BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Petronas: Beban Valentino Rossi Bakal Sama Besar Seperti di Tim Pabrikan

02-03-2021 12:53 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Bola.net - Direktur Tim Petronas Yamaha SRT, Johan Stigefelt, ternyata bukan salah satu orang yang beranggapan bahwa tim satelit bakal menyediakan suasana santai dan tekanan yang lebih rendah ketimbang tim pabrikan. Atas alasan ini, ia yakin Valentino Rossi bakal punya beban yang sama besar ketika membela timnya di MotoGP 2021.

Seperti diketahui, Rossi bernaung di Petronas Yamaha SRT tahun ini, yang berarti ini pertama kalinya bagi The Doctor membela tim satelit sejak GP500 2001, saat ia masih membela Nastro Azzurro Honda. Setelah 19 tahun membela tim pabrikan di Honda, Ducati, dan Yamaha, kini Rossi kembali berstatus sebagai pembalap tim satelit.

Banyak pihak berpendapat tekanan dan beban Rossi di tim satelit nanti takkan sebesar saat ia masih membela tim pabrikan, mengingat tim satelit memiliki stigma jarang ikut memperebutkan gelar. Namun, jika menilik persaingan selama lima tahun terakhir, tim satelit kini justru punya performa setara dengan tim pabrikan.

1 dari 3 halaman

Sudah Lama Punya Mindset Podium dan Kemenangan

Petronas Yamaha SRT sendiri baru dibentuk pada 2019, namun mampu meraih tujuh podium bersama Fabio Quartararo. Tahun lalu, mereka menggila, tampil lebih kompetitif dari Monster Energy Yamaha. Lewat Quartararo dan Franco Morbidelli, mereka sukses meraih delapan podium, yang enam di antaranya merupakan kemenangan.

Mengingat timnya ingin mengulang sukses serupa tahun ini, Stigefelt pun yakin hal inilah yang membuat beban Rossi takkan berkurang meski pindah ke tim satelit. "Saya rasa tekanan Vale di tim satelit takkan berkurang karena ia sangat ingin tampil baik," ungkap pria yang akrab disapa 'Stiggy' ini lewat Crash.net, Senin (1/3/2021).

"Toh Vale datang dari tim dengan mindset podium dan kemenangan. Tapi memang ada baiknya Vale ganti lingkungan dan pindah ke tim baru, mencari kombinasi baru antara para mekanik kami dan stafnya sendiri. Crew chief Vale, David (Munoz), juga masih muda. Cara kerjanya sangat baik dan pikirannya terbuka," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Kombinasi Staf Lama dan Baru Bakal Hebat

Untuk pertama kali pula Rossi pindah tim tanpa diizinkan memboyong seluruh krunya dari tim pabrikan. Ia hanya diperbolehkan membawa Munoz, dan teknisi data Matteo Flamigni dan pelatih balap Idalio Gavira. Rider Italia berusia 42 tahun ini pun akan bekerja dengan mekanik-mekanik baru.

Namun, Stigefelt, yakin takkan ada masalah besar dalam metode kerja mereka musim ini. "Saya rasa kombinasi kru Vale bakal hebat, dan saya rasa para pembalap kami juga merasakan hal yang sama. Kita bisa lihat betapa baiknya Franky dan Fabio beradaptasi dengan tim kami dan sama-sama menyukai cara kerja tim kami," ungkapnya.

"Semua ini karena sangatlah penting bagi saya untuk memedulikan orang-orang di tim kami dan menjaga mereka agar tetap bahagia. Jika kami punya mekanik dan pembalap yang bahagia, maka biasanya si pembalap juga tampil baik. Setidaknya, itulah misi saya," pungkas eks rival Rossi di GP500 ini.

Sumber: Crashnet

3 dari 3 halaman

Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020

KOMENTAR