BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Pecco Bagnaia: Berat Rasanya Dikalahkan Fabio Quartararo

09-06-2020 15:45 | Anindhya Danartikanya

Pebalap Pramac Racing, Francesco Bagnaia (c) Pramac Racing Pebalap Pramac Racing, Francesco Bagnaia (c) Pramac Racing

Bola.net - Pebalap Pramac Racing, Francesco Bagnaia, bertekad memperbaiki performa dan hasilnya di MotoGP 2020, usai semangatnya terlecut berkat melihat Fabio Quartararo tampil garang bersama Petronas Yamaha SRT musim lalu. Hal ini ia sampaikan kepada Corriere dello Sport seperti yang dikutip Tutto Motori, Sabtu (6/6/2020).

Bagnaia dan Quartararo memang sama-sama berstatus debutan pada musim lalu, namun Bagnaia merupakan juara dunia bertahan Moto2. Sementara itu, Quartararo belum pernah jadi juara dan baru mengantongi satu kemenangan dalam kariernya di Grand Prix.

Namun, situasi keduanya seolah berbalik sepanjang 2019. Bagnaia harus susah payah beradaptasi dengan Ducati Desmosedici GP18, sementara Quartararo langsung sukses merebut tujuh podium meski tak dapat motor YZR-M1 spek pabrikan seperti tiga rider Yamaha lainnya.

1 dari 3 halaman

Target Kembali Saingi Fabio Quartararo

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo (c) SRT Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo (c) SRT

'Pecco' pun mengaku sempat sulit menerima kenyataan bahwa Quartararo, yang biasanya ia kalahkan saat di Moto3 dan Moto2, kini justru mencuri perhatian lebih banyak dan tampil lebih gemilang darinya saat mereka sama-sama turun di MotoGP. Rider asal Italia berusia 23 tahun ini pun bertekad kembali bersaing dengan El Diablo.

"Fabio memberi sedikit rasa sakit. Ia memang cepat, tapi saat kami bertarung di masa lalu, ia selalu di belakang saya. Melihatnya begitu kompetitif di MotoGP sungguh berat. Ia bekerja sangat baik, salah satu rider muda paling bertalenta. Saya pun ingin kembali melaju di depannya, begitu juga di depan rider lain," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Sudah Banyak Belajar

Bagnaia pun tak memungkiri, bahwa mengendarai Desmosedici membuatnya sedikit syok karena motor tersebut tak cocok untuk gaya balapnya yang halus dan kerap disebut mirip Jorge Lorenzo. Sepanjang 2019, meski tertatih-tatih, ia akhirnya dapat banyak pelajaran.

"Saya banyak belajar di Ducati, karena saya rider dengan gaya balap yang halus, sementara dengan motor ini kami harus mengerem dengan sangat baik. Untuk fisik, motor ini memang melelahkan," tutur murid Valentino Rossi di VR46 Riders Academy ini.

"Saya harap 2020 akan jadi tahun mengejutkan bagi saya. Ducati telah memberikan dukungan terbaik kepada saya. Saya senang, dan saya rasa kami bisa kompetitif. Tahun ini saya merasa lebih dekat dengan Petrux dan Dovi," pungkas Bagnaia.

3 dari 3 halaman

Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika

KOMENTAR