Ogah Jadi 'Tim Hore', KTM Mulai Berani Bidik Gelar Dunia di MotoGP 2021

Anindhya Danartikanya | 30 Desember 2020, 14:06
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM/Polarity Photo
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM/Polarity Photo

Bola.net - Usai sukses merebut tiga kemenangan di MotoGP 2020, CEO KTM, Stefan Pierer, mulai lantang menyuarakan ambisi pihaknya dalam merebut gelar dunia pada 2021. Kepada Speedweek, Selasa (29/12/2020), Pierer menyatakan bahwa tiga kemenangan ini membuktikan bahwa KTM punya potensi yang masif.


KTM turun sebagai tim pabrikan seutuhnya pertama kali di MotoGP pada 2017. Podium pertama mereka pun diraih Pol Espargaro di Seri Valencia 2018 dalam kondisi hujan. Usai paceklik trofi, Brad Binder yang berstatus debutan tahun ini, menggebrak dengan kemenangan sensasional di Ceko. Ini tentu prestasi fantastis bagi KTM.

Tak berhenti di situ, KTM pun menyaksikan Miguel Oliveira dan Pol Espargaro bertarung di Seri Styria sampai lap terakhir. Oliveira merebut kemenangan kedua KTM, sementara Espargaro finis ketiga. Espargaro juga menyumbang empat podium tambahan, disusul Oliveira yang menang lagi di Portimao.

1 dari 3 halaman

Dominan di Offroad, Kini Saatnya di Onroad

CEO KTM, Stefan Pierer (c) KTM

KTM sendiri dikenal punya 'tangan dingin' di berbagai kejuaraan balap yang mereka geluti. Mereka sangat mendominasi, terutama di ajang offroad seperti motocross, supercross, enduro, dan reli. Kini melebarkan sayap ke ranah onroad, Pierer menegaskan pihaknya ogah sekadar jadi 'tim hore' di MotoGP.

"Kami tak berpartisipasi untuk meramaikan kompetisi. Namun, kami akan punya kesabaran yang cukup untuk menanti. Toh kami memang harus menunggu 7-8 tahun sebelum akhirnya juara di Reli Dakar dan AMA Supercross. Kami pun takkan menyerah sebelum jadi juara juga di MotoGP," ungkap pria asal Austria ini.

Pierer pun bangga dalam empat tahun saja, KTM mampu menyediakan motor kompetitif kepada para ridernya, yang punya gaya balap yang berbeda-beda. Para debutan, tak hanya Binder, melainkan juga Iker Lecuona, jadi punya potensi untuk tampil garang di posisi 10 besar. Alhasil, ia pun yakin gelar dunia mulai jadi target yang realistis.

2 dari 3 halaman

Cepat atau Lambat, Gelar Memang Harus Jadi Target

"Kami berhasil memenuhi dan melampaui target 2020. Motor kami ramah pada berbagai tipe rider untuk menang, bertarung di papan atas, dan memberi kesempatan baik kepada para debutan, seperti Brad dan Iker. Jadi, target kami tahun depan adalah ikut memperebutkan gelar, dan jika memungkinkan, bahkan menyabetnya," tutur Pierer.

Pernyataan Pierer ini pun disepakati oleh CSO KTM, Hubert Trunkenpolz, keponakan dari pendiri KTM Erick Trunkenpolz. Ia paham betul bahwa perjalanan merebut gelar dunia tak mudah bagi pabrikan mana pun, namun ia menegaskan KTM takkan menyerah begitu saja.

"Kami tahu betapa sulitnya persaingan di MotoGP. Tapi saya sepakat dengan Stefan. Pada suatu titik, gelar harus jadi target. Kapan itu bisa terwujud, tak bisa diprediksi, apalagi jika mengingat tahun ini banyak kejutan. Namun, kami jelas ada di posisi yang baik," pungkas Trunkenpolz.

Sumber: Speedweek

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR