'Kontrak Baru Pecco Bagnaia? Keputusan Tak Sepenuhnya di Tangan Ducati'

Anindhya Danartikanya | 20 Desember 2021, 12:50
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) AP Photo
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) AP Photo

Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, tak memungkiri dirinya menginginkan kerja sama jangka panjang dengan Francesco Bagnaia di MotoGP. Namun, ia menyatakan bahwa keputusan itu tak semata-mata ada di tangan pihaknya, melainkan juga tergantung pada kemauan Bagnaia sendiri.


Bagnaia bergabung dengan Ducati pada 2019 lalu lewat Pramac Racing. Musim 2021 pun menjadi musim perdananya di Ducati Lenovo Team. Meski tadinya tak terlalu diunggulkan seperti sang tandem, Jack Miller, 'Pecco' justru membuktikan diri dengan langsung menjadi salah satu kandidat juara dunia.

Musim ini, Bagnaia menjadi runner up di belakang Fabio Quartararo. Ia mengoleksi 9 podium, 4 kemenangan, dan 6 pole. Tak hanya itu, ia kerap menunjukkan performa gemilang dengan ritme balap yang sangat konsisten. Seluruh kemenangan pun ia raih dengan cara yang sangat dominan sepanjang balapan.

1 dari 2 halaman

Yakin Sama-Sama Masih Ingin Kerja Bareng

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna (c) Ducati CorseGeneral Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna (c) Ducati Corse

Melihat penampilan Bagnaia pada 2021, Dall'Igna sangat berharap rider Italia itu bisa mengulang bahkan melampaui prestasi itu pada 2022. Namun, perlu dicatat bahwa kontrak terkini Bagnaia juga akan habis pada akhir 2022. Dall'Igna pun mengaku ingin memberikan perpanjangan kontrak pada Bagnaia.

Meski begitu, eks Direktur Teknis Aprilia Racing ini tak memungkiri bahwa demi mewujudkannya, Bagnaia juga harus merasa nyaman di Ducati. "Bekerja sama dalam waktu lama bersama Pecco adalah hal yang saya harapkan, dan sesuatu yang ingin saya wujudkan," ungkap Dall'Igna via GPOne, Jumat (17/12/2021).

"Namun, seperti biasanya, untuk mencapai kontrak tertentu, harus ada kesepakatan dari dua belah pihak. Jadi, ini tak hanya tergantung pada kami, melainkan padanya juga. Meski begitu, tentu ini adalah hal yang saya yakini kami berdua inginkan," lanjut pria berusia 55 tahun tersebut.

2 dari 2 halaman

Jack Miller vs Jorge Martin

Jorge Martin dan Jack Miller (c) Ducati Corse

Jika melihat gelagatnya, Bagnaia tentu ingin bertahan di Ducati selama mungkin. Ia bahkan menjadi kans besar Ducati demi meraih gelar dunia pembalap untuk pertama kali sejak 2007 lewat Casey Stoner. Apalagi, kedua belah pihak sama-sama berasal dari Italia dan berhasrat mewujudkan gelar dunia bersama.

Meski begitu, pertanyaan terbesar justru siapa yang akan menjadi tandem Bagnaia pada 2023 nanti. Miller memang merupakan rider yang paling lama membela Ducati, yakni sejak 2018, dan masih cukup muda dengan usia 26 tahun. Namun, rider Australia itu sudah mulai terancam oleh rider Pramac Racing, Jorge Martin.

Sebagai catatan, musim ini Miller duduk di peringkat 4 dengan 5 podium dan 2 kemenangan, sementara Martin duduk di peringkat 9 dengan 4 podium dan 1 kemenangan. Paruh pertama musim 2022 pun akan sangat krusial bagi mereka. Siapa pun yang tampil lebih mentereng, akan dapat kursi di Ducati Lenovo Team pada 2023.

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR