BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Mengenal Joe Roberts, Rider Amerika yang Curi Perhatian di Moto2 Qatar

09-03-2020 13:50 | Anindhya Danartikanya

Pebalap American Racing, Joe Roberts (c) MotoGP.com Pebalap American Racing, Joe Roberts (c) MotoGP.com

Bola.net - Pebalap American Racing, Joe Roberts, sukses menggebrak dan mencuri perhatian penggemar dan pengamat balap motor usai tampil sangat kompetitif di sepanjang akhir pekan Moto2 Qatar di Sirkuit Losail pada 6-8 Maret.

Rider kelahiran 16 Juni 1997 ini mulai membuat banyak orang menoleh padanya usai dua kali mematahkan rekor lap tercepat Losail, yakni di sesi latihan bebas kedua (FP2) dan sesi kualifikasi.

Dalam sesi balap, Roberts pun diharapkan bisa menjadi rider Amerika Serikat pertama yang mampu meraih kemenangan di kelas intermediate sejak John Kocinski di GP250 Austria 1993.

Rider yang ternyata juga seorang pemain bass ini, juga diharapkan bisa menjadi rider Amerika Serikat pertama yang mampu meraih kemenangan di ajang Grand Prix sejak Ben Spies memenangi MotoGP Assen, Belanda, pada 2011 lalu.

Meski target menang tak terwujud, Roberts berhasil mencuri hati banyak orang di paddock MotoGP. Talenta dan potensinya menjadi bintang masa depan pun kini tak bisa diremehkan lagi.

Perjalanan Roberts menuju ke titik ini ternyata penuh lika-liku dan perjuangan. Seperti apa sih kisahnya? Berikut ulasannya.

1 dari 4 halaman

Masa Kecil dan Awal Karier

View this post on Instagram

A post shared by Joe Roberts (@joerobertsracer) on

Roberts mulai mengendarai motor pada usia 4 tahun, yakni di atas motor 50cc. Seperti kebanyakan rider Amerika Serikat, Roberts memulai kariernya di arena flat track, namun juga di Supermoto. Secara perlahan, ia pun berpindah ke mini road race di sirkuit-sirkuit gokart, dan akhirnya ke sirkuit besar di atas Honda RS125.

Pada usia 13 tahun, ia pun tampil kompetitif dan duduk di peringkat 3 di kelas GP125 dalam kejuaraan Serikat Pebalap Grand Prix Amerika Serikat (USGPRU) pada 2010. Pada akhir tahun yang sama, ia pun diundang seleksi Red Bull Rookies Cup untuk musim 2011, dan ia menjadi salah satu yang lolos dari 100 peserta.

Roberts pun turun di Rookies Cup selama tiga musim, langsung meraih kemenangan pada musim perdananya di Brno, Ceko, trek yang sama sekali tak ia kenal. Sayangnya, pada 2013, hasilnya tak cukup menjanjikan, hingga ia kembali ke Amerika Serikat untuk turun di AMA Supersport di atas Honda CBR600RR, dan langsung meraih lima kemenangan.

Pada 2015, Roberts pun membela Yamaha di MotoAmerica Stock600. Ia meraih 9 kemenangan dan satu posisi kedua dari 11 balapan yang ia ikuti, lalu mengunci gelar di Laguna Seca. Pada 2016, ia mengalami banyak cedera, namun pada 2017 ia kembali ke Eropa untuk turun di FIM CEV Moto2 bersama AGR Team.

2 dari 4 halaman

Pintu Menuju Kejuaraan Dunia

View this post on Instagram

A post shared by Joe Roberts (@joerobertsracer) on

Turun di FIM CEV Moto2 pun membuka peluangnya untuk mencicipi kompetisi di arena Grand Prix. Pada tahun yang sama, ia diundang oleh AGR Team untuk turun di Moto2 dalam lima balapan. Ia pun menggebrak pada balapan pertama, lagi-lagi di Brno, di mana ia start dari posisi 31 namun finis di posisi 10.

Pada 2018, rider kelahiran Los Angelers, California, ini pun digaet oleh NTS RW Racing GP. Sayangnya, ia tak bisa tampil kompetitif di atas NTS, dan hanya meraih lima poin pada akhir musim. Pada 2019, ia pun pindah ke American Racing, namun KTM juga tak bisa membuatnya nyaman.

Tahun ini, American Racing beralih menggunakan sasis Kalex, setelah KTM memutuskan mundur dari Moto2 akhir tahun lalu. Dibantu oleh pelatih balap yang juga eks rider MotoGP, John Hopkins, kepercayaan diri Roberts pun melonjak dan semakin nyaman berkendara.

3 dari 4 halaman

Gebrakan di Latihan dan Kualifikasi Moto2 Qatar

View this post on Instagram

Pole position!! This one is for all of you 🇺🇸

A post shared by Joe Roberts (@joerobertsracer) on

Kerja keras Roberts, didukung motor yang mumpuni dan lingkungan kerja yang beratmosfer positif, langsung terbukti dalam seri perdana Moto2 2020 di Qatar. Dalam sesi latihan bebas kedua (FP2), Jumat (6/3/2020), ia mematahkan rekor lap Losail dengan 1 menit 58,421 detik.

Rekor ini pun bertahan sehari saja. Dalam sesi kualifikasi pada Sabtu (7/3/2020), Roberts merebut pole dengan catatan waktu 1 menit 58,136 detik.

Ia berbagi rekor ini dengan rider Sky Racing VR46, Luca Marini, yang lebih dulu mencatatkan waktu tersebut. Meski begitu, Roberts berhak mendapatkan pole setelah lap sebelumnya lebih cepat ketimbang Marini.

Roberts juga menjadi rider Amerika Serikat pertama yang sukses merebut pole di di Moto2 sejak Kenny Noyes di Le Mans, Prancis, pada 2010 lalu, Ia juga rider Amerika Serikat pertama yang meraih pole di ajang Grand Prix sejak Ben Spies di MotoGP Indianapolis 2010.

4 dari 4 halaman

Aksi dalam Sesi Balap Moto2 Qatar

Pebalap American Racing, Joe Roberts (c) American Racing Pebalap American Racing, Joe Roberts (c) American Racing

Memulai balapan dari pole, start Roberts masih kalah baik dibanding Marini, yang langsung memimpin sejak tikungan pertama pada lap pembuka. Roberts pun harus susah payah mempertahankan posisi kedua dari rider Italtrans Racing, Enea Bastianini.

Roberts dan Bastianini pun terus saling saling, hingga tersusul oleh Tetsuta Nagashima, Remy Gardner, dan Lorenzo Baldassarri. Kelima pebalap ini pun bergantian mengambil alih posisi kedua, sampai akhirnya ban depan Marini aus pada Lap 14 dan terjun bebas ke belakang.

Sayangnya, meski sempat memimpin balapan, Roberts harus puas finis keempat di belakang Nagashima, Baldassarri, dan Bastianini. Meski kecewa gagal menang, Roberts meyakini performa dan hasil yang apik ini adalah tanda ia punya potensi untuk bertarung di papan atas pada sisa musim.

Kini Roberts pun harus menunggu balapan selanjutnya, yang belum bisa dipastikan di mana dan kapan akan digelar, mengingat seri-seri perdana berbagai kejuaraan balap tahun ini sangat terpengaruh oleh merebaknya wabah virus corona.

Apakah Roberts bisa meneruskan momentum positif ini? Kita nantikan di balapan selanjutnya ya!

KOMENTAR