BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

KTM Pede Raul Fernandez Takkan Gantikan Valentino Rossi di Petronas

14-06-2021 12:28 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo/Ajo.fi Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo/Ajo.fi

Bola.net - CEO KTM, Stefan Pierer, santai saja mendengar gosip bahwa rider Red Bull KTM Ajo Moto2, Raul Fernandez, kini saling lirik dengan Petronas Yamaha SRT untuk menjadi pengganti Valentino Rossi di MotoGP 2022. Kepada Speedweek, Jumat (11/6/2021), Pierer menegaskan pihaknya punya kontrak panjang dengan Fernandez.

Fernandez memang menjadi perbincangan hangat MotoGP sejak tahun lalu, saat ia masih turun di Moto3 bersama KTM Ajo. Kala itu, ia meraih enam pole, empat podium, termasuk dua kemenangan. Prestasi ini membuat KTM Ajo menaikkannya ke Moto2 tahun ini. Rider Spanyol itu pun ternyata langsung tampil menggebrak.

Dalam tujuh seri pertama, ia sukses meraih lima podium, termasuk dua kemenangan. Ia juga telah mengantongi dua pole, dan tengah menduduki peringkat kedua klasemen dengan 128 poin, hanya tertinggal 11 poin dari sang tandem, Remy Gardner, yang sudah dipastikan akan naik ke MotoGP 2022 bersama Tech 3 KTM Factory Racing.

Menterengnya performa Fernandez ini pun memunculkan gosip bahwa Petronas Yamaha SRT tengah mengincarnya, mengingat Valentino Rossi kian dekat dengan keputusan pensiun akhir musim ini walau belum ada pernyataan resmi dari The Doctor. Namun, Pierer menyatakan Fernandez punya kontrak jangka panjang dengan KTM.

1 dari 3 halaman

Cemas Lihat Rider Muda Disarankan Langgar Kontrak

CEO KTM, Stefan Pierer (c) KTM Images CEO KTM, Stefan Pierer (c) KTM Images

Pierer juga menegaskan pihaknya sangat menentang pihak-pihak yang mendorong Fernandez memutus kontraknya dengan KTM. "Kami punya kontrak jangka panjang dengan para rider kami. Ini adalah subyek yang saya yakini harus kami edukasikan pada lingkungan ini (MotoGP)," tutur pria asal Austria ini.

"Saya rasa sangat mencemaskan melihat para rider muda, kadang berusia 17 tahun, sudah disarankan melanggar kontrak. Saya sudah mengatakan ini pada bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta. Kami takkan bisa disiplin dengan metode ini. Kami punya kontrak jangka panjang dengan para rider kami, jadi kami relatif rileks," lanjutnya.

Rasa cemas Pierer ini dipicu oleh apa yang terjadi antara KTM dan Jorge Martin pada 2020. Seperti Fernandez, Martin sempat membela KTM Ajo di Moto2 pada 2019 dan 2020. Ia sempat digadang-gadang akan naik ke MotoGP 2021 bersama Tech 3 KTM, namun isu KTM lebih memilih Danilo Petrucci membuatnya merasa tak diinginkan secara serius.

2 dari 3 halaman

Belajar dari Kasus Jorge Martin

Jorge Martin (c) KTM Ajo/Ajo.fi Jorge Martin (c) KTM Ajo/Ajo.fi

Martin pun segera melakukan pembicaraan dengan Ducati Corse dan Pramac Racing pada Mei 2020, bahkan sebelum musim balap dimulai. Sebulan kemudian, rider berusia 23 tahun ini resmi membela Pramac di MotoGP 2021, meski kontraknya dengan KTM kala itu memiliki syarat bahwa ia tak boleh mengumumkan apa pun sampai September 2020.

"Jorge sudah bayar denda untuk itu. Namun, ia memang tak cocok dengan kami. Jadi, bukan tanpa alasan saya bilang ia harus pergi. Saya coba bekerja dengan para rider yang membela kami begitu lama dan yang mewakili perusahaan kami," ungkap Pierer, yang mengaku bangga pada relasi KTM dengan Miguel Oliveira dan Brad Binder.

Kedua rider ini membela KTM dan Red Bull sejak 2015 dan kini kompak membela Red Bull KTM Factory Racing. Ia pun berharap hal ini terulang dengan rider muda KTM lainnya. "KTM ini bagaikan keluarga. Dengan Miguel dan Brad, yang sudah membela kami nyaris satu dekade, kini kami punya hubungan yang sungguh berbeda," tutup Pierer.

Sumber: Speedweek

3 dari 3 halaman

Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP

KOMENTAR