP 2021, terutama Rossi. Ketika Morbidelli mulai menunjukkan kemajuan positif dengan finis keempat di Seri Portimao, Rossi masih harus berjuang di belakang.

Seperti diketahui, SRT tampil eksplosif bersama Morbidelli dan Fabio Quartararo pada 2020. Morbidelli menjadi runner up, sementara Quartararo meraih tiga kemenangan meski akhirnya harus duduk di peringkat 8. Melihat potensi besar ini, target SRT pada 2021 pun melambung, yakni merebut gelar dunia.

Sayangnya, Morbidelli harus finis ke-18 dan pulang tanpa poin di Seri Qatar, dan hanya finis ke-12 di Seri Doha. Beruntung, ia bangkit di Seri Portimao. Di lain sisi, Rossi tampil tak memenuhi ekspektasi. Usai finis ke-12 di Seri Qatar, ia finis ke-16 di Seri Doha dan gagal finis di Seri Portimao akibat kecelakaan.

1 dari 3 halaman

Dorong Valentino Rossi Jajal Hal Baru

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Kepada Sportklub, seperti yang dikutip Corsedimoto, Selasa (20/4/2021), Razali pun meyakini Morbidelli dan Rossi adalah kombinasi yang tangguh. Namun, ia berharap Rossi bisa bangkit dari keterpurukannya musim lalu. Ia berharap sang sembilan kali juara dunia itu bisa berpikiran lebih terbuka untuk menjajal hal-hal baru yang disarankan tim.

"Target kami adalah merebut gelar bersama Vale dan Franky. Mereka kombinasi yang hebat, dan mereka juga sahabat. Kami akan coba mendorong Vale untuk menjajal hal-hal baru. Memiliki Vale sebagai rider kami sungguh tak terbayangkan. Rasanya menyenangkan, padahal kami tak merencanakannya," ujar Razali.

Meski timnya terpuruk di tiga balapan pertama, Razali mengaku ogah putus asa. Ia masih yakin atas potensi timnya, apalagi jika melihat kiprah mereka yang mentereng tahun lalu. Baik dengan Morbidelli, maupun Rossi, pria asal Malaysia ini tegas bahwa timnya harus tetap jadi tim papan atas dan membidik gelar dunia.

2 dari 3 halaman

Belum Mau Tinggalkan Program Rider Muda

Darryn Binder, John McPhee, Xavi Vierge, dan Jake Dixon (c) Petronas SRT Darryn Binder, John McPhee, Xavi Vierge, dan Jake Dixon (c) Petronas SRT

"Apa pun bisa terjadi. Kami percaya soal ini tahun lalu, saat memuncaki klasemen, meski mengalami masalah. Kami harus pastikan sejarah tim ini tetap baik, tak hanya berkat kehadiran Vale. Kami ingin Franky tetap menang, dan kami ingin Vale menang juga. Ini target kami. Apa pun yang terjadi nanti, kita lihat nanti pula," ungkapnya.

Dalam beberapa pekan ke depan, Razali juga diperkirakan akan menyelesaikan negosiasi dengan Yamaha untuk memperpanjang kontrak sebagai tim satelit mereka. Meski begitu, masa depan Rossi di timnya belum menemui kejelasan, walau rider Italia berusia 42 tahun itu mengaku masih ingin balapan pada 2022.

Razali pun kembali menyatakan bahwa keputusan timnya menerima Rossi tahun ini adalah perkecualian, dan timnya masih getol ingin melanjutkan program junior. "Tahun lalu adalah perkecualian yang besar. Namun, keinginan tim kami adalah mengembangkan rider muda dari tim Moto2 kami. Rencana kami tetap sama," pungkasnya.

Sumber: Sportklub, Corsedimoto

3 dari 3 halaman

Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021

KOMENTAR