Maverick Vinales Tekad Kubur Kontroversi Yamaha Lewat Kemenangan Bareng Aprilia di Austria

Anindhya Danartikanya | 11 Agustus 2022, 12:40
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Bola.net - Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales, punya misi khusus jelang MotoGP Austria di Red Bull Ring, Spielberg, 19-21 Agustus 2022. Ia bertekad meraih kemenangan perdana di atas RS-GP, yang juga akan jadi aksi balas dendam atas kontroversinya dengan Monster Energy Yamaha di trek yang sama setahun lalu.

Seperti yang diketahui, pada Juni 2021, Vinales dan Yamaha menyatakan keputusan berpisah pada akhir musim, yakni setahun lebih awal dari kontrak yang mereka sepakati. Namun, perpisahan ini ternyata dilakukan lebih awal, setelah Vinales sengaja kelewat menggeber motornya dalam balapan Seri Styria.

Kala itu, Vinales frustrasi karena tak bisa kompetitif. Namun, Yamaha menyebut aksinya bisa merusak mesin YZR-M1 dan menciptakan bahaya. Alhasil, pabrikan Garpu Tala menjatuhkan skorsing kepadanya di Seri Austria, dan memutuskan berpisah dengan efek langsung. Pada sisa musim, Vinales pun membela Aprilia.

"Saya sangat percaya pada proyek Aprilia. Saya juga sangat percaya pada diri saya sendiri. Saya selalu merasa ini hanya soal waktu, hanya soal kerja keras," ungkap Vinales kepada MotoGP.com, usai finis kedua dan sengit berebut kemenangan dengan Pecco Bagnaia di Silverstone, Inggris, pada Minggu (7/8/2022).

1 dari 3 halaman

Bakal Terasa Bagai Mimpi

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Bersama Aprilia, Vinales memang sempat terseok-seok beradaptasi. Pasalnya, RS-GP merupakan mesin V4 90° pertama yang pernah ia kendarai di MotoGP, mengingat ia selalu mengendarai mesin in-line 4 di Suzuki dan Yamaha. Meski begitu, dalam tiga balapan terakhir, Top Gun menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Dalam Seri Jerman, ia mengancam Aleix Espargaro dalam perebutan posisi ketiga sebelum gagal finis akibat kerusakan rear ride height device. Dalam Seri Belanda, ia menggebrak dengan finis ketiga. Dalam Seri Inggris, Vinales bahkan menjadi momok menakutkan bagi Bagnaia dalam perebutan kemenangan.

Melihat tren apik ini, Vinales berharap bisa menang di Seri Austria. "Itulah impian saya. Jika kami bisa memenuhi obyektif itu di Austria, maka itu akan benar-benar terasa seperti mimpi. Pasalnya, Anda tahu, bahwa saya pernah mengalami 'momen buruk' di sana. Namun, apa pun memang bisa terjadi," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Kontroversi dengan Yamaha Jadi Motivasi Ekstra

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Juara dunia Moto3 2013 ini mengaku tak lagi kepikiran soal kontroversinya dengan Yamaha. Namun, apa yang terjadi di Austria tahun lalu jelas memberi lecutan semangat tersendiri. "Semua itu sudah jadi masa lalu, dan saya sangat berkonsentrasi pada masa sekarang. Meski begitu, saya jelas punya motivasi ekstra," ucapnya.

Melihat Espargaro tampil sangat kompetitif musim ini, apalagi ikut memperebutkan gelar dunia bersama Fabio Quartararo, Vinales jadi yakin ia punya potensi yang sama. Kini memiliki motor yang benar-benar cocok untuk gaya balapnya, pembalap berusia 27 tahun ini jadi bisa lebih fokus bekerja mencari hasil terbaik.

"Kami tahu kami punya potensi melaju di depan, bertarung sengit dalam balapan, seperti yang kami tunjukkan dalam balapan-balapan sebelumnya. Kami fokus pada diri sendiri, tetap maksimal dengan motor dan treknya. Saya terus berkendara, terus percaya, dan terus mencoba untuk fokus pada hal-hal yang tepat," tutupnya.

3 dari 3 halaman

Klasemen Sementara MotoGP 2022

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Berkat podiumnya di Silverstone, kini Vinales naik ke peringkat 9 pada klasemen pembalap dengan 82 poin, hanya tertinggal 2 poin dari rider Suzuki Ecstar, Alex Rins. Berikut klasemen sementara MotoGP usai Seri Inggris.

  1. Fabio Quartararo - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 180
  2. Aleix Espargaro - Aprilia Racing - Aprilia - 158
  3. Francesco Bagnaia - Ducati Lenovo Team - Ducati - 131
  4. Enea Bastianini - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 118
  5. Johann Zarco - Prima Pramac Racing - Ducati - 114
  6. Jack Miller - Ducati Lenovo Team - Ducati - 107
  7. Brad Binder - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 98
  8. Alex Rins - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 84
  9. Maverick Viñales - Aprilia Racing - Aprilia - 82
  10. Miguel Oliveira - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 81
  11. Jorge Martin - Prima Pramac Racing - Ducati - 81
  12. Joan Mir - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 77
  13. Marco Bezzecchi - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 61
  14. Marc Marquez - Repsol Honda Team - Honda - 60
  15. Luca Marini - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 56
  16. Takaaki Nakagami - LCR Honda IDEMITSU - Honda - 45
  17. Pol Espargaro - Repsol Honda Team - Honda - 42
  18. Alex Marquez - LCR Honda CASTROL - Honda - 27
  19. Franco Morbidelli - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 26
  20. Fabio Di Giannantonio - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 18
  21. Darryn Binder - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
  22. Andrea Dovizioso - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
  23. Remy Gardner - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 9
  24. Raul Fernandez - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 5
  25. Stefan Bradl - Repsol Honda Team - Honda - 0
  26. Michele Pirro - Aruba.it Racing - Ducati - 0
  27. Lorenzo Savadori - Aprilia Racing - Aprilia - 0

Sumber: MotoGP

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR