BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

KTM Tech 3: Iker Lecuona Bertalenta Besar, Tapi Harus Banyak Belajar

22-01-2021 14:53 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Red Bull KTM Tech 3, Iker Lecuona (c) Tech 3 Pembalap Red Bull KTM Tech 3, Iker Lecuona (c) Tech 3

Bola.net - Manajer Tim Tech 3 KTM Factory Racing, Herve Poncharal, sangat percaya bahwa sang rider muda, Iker Lecuona, punya talenta hebat dan potensi besar. Namun, agar kemampuannya terasah dan bisa tampil garang di MotoGP, ia diminta Poncharal lebih telaten dalam belajar. Hal ini Poncharal sampaikan via Speedweek, Kamis (21/1/2021).

Tech 3 menggaet Lecuona pada 2019 sebagai pengganti Hafizh Syahrin. Rider Spanyol ini bahkan menjalani debut MotoGP lebih dulu dengan turun di Seri Valencia. Lecuona sendiri dikenal sebagai rider bertalenta, walau baru turun di ajang road race pada 2017, usai menggeluti arena supermoto, di mana ia pernah jadi juara nasional.

Musim lalu, debut penuh Lecuona di MotoGP memang tak begitu mulus. Pada seri-seri pertama, ia kerap kelelahan, namun ia bekerja keras agar lebih bugar. Poncharal pun masih getol percaya padanya. "Jika lihat Iker di trek, Anda pasti yakin ia rider yang tahu benar cara naik motor balap. Itu sudah jelas," ujar Poncharal.

"Mike Leitner (Manajer Tim Red Bull KTM Factory Racing) punya opini yang sama. Ia kerap mendatangi saya usai Iker jatuh dan bilang, 'Herve, ini bagian dari proses belajar' karena lebih sulit bikin rider lamban jadi cepat ketimbang bikin rider cepat mengurangi jumlah kecelakaan. Kami pun sepakat soal ini. Kami tak perlu cemas," lanjutnya.

1 dari 3 halaman

Potensi Jelas, Talenta Besar, Masih Harus Belajar

Pembalap Red Bull KTM Tech 3, Iker Lecuona (c) KTM/Tech 3 Pembalap Red Bull KTM Tech 3, Iker Lecuona (c) KTM/Tech 3

Gebrakan Lecuona mulai terlihat di Seri Emilia Romagna, saat ia bertarung di enam besar. Sayang, menjelang finis, ia malah terjatuh. "Dengan dua lap tersisa, Iker di posisi 6, tepat di belakang Miguel Oliveira. Sayang, ia hilang fokus dan mengalami kecelakaan bodoh karena rider di belakangnya berjarak enam detik," kisah Poncharal.

"Tapi kami melihat potensinya dengan jelas. Tapi kami masih harus mengajarkan banyak hal padanya. Iker mengingatkan saya kepada serigala muda. Ia punya talenta besar, namun ia masih harus belajar memahami aspek-aspek penting," lanjut pria asal Prancis ini.

Satu-satunya hal yang disesalkan Poncharal adalah Lecuona harus absen di tiga seri terakhir 2020. Awalnya, ia harus isolasi mandiri karena sang kakak positif Covid-19. Namun, saat hendak berangkat ke Portugal, justru ia sendiri yang positif Covid-19. Alhasil, jam terbang Lecuona pun berkurang drastis.

2 dari 3 halaman

Wajibkan Konsisten Masuk 10 Besar

"Hal yang saya sesalkan hanyalah Iker harus absen tiga balapan karena Covid-19. Padahal balapan-balapan itu bakal penting karena ia masih punya banyak hal untuk dipelajar. Yang ia paling ia butuhkan adalah lap dan balapan. Semoga ia dibebaskan dari masalah Covid-19 pada 2021," tutur Poncharal.

Dalam wawancara yang sama, Poncharal juga menjelaskan target macam apa yang dipatok timnya untuk Lecuona. Ia mengaku ingin rider berusia 20 tahun itu lebih kompetitif dan lebih konsisten memperebutkan posisi 10 besar, serta belajar banyak dari tandem barunya yang lebih senior, Danilo Petrucci.

"Target untuk Iker adalah memperebutkan posisi 10 besar secara konsisten. Kami tahu level performa KTM, dan itulah alasan Iker harus mengalami kemajuan besar pada tahun kedua. Tiap tahun sangatlah krusial bagi setiap pembalap, baik bagi Iker, Danilo, maupun semua pembalap," pungkas Poncharal.

Sumber: Speedweek

3 dari 3 halaman

Video: Alex Rins Menangi MotoGP Aragon 2020

KOMENTAR