BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Mengenal Rookie MotoGP 2021 - Bagian 1: Jorge Martin

21-01-2021 15:44 | Anindhya Danartikanya

Jorge Martin (c) KTM Ajo/Ajo.fi Jorge Martin (c) KTM Ajo/Ajo.fi

Bola.net - Tahun 2021 telah bergulir, dan kini para peserta MotoGP tengah mempersiapkan diri menjelang musim baru. Terdapat tiga wajah baru di grid 2021, dan Tim Bola.net mengulik perjalanan karier ketiga debutan ini satu per satu, dimulai dari Jorge Martin.

Jorge Martin Almoguera lahir di Madrid, Spanyol, pada 29 Januari 1998 lalu. Ia merupakan salah satu pembalap yang kerap jadi topik pembicaraan di MotoGP sejak partisipasinya di kelas-kelas balap yang lebih ringan. Kini, ia pun akan membela Ducati Corse di bawah bendera Pramac Racing.

Martin memulai kariernya sejak belia, namun kiprahnya di dunia balap internasional dimulai di Red Bull Rookies Cup pada 2012. Sayangnya, kala itu ia mengalami banyak cedera dan hanya duduk di peringkat 12. Namun, pada 2013, ia mencoba lagi dan tampil kompetitif. Ia menjadi runner up di belakang Karel Hanika.

Pada 2014, Martin malah tampil jauh lebih dominan, meraih 10 podium, yang enam di antaranya merupakan kemenangan. Ia pun sukses menyabet gelar juara, membekuk juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, dengan keunggulan 57 poin. Prestasi ini pun membuatnya dilirik oleh Aspar Team untuk diturunkan di Moto3.

1 dari 4 halaman

Debut Grand Prix dan Juara Dunia Moto3

Jorge Martin saat mengunci gelar Moto3 2018 di Sepang. (c) AP Photo Jorge Martin saat mengunci gelar Moto3 2018 di Sepang. (c) AP Photo

Martin dan Aspar sepakat bekerja sama di Moto3 2015. Martin mengendarai Mahindra, bertandem dengan Francesco 'Pecco' Bagnaia. Sayang, laju Martin terseok-seok. Ia paceklik podium dan hanya duduk di peringkat 17. Setahun setelahnya, ia lebih konsisten dan naik podium pertama kali usai finis kedua di Ceko. Namun, pada akhir musim, ia memutuskan berpisah dari Aspar dan Mahindra.

Gebrakan Martin pun terjadi saat ia membela Gresini Racing pada 2017, mengendarai Honda. Ia langsung gaspol dan jadi 'raja pole'. Total, ia meraih sembilan pole sepanjang musim, disertai sembilan podium. Sayangnya, Martin hanya meraih satu kemenangan, dan ia mengakhiri musim di peringkat keempat.

Setahun setelahnya, 'Martinator' makin dominan. Sekali lagi ia jadi 'raja pole', dengan 11 pole. Hasil balapnya juga makin oke. Dari 10 podium yang ia raih, tujuh di antaranya merupakan kemenangan. Alhasil, ia keluar jadi juara dunia, membekuk tandemnya sendiri, Fabio di Giannantonio. Hasil apik ini pun membuatnya digaet Red Bull KTM Ajo di Moto2 2019.

2 dari 4 halaman

Tetap Garang Meski Pakai 2 Sasis Berbeda di Moto2

Jorge Martin saat masih membela Red Bull KTM Ajo (c) KTM Ajo Jorge Martin saat masih membela Red Bull KTM Ajo (c) KTM Ajo

Mengendarai motor bersasis rakitan KTM, Martin mengawali debut Moto2 dengan hasil yang tak konsisten. Namun, talenta dan kecepatannya masih menjadi sorotan, dan banyak pihak yakin kedatangan podium Martin hanyalah soal waktu. Ia pun akhirnya naik podium untuk pertama kali di Moto2 usai finis ketiga di Motegi, Jepang, dilanjut dengan finis kedua di Australia.

Melihat Martin akhirnya 'panas', KTM merasa campur aduk. Mereka senang, tapi juga cemas ia tak bisa melanjutkan tren ini pada 2020, mengingat mereka takkan lagi merakit sasisnya sendiri dan bakal bekerja sama dengan Kalex. Namun, dMartin malah jauh lebih garang, langsung sengit berebut kemenangan. Sepanjang musim, ia meraih enam podium, yang dua di antaranya kemenangan.

Martin bahkan sempat jadi kandidat juara dunia, namun sayangnya ia harus absen dari Seri San Marino dan Emilia Romagna di Misano akibat terinfeksi Covid-19. Walau tampil sangat kuat setelah sembuh, Martin harus legawa mengakhiri musim di peringkat 5 pada klasemen akhir Moto2 2020 dan melihat gelar jatuh ke tangan Enea Bastianini.

3 dari 4 halaman

Naik ke MotoGP, Belum Pernah Kendarai Motor Besar

Proses naiknya Martin ke MotoGP 2021 sedikit unik. Usai dua podiumnya di Moto2 2019, ia diproyeksikan jadi pembalap KTM di MotoGP 2021, terutama saat Pol Espargaro mulai digosipkan hengkang ke Repsol Honda. Di atas kertas, kepergian Espargaro harusnya jadi kans emas Martin untuk bergabung. Namun, kans itu malah sirna.

Pasalnya, KTM lebih memilih rider berpengalaman untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Espargaro. Miguel Oliveira pun ditunjuk, sementara tempat di KTM Tech 3 diisi oleh Danilo Petrucci. Alhasil, pintu bagi Martin tertutup rapat. Saat itulah Ducati mulai serius mendekatinya, dengan tawaran diletakkan di Pramac Racing.

Kans itu semakin nyata setelah Jack Miller dipastikan pindah ke Ducati Team. Martin akhirnya dipilih untuk jadi pengganti rider Australia tersebut. Ia pun akan mengendarai Desmosedici GP20 spek pabrikan, dan debut rider berusia 22 tahun ini sangat dinanti-nantikan oleh banyak pihak.

Hal ini dikarenakan Martin ternyata belum pernah mengendarai motor berkapasitas mesin besar sampai Ducati menghadiahinya motor superbike Panigale V4S awal tahun ini. Martin sudah memakainya latihan bersama rider MotoGP dan WorldSBK di Sirkuit Cartagena, Spanyol. Para saksi mata pun menyebutnya mencatat waktu yang menjanjikan.

4 dari 4 halaman

Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021

KOMENTAR