Marc Marquez: Kenapa Saya Harus Pindah Tim?

Anindhya Danartikanya | 28 Januari 2019, 13:00
Marc Marquez: Kenapa Saya Harus Pindah Tim?
Marc Marquez (c) AP

Bola.net - - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku takkan protes apabila Honda Racing Corporation (HRC) berniat melakukan pengembangan dua RC213V berbeda demi memenuhi kebutuhan gaya balap Marquez dan sang tandem anyar, Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Hal tersebut dinyatakan Marquez kepada Marca.

Mengawinkan 12 gelar dunia, Marquez dan Lorenzo memang dikenal memiliki gaya balap yang berbeda jauh. Marquez dikenal sangat agresif, sementara Lorenzo punya gaya yang lebih mulus dan konsisten. Direktur Teknis HRC, Takeo Yokoyama bahkan telah menyatakan pihaknya akan bersedia menyediakan 'hal spesial' untuk mempermudah adaptasi Lorenzo.

"Kami akan mempertahankan filosofi Honda. Kami punya dua rider pabrikan dan jika kami menginginkan hal berbeda, kami bakal merakit dua motor berbeda. Jika Jorge meminta, kami akan melakukan hal spesial. Saya sangat penasaran atas apa yang diinginkan Jorge," ujarnya lewat Speedweek.

1 dari 2 halaman

Sudah Terbiasa

Marquez sendiri mengaku takkan mempersoalkan hal tersebut. Menurutnya, metode kerja ini sudah dilakukan HRC sejak lama, yakni saat ia masih bertandem dengan Dani Pedrosa pada 2013-2018. Tujuh kali juara dunia ini menyatakan bahwa hal terpenting adalah para rider harus memiliki indikasi yang sama saat menghadapi sebuah masalah teknis.

"Saya rasa, takkan jadi masalah bagi Honda, karena saat saya bertandem dengan Dani, memang sudah ada dua gaya balap yang sangat berbeda. Meski gaya balap kami beda, yang terpenting adalah semua rider memiliki feeling yang sama soal motor kami. Inilah alasan takkan jadi masalah bila kami harus mengembangkan dua prototipe berbeda," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Ogah Tinggalkan Honda

Marquez pun yakin langkah yang dilakukan HRC untuk membantu Lorenzo bukanlah sebuah bentuk 'pengkhianatan', yang bakal membuatnya mencari tempat di tim lain. Rider 25 tahun ini menyatakan, selama HRC memperlakukannya dengan baik, ia takkan pindah tim, meski KTM sudah gencar mengincarnya sejak 2017.

"Saya baru saja memperbarui kontrak, meski Anda takkan tahu apa yang akan terjadi di keesokan hari, apakah saya akan benar-benar butuh motivasi baru. Tapi impian saya adalah membela Repsol Honda. Jadi mengapa saya harus pindah tim? Yang penting adalah Anda dihargai dan bisa meraih hasil baik. Repsol Honda adalah impian saya, dan saya harap bisa terus 'bermimpi' selama beberapa tahun ke depan," tutupnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR