MotoGP Tolak Gelar Dua Balapan per Seri Seperti WorldSBK

Anindhya Danartikanya | 15 April 2020, 10:10
MotoGP Buriram, Thailand 2019 (c) AP Photo
MotoGP Buriram, Thailand 2019 (c) AP Photo

Bola.net - Dorna Sports selaku promotor MotoGP telah menolak peluang untuk memakai format pekan balap WorldSBK, yakni menggelar dua balapan per seri atau akhir pekan demi memadatkan kalender balap 2020.

Pandemi virus corona (Covid-19) memaksa MotoGP untuk vakum sementara, membatalkan satu seri dan menunda tujuh seri per Selasa (7/4/2020) lalu. Belakangan muncul rumor bahwa MotoGP akan meniru format WorldSBK, namun CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, membantahnya.

"Kemungkinan itu tak ada keuntungannya bagi kami. Para promotor sudah cukup stres dan takkan mau membayar dengan dua balapan (per pekan balap), begitu juga para broadcaster televisi," ungkap Ezpeleta kepada Teledeporte seperti yang dikutip Motorsport.com, Selasa (14/4/2020).

1 dari 3 halaman

Bakal Kacaukan Level Teknis MotoGP

Pernyataan Ezpeleta ini disetujui Managing Director Dorna Sports, Manel Arroyo, yang via Catalunya Radio menyebut format WorldSBK akan mengacaukan level teknis MotoGP, yang motor-motor balapnya memang dirakit untuk menjalani satu balapan dengan durasi 45 menit.

"Kami tidak mempertimbangkan solusi tersebut, ini hanya salah satu rumor yang beredar. Itu sekadar spekulasi, jadi dua balapan pada pekan balap yang sama takkan terjadi," ungkap Arroyo yang juga eks Wakil Presiden FC Barcelona ini.

"Struktur kejuaraan kami saat ini, serta struktur tim dan motornya, didesain untuk kompetisi macam itu (satu balapan per seri) dengan durasi 45 menit. Mengubahnya takkan mudah untuk level teknis. Ini bukan hal mustahil, tapi tak mendukung situasi apa pun," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Belum Mau Tentukan Jadwal dan Jumlah Balapan

Sejak pengumuman penundaan MotoGP Jerez, Spanyol, pada Kamis (26/3/2020), FIM dan Dorna menolak merilis kalender balap 2020 terbaru karena situasi dunia terus berubah. Arroyo mengaku belum ada rencana memastikan jumlah balapan, dan menyatakan kalender baru hanya bisa dipastikan ketika seri perdana nanti bisa digelar.

"Ketika kami tahu kapan bisa mulai, saat itu pula kami bisa tahu berapa pekan yang kami punya sebelum Natal. Jika lihat kebutuhan logistik, jelas kami tak bisa balapan di tiap akhir pekan sampai akhir tahun. Ketika kami bisa mulai, barulah kami bisa tahu apakah akan ada 10, 16, atau 8 balapan yang bisa digelar. Tapi untuk menentukannya sekarang sangatlah berisiko," tutupnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR