BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Merendah, Suzuki Tak Mau Dibilang Punya Motor 'Sempurna' di MotoGP

02-12-2020 10:42 | Anindhya Danartikanya

Joan Mir dan Alex Rins (c) AP Photo Joan Mir dan Alex Rins (c) AP Photo

Bola.net - Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengaku pihaknya tersanjung ketika para rival menyebut motor GSX-RR sebagai motor 'sempurna' di MotoGP saat ini, walau pabrikan asal Hamamatsu, Jepang, ini tak mau besar kepala mengakuinya. Hal ini Brivio katakan via Autosport, Selasa (1/12/2020).

Musim ini, Suzuki memang sukses meraup 11 podium, yakni 7 lewat Joan Mir dan 4 lewat Alex Rins. Masing-masing rider mengoleksi satu kemenangan. Suzuki Ecstar pun jadi juara dunia tim musim ini, disusul Mir yang merebut gelar pembalap, dan Rins duduk di peringkat 3 di klasemen.

Usai bertarung dengan Mir atau Rins di trek, banyak rider yang menyebut GSX-RR terbaik motor 'sempurna' saat ini, karena cepat di mana-mana hingga sulit untuk ditantang berduel memperebutkan hasil-hasil terbaik. Namun, Brivio merendah dan justru lebih memilih menyebut GSX-RR sebagai motor 'paling seimbang'.

1 dari 3 halaman

Kombinasi antara Motor dan Pembalap

Joan Mir, Davide Brivio, dan Alex Rins (c) Suzuki Joan Mir, Davide Brivio, dan Alex Rins (c) Suzuki

"Entah apakah motor kami memang motor yang sempurna. Tapi saya rasa motor ini punya keseimbangan yang sangat baik di semua area. Mesin bagus, sasis bagus, cocok dengan segala jenis ban... dan ini juga berkat kombinasi antara motor dan pembalap, karena pembalap juga belajar," ungkap Brivio.

"Alex sudah tampil baik sejak awal, dan Joan sudah belajar cara mengendalikan ban dan mengendarai motor dengan gaya terbaik. Soal motor kami sempurna atau tidak, saya tak tahu. Motor tak pernah sempurna. Tentu ini paket yang sangat seimbang. Tapi jika pabrikan lain bilang motor kami sempurna, kami juga tak terbebani," lanjutnya.

Uniknya, keseimbangan motor GSX-RR ini diraih Suzuki ketika mereka diketahui sebagai pabrikan dengan dana balap terendah kedua di MotoGP setelah Aprilia Racing. Ini terbukti dari fakta bahwa mereka hanya menurunkan dua pembalap, dan proposal Brivio untuk menurunkan tim satelit sejak 2017 terus-terusan ditolak para bos di Jepang.

2 dari 3 halaman

Dana Balap Tipis, Harus Kreatif

Sejak kembali ke MotoGP pada 2015 lalu, Suzuki akhirnya membentuk departemen balap sendiri, yakni Suzuki Racing Company, seperti halnya Honda Racing Corporation (HRC), Yamaha Motor Racing (YMR), dan Ducati Corse. Namun, biaya balap mereka untuk MotoGP harus mereka dapatkan sendiri alih-alih dapat dari petinggi terpuncak Suzuki.

"Suzuki pabrikan besar, dan saya rasa finansialnya. Tapi dana untuk balapan tidaklah sebesar pabrikan lain. Jadi, tak punya sumber dana 'tanpa batas' memaksa kami lebih kreatif dan coba berpikir lebih jauh. Contohnya, staf kami lebih sedikit dibanding tim lain, walau kadang kami juga ingin menambah jumlah orang," tutur Brivio.

"Di lain sisi, kami jadi tak terlalu bingung. Kami harus menemukan keseimbangan yang tepat antara jumlah staf yang cukup dan tak kelewat banyak. Situasi kami oke, punya semua yang kami butuhkan, walau ada area lain dalam organisasi kami yang bisa ditingkatkan," tutup eks Manajer Tim Yamaha Factory Racing ini.

Sumber: Autosport

3 dari 3 halaman

Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020

KOMENTAR