BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kisah-Kisah Unik Pebalap MotoGP yang Ganti Nomor Balap

06-01-2020 10:25 | Anindhya Danartikanya

Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha

Bola.net - Lima tahun terakhir digadang-gadang sebagai tahun-tahun terbaik MotoGP, kompetisi yang makin ketat pun semakin menarik minat banyak penggemar, dan para rider muda dan baru pun makin banyak berdatangan pula di kelas tertinggi.

Para rider baru yang datang ini tentu saja sangat fokus pada performa mereka di lintasan, meski begitu mereka juga tak boleh melupakan beberapa hal kecil yang cukup penting, seperti nomor balap mereka.

Nomor balap seolah menghadirkan sugesti tertentu dalam mentalitas pebalap. Nomor pilihan mereka secara tak sadar juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi karena dianggap mampu mewakili karakter mereka di lintasan.

Sayangnya, nomor balap juga tak bisa asal dipilih, karena beberapa nomor pastinya telah dimiliki oleh para rival, dan beberapa di antaranya juga telah dipensiunkan, yang artinya tak boleh dipakai lagi.

Alhasil, ada beberapa pebalap yang selama dua musim terakhir ini harus berganti nomor, dan mereka juga punya kisah unik yang melatarbelakangi keputusannya. Siapa saja sih mereka? Simak yang berikut ini ya, Bolaneters!

1 dari 5 halaman

Francesco Bagnaia

Francesco Bagnaia (c) Pramac Racing Francesco Bagnaia (c) Pramac Racing

Francesco Bagnaia menjalani debutnya di Moto3 pada 2013 dengan nomor 4, namun berganti ke nomor 21 saat ia membela Sky Racing VR46 pada 2014. Nomor 21 dipilih karena Sky merupakan stasiun televisi yang bernaung di bawah 21st Century Fox. Ia tetap memakai motor ini saat membela Aspar Mahindra.

Saat naik ke Moto2 pada 2017, meski kembali membela Sky Racing VR46, Bagnaia tak bisa mempertahankan nomor 21 karena nomor itu telah dipakai oleh rekan sesama anggota VR46 Riders Academy, Franco Morbidelli. 'Pecco' pun memilih menggandakan nomornya menjadi 42.

Saat naik ke MotoGP pada 2019, lagi-lagi Bagnaia tak bisa mempertahankan nomor 42, karena telah dipakai oleh Alex Rins. Ia pun memilih nomor 63, yakni tiga kali kelipatan dari nomor 21.

2 dari 5 halaman

Miguel Oliveira

Miguel Oliveira (c) KTM/Gold and Goose Miguel Oliveira (c) KTM/Gold and Goose

Sejak awal kariernya di GP125 2011, Miguel Oliveira selalu pakai nomor 44. Meski begitu, ia tak bisa memakai nomor tersebut saat naik ke MotoGP pada 2019, karena nomor itu telah dimiliki oleh Pol Espargaro.

Rider Portugal pertama yang turun di MotoGP ini pun harus mengalah pada Espargaro, dan mengikuti jejak Bagnaia, yakni menggandakan nomornya menjadi 88.

3 dari 5 halaman

Mika Kallio

Test rider KTM, Mika Kallio (c) KTM/Sebas Romero Test rider KTM, Mika Kallio (c) KTM/Sebas Romero

Sejak turun di Moto3 pada 2016, Joan Mir selalu pakai nomor 36. Ia memang tak pernah harus ganti nomor, namun motor itu sejatinya telah identik dengan Mika Kallio. Mir pun membuat Kallio harus mengalah karena test rider KTM asal Finlandia itu tak lagi turun di MotoGP secara reguler.

Kallio pun mengubah nomornya menjadi 66 dalam uji coba pramusim di Sepang pada 2019, namun saat diminta KTM untuk menggantikan Johann Zarco dalam enam seri terakhir 2019, ia justru berganti ke nomor 82, yang juga berasal dari tahun kelahirannya, 1982.

"Tak ada yang punya nomor 66 pada 2019, jadi saya ambil saja (untuk uji coba). Tapi saya pikir saya relasi dengan nomor 66, jadi saya kembali pakai nomor 82, nomor yang saya pakai dalam debut saya di GP125 pada 2001 silam," ungkapnya via Speedweek.

4 dari 5 halaman

Maverick Vinales

Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha

Sejak menjalani debut GP125 2011, Maverick Vinales selalu pakai nomor 25, dan pernah sekali ganti ke nomor 40 saat membela Pons HP 40 di Moto2 2014. Nomor 40 memang sudah tradisi dipakai oleh pebalap utama tim asal Spanyol tersebut, sesuai sponsor yang mendukung mereka.

Saat naik ke MotoGP pada 2015, Vinales pun kembali pakai nomor 25. Ia sempat ingin pakai nomor 12 pada 2018, namun tak bisa karena nomor itu dipakai oleh Thomas Luthi. Usai Luthi kembali ke Moto2 pada 2019, keinginan Vinales memakai 12 pun terwujud. Uniknya, ternyata nomor 12 merupakan nomor 'asli' Vinales.

"Saat saya masih kecil, saya selalu berkendara pakai nomor 12 dan 100, yakni 12 untuk road race, sementara 100 untuk motocross. Sudah bertahun-tahun saya ingin pakai nomor 12 lagi, tapi tak pernah merasakan cara terbaik untuk melakukannya. Jadi ini waktunya untuk berubah, menjadi Maverick yang baru," tuturnya.

5 dari 5 halaman

Brad Binder

Pebalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM/Lukas Leitner Pebalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM/Lukas Leitner

Selama turun di Moto3 dan Moto2, Brad Binder selalu pakai nomor 41. Sayangnya, ia tak bisa membawa nomor ini ke MotoGP tahun ini, karena nomor itu telah dipakai oleh Aleix Espargaro. Ia pun memilih berganti ke nomor 33.

Pebalap asal Afrika Selatan ini pun punya alasan tersendiri. "Saya pilih nomor 33 karena nomor ini mempermudah saya memilih desain yang menunjukkan inisial nama saya, BB," ungkap rider berusia 24 tahun ini.

Uniknya, nomor 33 tadinya sangat identik dengan nomor eks rider MotoGP dan WorldSBK, Marco Melandri, yang juga memilihnya berkat mirip dengan inisial namanya, MM, ketika dimiringkan. Melandri pun mendukung Binder memakai nomor itu, "Nomor yang bagus!" tulisnya dalam kolom komentar Instagram Binder.

KOMENTAR

Triplematch Shopee Liga 1 2020 di Indosiar