Lin Jarvis Konfirmasi Raul Fernandez Ingin Bela Yamaha, Bukan KTM

Anindhya Danartikanya | 19 Desember 2021, 21:07
Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez (c) KTM Images
Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez (c) KTM Images

Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, menegaskan Raul Fernandez lah yang mendatangi pihaknya untuk menyatakan ketertarikan kerja sama di MotoGP 2022, sebelum terjadi kontroversi dalam skuad KTM pada Agustus lalu. Hal ini dikatakan Jarvis lewat Moto Revue seperti yang dikutip Motosprint, Sabtu (18/12/2021).


Selama dua musim terakhir, Fernandez memang jadi 'barang panas' di MotoGP. Rider Spanyol ini belum pernah merebut gelar dunia, namun tampil sangat gemilang di Moto3 dan Moto2, bahkan jadi rival terkuat Remy Gardner dalam perebutan gelar Moto2 2020. KTM sendiri telah memprediksi performanya yang meledak-ledak sejak lama.

Pada akhir 2019, KTM memberi Fernandez kontrak tiga tahun. Dua tahun pertama pun ia taati, dengan membela Red Bull KTM Ajo di Moto3 2020 dan Moto2 2021. Namun, ia ternyata ingin membela Yamaha lewat tim satelitnya di MotoGP 2022. Demi mewujudkan keinginannya itu, ia harus cari cara untuk memutuskan kontraknya dengan KTM.

1 dari 2 halaman

Merasa Harus Dengarkan Raul Fernandez

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis (c) Yamaha

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis (c) Yamaha

Dalam MotoGP Austria, manajer Fernandez, Jordi Arilla menemui Jarvis di sebuah restoran. Dalam pertemuan itu, Jarvis dan Yamaha dikabarkan sepakat hendak membeli kontrak Fernandez dari KTM senilai 500.000 euro. Namun, pada hari yang sama, Fernandez mendadak diumumkan membela Tech 3 KTM Factory Racing.

Pengumuman KTM itu bikin Fernandez naik pitam karena dua alasan. Yang pertama, pengumuman itu membuat asanya membela Yamaha pupus. Yang kedua, pengumuman itu dirilis tanpa izinnya. Jarvis pun iba, namun sejak awal sudah tegas Yamaha hanya mau menggaet Fernandez jika sudah 'bebas' dari kontrak KTM.

"Raul datang kepada kami, karena ia ingin mengendarai Yamaha. Ketika seseorang dengan talenta seperti itu mendatangi Anda, Anda harus mendengarkannya. Kami pun bilang padanya, tentu kami sangat tertarik. Tapi kami juga tegaskan padanya, bahwa sang pembalap harus 'bebas' (dari kontrak apa pun)," kisah pria asal Inggris tersebut.

2 dari 2 halaman

Jadinya Gaet 2 Rider Lain

Matteo Ballarin, Darryn Binder, Razlan Razali, Andrea Dovizioso, dan Lin Jarvis (c) MotoGP.com

Matteo Ballarin, Darryn Binder, Razlan Razali, Andrea Dovizioso, dan Lin Jarvis (c) MotoGP.com

"Kami tak mau terlibat pertikaian hukum dengan pabrikan lain di industri yang sama. Itu bukan cara kerja kami. Jadi, kami tegaskan dengan sangat jelas. Raul coba mencari cara memutuskan kontraknya (dengan KTM), tapi pada akhirnya tak bisa. Kini ia naik ke MotoGP bareng KTM, yang saya rasa tak terlalu buruk untuknya," lanjut Jarvis.

Selain gagal menggaet Fernandez, Yamaha juga gagal menggaet Toprak Razgatlioglu. Alhasil, WithU Yamaha RNF MotoGP Team menggaet Andrea Dovizioso dan Darryn Binder. Dovizioso, yang merupakan tiga kali runner up MotoGP dan kini berusia 35 tahun, diharapkan bisa membimbing Binder yang naik dari Moto3 ke MotoGP.

"Dovi punya banyak pengalaman, dan tim tersebut saat ini butuh pemimpin, sebuah titik referensi. Dua pembalap dengan latar belakang yang sangat berlainan merupakan pilihan yang sangat berani. Darryn bisa banyak belajar dari Andrea. Tim ini memang harus bangkit demi merencanakan masa depan mereka," pungkas Jarvis.

Sumber: Moto Revue, Motosprint

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR