Nggak Normal! Ini Reaksi Para Rider MotoGP Soal Rekor Top Speed Johann Zarco

Anindhya Danartikanya | 28 Maret 2021, 12:10
Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing
Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing

Bola.net - Paddock MotoGP dibuat gempar oleh pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, pada Sabtu (27/3/2021). Bagaimana tidak? Dalam sesi latihan bebas keempat (FP4) MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, ia mencatatkan kecepatan puncak alias top speed sebesar 362,4 km/jam.

Angka ini pun merupakan yang tertinggi dalam sejarah MotoGP. Mengendarai Desmosedici GP20, Zarco mengalahkan rekor top speed yang sebelumnya dipegang oleh Andrea Dovizioso di atas Ducati dalam sesi latihan bebas ketiga (FP3) MotoGP Italia 2019 di Sirkuit Mugello.

Kecepatan ini dibubuhkan Zarco saat sedang melaju di trek lurus, usai mendapatkan slipstream dari debutan Avintia Esponsorama, Enea Bastianini. Sayang, Zarco tak sanggup berbelok ke kanan di Tikungan 1, hingga akhirnya 'bablas' ke area gravel. Beruntung, ia tak jatuh.

Sebelumnya, Zarco juga membuat heboh dengan mencatat 357,6 km/jam pada hari keempat uji coba pramusim Qatar pada Kamis (11/3/2021). Catatan itu juga mengalahkan rekor Dovizioso. Tapi karena terjadi dalam uji coba, maka tak dimasukkan dalam daftar rekor resmi.

Berikut reaksi para pembalap MotoGP mengenai rekor sensasional Zarco ini, seperti yang dikutip dari situs resmi kejuaraan.

1 dari 11 halaman

Johann Zarco

"Rekor ini bikin saya senang! Saya tadinya melihat kesempatan bagus untuk dapat slipstream dalam sesi latihan. Selain itu juga ada angin yang mendorong kami. Jadi, itu memang waktu yang tepat untuk menembus kecepatan 360 km/jam, dan saya berhasil melakukannya. Memang menyenangkan," ungkap Zarco yang akan start dari posisi keenam.

2 dari 11 halaman

Pecco Bagnaia

"Saya melihatnya saat saya kembali ke garasi dan saya sungguh takjub. Saya pun berpikir, andai saya menembus 360 km/jam, pasti saya melebar. Tapi Johann bilang pada saya bahwa ia memang melebar. Jadi, 360 km/jam adalah kecepatan yang menakjubkan. Padahal 5-6 tahun lalu catatan ini terlalu jauh untuk dicapai. Sungguh keren juga Ducati meraihnya, jadi sekali lagi ada rekor pecah. Saya rasa kami memang bekerja ke arah yang tepat," tutur Bagnaia yang sukses merebut pole.

3 dari 11 halaman

Jack Miller

"Saya sudah sering bilang, 360 km/jam memang sangat mungkin digapai. Tapi kemudian Johann melebar, saya sendiri tak tahu bagaimana ia bisa mengerem saat melakukannya. Saya sungguh terkesan. Yah, kami sendiri sedang berusaha menembus 400 km/jam! Bakal keren kalau itu sampai terjadi," ungkap Miller sembari tertawa.

4 dari 11 halaman

Valentino Rossi

"Tahun ini, kombinasi antara Ducati dan Johann bisa mengalahkan begitu banyak rekor karena motor mereka sangat cepat dan Johann bisa keluar dari tikungan dengan sangat cepat pula. Selain itu, tubuh Johann cukup kecil, jadi ia bisa bertahan di dalam slipstream. Ini memang kecepatan yang impresif. Saya berharap suatu saat nanti kami juga bisa mematahkan rekor top speed bersama Yamaha," ujar Rossi sembari tertawa, mengingat Yamaha bukan salah satu motor paling bertenaga di MotoGP.

5 dari 11 halaman

Fabio Quartararo

"Ketika Anda bicara soal menembus kecepatan 350 km/jam dan menyebut kami (Yamaha) lamban dibandingkan motor lain, rasanya memang sulit dipercaya. Namun, memang benar kenyataannya begitu, karena rekor top speed hari ini memang jauh di atas normal. Saya rasa kami semua memang jadi terlalu cepat!" gurau Quartararo.

6 dari 11 halaman

Maverick Vinales

"Semuanya memang semakin baik dari tahun ke tahun. Semua orang ingin melaju cepat, semua orang ingin makin cepat. Beberapa orang melakukannya lewat top speed, beberapa yang lain melakukannya lewat corner speed. Pada akhirnya motor MotoGP memang semakin cepat dan cepat. Tapi saya sendiri tak merasakan kecepatan tinggi ketika di trek, saya tak bisa merasakannya, saya merasa normal-normal saja, seolah-olah naik mobil di jalanan! Saya merasakan semuanya berjalan tetap lamban," ungkap Vinales.

7 dari 11 halaman

Aleix Espargaro

"360 atau 362,4 km/jam memang kecepatan yang sangat tinggi. Sungguh menakjubkan. Tapi setiap kali para pembalap Ducati ada di trek lurus, mereka 'menghancurkan' kami semua. Jadi, bakal sulit mengendalikan mereka besok. Saya sendiri tak pernah menembus 340 km/jam. Jika saya harus melawan mereka ketika melaju 360 km/jam, sepertinya hasil baik sulit diraih. Namun, kita lihat saja nanti," tutur Espargaro.

8 dari 11 halaman

Joan Mir

"Dalam sesi kualifikasi, saya membuntuti Ducati, dan di trek lurus mereka memang sangat cepat, sungguh menakjubkan. Tapi kita lihat saja dalam balapan nanti. Kami akan berusaha sebaik mungkin. Saya rasa kami punya potensi baik, karena Suzuki selalu punya potensi dalam balapan. Jadi, setiap motor punya sisi positif dan negatif, dan keunggulan Ducati adalah tenaga mesin," ujar juara dunia MotoGP 2020.

9 dari 11 halaman

Alex Rins

"Anda sudah pasti bertanya-tanya bagaimana Ducati bisa seperti ini! Mereka super cepat, tapi kami semua memang berkendara dengan kecepatan yang tak bisa Anda temukan di jalanan. Motor-motor MotoGP adalah motor prototipe, jadi kecepatannya jelas menakjubkan," ungkap Rins.

10 dari 11 halaman

Pol Espargaro

"Sudah jelas tenaga mesin membuat mereka bisa melaju secepat sekarang. Apalagi sirkuit ini memang selalu bersahabat dengan Ducati, mereka selalu memperebutkan kemenangan di sini. Mereka memang tampil baik. Tapi besok pasti mereka akan melamban, karena harus mengatur konsumsi bahan bakar. Jadi, kita lihat saja besok kiprah mereka dalam balapan," tutur pembalap Repsol Honda ini.

Sumber: MotoGP

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR