Pernah Blunder Sama Persis, Julian Simon Beri Dukungan Moral untuk Aleix Espargaro

Anindhya Danartikanya | 7 Juni 2022, 14:12
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Bola.net - Juara dunia GP125 2009 dan pelatih balap Monster Energy Yamaha, Julian Simon, mendadak jadi sorotan di MotoGP Catalunya, Spanyol, Minggu (5/6/2022). Pasalnya, Aleix Espargaro melakukan blunder yang sama persis dengan yang ia lakukan pada 2009: terlalu dini melakukan selebrasi ketika balapan masih menyisakan satu lap.

Memulai balapan dari pole, Espargaro start dengan baik, namun tersalip Fabio Quartararo di Tikungan 1. Quartararo pun segera melenggang jauh di depan, sementara ia disalip oleh Jorge Martin pada Lap 3. Espargaro, yang membela Aprilia Racing, kembali mengambil alih posisi kedua dari Martin pada Lap 10.

Martin lagi-lagi menyerang pada Lap 16, namun Espargaro berhasil membalas pada Lap 21. Ia mencetak margin cukup lebar atas Martin, sehingga posisi kedua tampak menjanjikan. Namun, pada awal Lap 24 alias terakhir, tiba-tiba ia melaju pelan dan melambaikan tangan ke penonton dan ini kontan membuat seisi sirkuit bingung.

Espargaro mengira balapan sudah berakhir. Namun, saat melihat para rivalnya yang lewat masih gaspol, ia sadar telah melakukan kesalahan. Ia pun kembali membuka gas, dan berjibaku dengan Luca Marini. Espargaro akhirnya harus puas finis kelima, merelakan podium lepas dari genggamannya begitu saja.

1 dari 2 halaman

Julian Simon Tak Baca Pitboard

Lewat MotoGP.com usai balap, Espargaro mengakui itu murni kesalahannya. Ia tak teliti membaca informasi yang ditunjukkan krunya di pitboard, yang letaknya sangat dekat dengan tikungan terakhir sehingga sulit dibaca. Selain itu, ia juga salah memahami info jumlah lap yang ada di menara Sirkuit Barcelona-Catalunya.

Kesalahan ini pernah dialami beberapa rider, termasuk Simon. Peristiwa itu terjadi pada 2009, di trek yang sama. Simon bahkan sedang memimpin balapan, dan akibat blunder itu, ia finis keempat. Kepada Diario AS, Selasa (7/6/2022), pria yang akrab disapa 'Julito' ini mengaku penyebab kesalahannya juga benar-benar sama persis dengan Espargaro.

"Saat melihatnya, saya teringat hal yang sama pernah terjadi pada saya. Pertama, saya ingin memberikan pelukan erat untuk Aleix, karena ia pasti sangat kecewa. Podium ada di genggamannya, posisi kedua usai balapan dan musim di mana ia membuktikan diri sebagai rider hebat. Ia telah membawa Aprilia ke puncak," ujarnya.

"Sungguh disayangkan, entah apa yang terjadi padanya. Yang terjadi pada saya adalah saya melihat papan skor di menara sirkuit, bukan pitboard, yang seharusnya saya lihat. Jadi, mari kita ingatkan pada rider-rider muda yang datang, bahwa Anda harus melihat pitboard," tutur pria yang jadi pelatih balap Yamaha sejak 2020 ini.

2 dari 2 halaman

Pentingnya Perhatikan Bendera Finis

Pelatih balap Monster Energy Yamaha dan juara dunia GP125 2009, Julian Simon (c) Yamaha MotoGPPelatih balap Monster Energy Yamaha dan juara dunia GP125 2009, Julian Simon (c) Yamaha MotoGP

"Di sirkuit ini, lap terakhir ditandai dengan 'L0', dan di lap sebelumnya saya lihat 'L1'. Saya pun ngotot seolah itu lap terakhir. Saya terlalu fokus, sehingga saat melewati garis finis, saya tak menyadari kesalahan lain: bendera finis belum dikibarkan. Konsentrasi tinggi bisa bikin Anda tak memperhatikan bendera, tanda utama bahwa balapan sudah berakhir," kisah Simon.

Saat menjalani tes tengah musim pada Senin (6/6/2022), Espargaro mengaku ogah-ogahan karena masih kecewa atas blunder sehari sebelumnya. Simon pun sangat maklum, karena itu pula yang ia rasakan 13 tahun lalu. Namun, ia yakin Espargaro rider yang memiliki mental tangguh, sehingga akan bangkit pada seri berikutnya.

"Kehampaan itu bikin Anda merasa bahwa kesalahan itu sangat besar. Kini Aleix harus menganalisa semuanya: performa motor dan cara berkendara. Ia harus punya kekuatan itu, karena kita semua manusia biasa, bisa melakukan kesalahan. Aleix rider tangguh, punya banyak pengalaman, ia pasti akan tahu bahwa ia menjalani akhir pekan yang hebat," Simon.

Rider besutan Simon, Quartararo, memenangi balapan kali ini, diikuti Jorge Martin dan Johann Zarco di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Franco Morbidelli finis di posisi 13. Seluruh pembalap MotoGP akan kembali berlaga dalam Seri Jerman di Sirkuit Sachsenring pada 17-19 Juni 2022.

Sumber: Diario AS

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR