BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

KTM Serang Ducati, Tak Terima Dituduh Monopoli Program Junior MotoGP

24-01-2022 10:20 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Red Bull KTM Ajo, Pedro Acosta (c) Red Bull KTM Ajo
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Pedro Acosta (c) Red Bull KTM Ajo

Bola.net - Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer, naik pitam usai Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, pada pertengahan 2021 mengkritik keterlibatan KTM yang terlalu dalam di program junior MotoGP. Sebagai catatan, KTM adalah suplier tunggal motor untuk Red Bull Rookies Cup, dan turun di ajang JuniorGP (dulu CEV Moto3) dan Moto3.

Sebanyak 18 dari 24 rider MotoGP 2022 diketahui pernah membela KTM di tiga ajang junior di atas, serta Moto2 dan MotoGP. Tardozzi pun mengeluh KTM terlalu superior dalam pengembangan rider muda, hingga kebanyakan bintang masa depan memiliki kontrak eksklusif dengan KTM dan sulit bagi pabrikan lain untuk menggaet mereka.

Contohnya Jorge Martin, yang membela Red Bull KTM Ajo di Moto2 2019 dan 2020. Pada pertengahan 2020, Martin ingin naik ke MotoGP 2021 bersama Pramac Racing, yakni tim satelit Ducati. Biasanya, seorang rider Moto2 bakal dilepaskan begitu saja oleh timnya ketika dapat tawaran ke MotoGP meski masih terikat kontrak dengan tim terkait.

Namun, tak begitu adanya dalam kasus Martin. Meski masih punya kontrak setahun dengan KTM, ia tak dilepas begitu saja. Ia justru diwajibkan membayar denda jika ingin naik ke MotoGP bersama pabrikan lain. Alhasil, juara dunia Moto3 2018 itu dikabarkan membayar sejumlah uang kepada KTM demi dilepaskan ke Pramac dan Ducati.

1 dari 3 halaman

Sindir Ducati Tak Punya Motor Moto3

Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi (c) Ducati Corse
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi (c) Ducati Corse

Beirer pun tak terima atas keluhan yang disampaikan Tardozzi. Ia menegaskan pihaknya tak pernah memaksa seorang pembalap untuk bertahan di KTM jika ingin pindah ke tim lain. Pria asal Austria ini juga menyatakan Ducati dilarang mengeluhkan keterlibatan KTM di Rookies Cup, JuniorGP, dan Moto3 jika mereka sendiri tak punya motor di kelas-kelas yang lebih ringan.

"Pertama, kami tak pernah bikin kontrak yang mencekik. Kedua, Anda tak bisa memaksa seorang rider berhenti jika ingin pindah ke tim lain. Jadi, sungguh tak masuk akal menuduh kami membuat kontrak yang mengikat. Kami memang menyuplai motor di Rookies Cup, tapi kami tak menandatangani kontrak apa pun dengan para rider karena mereka belum cukup umur," tuturnya.

Beirer bahkan bersedia mengajak Ducati bekerja sama untuk mengembangkan rider muda. "Saya tak tahu apa yang dimakan Davide pagi itu, ketika ia mengatakan itu semua. Jika ia mengatakan sesuatu soal kompetisi yang tak adil, saya hanya bisa mengundang Ducati secara hangat untuk bekerja dalam program rider muda. Tapi saya tak ingat adanya motor Moto3 Ducati," sindirnya.

2 dari 3 halaman

KTM Kucurkan Dana Besar, Ducati Andalkan VR46 Academy

Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer (c) KTM Images/Sebas RomeroDirektur KTM Motorsport, Pit Beirer (c) KTM Images/Sebas Romero

Beirer juga memperingatkan Ducati bahwa KTM telah mengucurkan dana yang sangat masif demi program rider junior dan melahirkan bintang-bintang mereka sendiri. Di lain sisi, Ducati belakangan lebih sering mencomot pembalap dari VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi, yakni Pecco Bagnaia, Luca Marini, dan Marco Bezzecchi.

"Pengembangan talenta muda secara relatif butuh uang besar, jutaan euro tiap tahun bagi kami. Jika sebuah pabrikan mendidik anak muda dengan uang yang sedikit, maka itu tidak bagus. Jadi, Ducati seharusnya pikirkan saja soal bagaimana caranya mengembangkan talenta muda," ungkap Beirer, yang merupakan eks rider motocross ini.

"Kini mereka dapat rider dari VR46 Riders Academy, yakni akademi milik Valentino Rossi. Itu cara yang cerdas. Tapi mereka harusnya melakukannya sendiri, dan tak mengeluhkan program pengembangan rider muda kami yang kompleks. Kritik kepada KTM adalah bukti bahwa Ducati sedang goyah," pungkas Beirer.

3 dari 3 halaman

Para Rider MotoGP 2022 'Lulusan' KTM

Miguel Oliveira dan Brad Binder (c) KTM/MotoGP.com
Miguel Oliveira dan Brad Binder (c) KTM/MotoGP.com

Maverick Vinales: Moto3 2013 (Team Calvo)

Jack Miller: Moto3 2014 (Red Bull KTM Ajo)

Francesco Bagnaia: Moto3 2014 (Sky Racing VR46)

Alex Marquez: Moto3 2013 (Estrella Galicia 0,0)

Fabio Quartararo: Moto3 2016 (Leopard Racing)

Darryn Binder: Red Bull Rookies Cup 2014, Moto3 2017-2020 (Platinum Bay Real Estate, Red Bull KTM Ajo, CIP Green Power)

Johann Zarco: Red Bull Rookies Cup 2007, MotoGP 2019 (Red Bull KTM Factory Racing)

Jorge Martin: Red Bull Rookies Cup 2012-2014, Moto2 2019 dan 2020 (Red Bull KTM Ajo)

Marco Bezzecchi: Moto3 2018 (Redox PrustelGP), Moto2 2019 (Red Bull KTM Tech 3)

Enea Bastianini: Red Bull Rookies Cup 2013, Moto3 2014 (Junior Team Go&Fun)

Brad Binder: Red Bull Rookies Cup 2009-2011, Moto3 2012 (RW Racing GP), Moto3 2015-2016 (Red Bull KTM Ajo), Moto2 2017-2019 (Red Bull KTM Ajo), MotoGP 2020-2024 (Red Bull KTM Factory Racing)

Miguel Oliveira: Red Bull Rookies Cup 2008, Moto3 2015 (Red Bull KTM Ajo), Moto2 2017-2018 (Red Bull KTM Ajo), MotoGP 2020-2022 (Red Bull KTM Factory Racing)

Raul Fernandez: Red Bull Rookies Cup 2015-2016, CEV Moto3 2014-2015 dan 2018, Moto3 2019 (Aspar Team), Moto3 2020 (Red Bull KTM Ajo), Moto2 2021 (Red Bull KTM Ajo), MotoGP 2021 (Tech 3 KTM Factory Racing)

Remy Gardner: CEV Moto3 2013-2014, Moto2 2021 (Red Bull KTM Ajo), MotoGP 2021 (Tech 3 KTM Factory Racing)

Pol Espargaro: MotoGP 2017-2020 (Red Bull KTM Factory Racing)

Marc Marquez: CEV 125cc 2007, GP125 2008-2009 (Repsol KTM 125, Red Bull KTM Motorsport)

Joan Mir: Red Bull Rookies Cup 2013-2014, Moto3 2016 (Leopard Racing)

Alex Rins: Moto3 2014 (Estrella Galicia 0,0)

Sumber: Speedweek

KOMENTAR