Pecco Bagnaia: Akhir Pekan Sempurna, Menangi Algarve Tanpa Beban Juara

Anindhya Danartikanya | 8 November 2021, 08:47
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) AP Photo
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) AP Photo

Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menyebut pekan balap MotoGP Algarve di Sirkuit Portimao, Portugal, berjalan sempurna. Dalam jumpa pers usai balap pada Minggu (7/11/2021), 'Pecco' menyebut pekan balap ini mirip dengan Seri Emilia Romagna. Bedanya, kali ini ia tak terjatuh dan gagal finis.


Bagnaia menduduki posisi kedua di sesi FP1 dan FP2, memimpin FP3 dan FP4, dan merebut pole di kualifikasi. Ia juga langsung memimpin balapan sejak lap pertama, dan mampu menahan ancaman Joan Mir sampai finis. Ini adalah kemenangan ketiga Bagnaia musim ini, dan hasil ini membantunya mengunci gelar runner up.

"Saya sangat senang karena ini pekan balap terbaik saya di MotoGP. Saya juga menikmati setiap sesi akhir pekan ini. Jika Anda merasa sangat nyaman dengan motor Anda, segalanya jadi lebih mudah. Saya pun sangat senang atas kinerja yang sudah kami lakukan. Dibanding April, saat saya finis kedua, kali ini saya lebih kompetitif," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Ban Depan Medium Sempat Bikin Kesulitan

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) AP Photo

Dalam balapan Seri Emilia Romagna, Bagnaia dan Jack Miller sama-sama menggunakan ban depan keras dan ban belakang medium. Keduanya sama-sama jatuh dan gagal finis. Namun, dalam balapan kali ini, kedua rider sama-sama memakai ban depan dan belakang medium. Bagnaia menang dan Miller finis ketiga.

Bagnaia mengakui ban depan medium membuatnya kesulitan pada lap-lap pertama. Namun, sekali ban itu mencapai suhu ideal, ia langsung nyaman berkendara. "Balapan ini lebih sulit pada bagian start, karena saya lebih kesulitan dengan ban depan dibanding balapan-balapan sebelumnya," ungkapnya.

"Jadi, saya coba ngotot. Namun, sekalinya miring ke kiri, saya merasa ban saya terkunci. Meski begitu, segalanya semakin baik pada lap-lap berikutnya. Jadi, saya sangat puas atas kemenangan ini," lanjut Bagnaia, yang sukses membantu Ducati mengunci gelar dunia konstruktor.

2 dari 2 halaman

Tak Lagi Balapan dengan Beban Raih Gelar

Bagnaia pun menyatakan bahwa performa apiknya di Seri Emilia Romagna dan Algarve dikarenakan dirinya tak lagi berkendara dengan kewajiban merebut gelar. Ia mengaku, sejak Seri Emilia Romagna, ia sudah paham bahwa merebut gelar adalah misi sulit. Pasalnya, Fabio Quartararo punya keunggulan poin yang besar.

"Jujur, saya punya mental yang sama dengan Misano. Saya menjalani balapan yang sama, tampil sama ngototnya. Tapi di sana saya tak beruntung karena jatuh. Mungkin saya menang hari ini karena tak pakai ban keras," guraunya. "Di Misano, saya coba membuka persaingan juara, tapi saya tahu memang sulit jadi juara."

Uniknya, dalam balapan ini, Quartararo justru jatuh dan gagal finis. "Jika saya menang di Misano, maka saya yakin Fabio juga takkan jatuh hari ini. Jadi, memang oke-oke saja begini. Saya sudah tak lagi berkendara dengan beban untuk jadi juara. Jadi, saya menjalani semuanya dengan cara yang sama," pungkas Bagnaia.

Sumber: MotoGP

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR