Kehilangan Tim Satelit di MotoGP 2023, Yamaha Pede Tetap Oke dengan 2 Rider

Anindhya Danartikanya | 31 Mei 2022, 09:35
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli (c) Yamaha MotoGP
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengaku kaget atas keputusan WithU Yamaha RNF MotoGP Team untuk pindah ke Aprilia Racing di MotoGP 2023. Meski begitu, lewat MotoGP.com di Mugello, Italia, Sabtu (28/5/2022), ia yakin skuadnya akan tetap bisa tampil kompetitif tanpa tim satelit.

Selama berlaga di kelas tertinggi Grand Prix, Yamaha diketahui selalu memiliki tim satelit. Namun, musim depan mereka hanya akan menurunkan tim pabrikan karena ditinggalkan RNF dan tak punya opsi skuad independen untuk diajak bekerja sama. Pasalnya, seluruh tim masih terikat kontrak dengan pabrikan masing-masing.

RNF sendiri sudah menjadi tim satelit Yamaha sejak 2019, kala itu masih bernama Petronas Yamaha SRT. Struktur mereka yang mengalami perombakan pada akhir 2021 pun membuat skuad ini berubah nama menjadi WithU Yamaha RNF MotoGP Team dan hanya menandatangani kontrak baru berdurasi setahun dengan Yamaha.

1 dari 2 halaman

Sempat Kaget

Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team, Darryn Binder dan Andrea Dovizioso (c) RNF Yamaha

Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team, Darryn Binder dan Andrea Dovizioso (c) RNF Yamaha

Yamaha sendiri diketahui sangat ingin RNF bertahan, namun pada Jumat (27/5/2022), tim asal Malaysia itu resmi mengumumkan akan menjadi tim satelit Aprilia paa 2023. Jarvis mengakui bahwa menurunkan dua rider saja lewat tim pabrikan tidaklah ideal, namun sangat menghormati keputusan RNF untuk hengkang.

"Tentu ini bukan situasi ideal bagi Yamaha. Kami selalu punya tim satelit sejauh yang saya ingat. Kami selalu punya lebih dari dua motor di grid. Selain itu, tak pernah menyenangkan melihat akhir dari sebuah hubungan. Sudah jelas kami akan tetap berkolaborasi dengan RNF sampai akhir musim," ungkap Jarvis.

"Kini mereka memutuskan pindah ke Aprilia. Kami menghormati keputusan itu, tapi saya terkejut atas pengumumannya. Pasalnya, itu dirilis ketika kami rapat untuk mendengarkan keputusan mereka. Jadi, situasinya agak tak biasa. Tapi kami menghormati keputusan mereka dan kami akan beranjak dari sini," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Lebih Fokus dengan 2 Rider Saja

Razlan Razali dan Lin Jarvis (c) Yamaha Motor Racing

Razlan Razali dan Lin Jarvis (c) Yamaha Motor Racing

Jarvis menegaskan alasan pihaknya takkan menurunkan tim satelit adalah fakta bahwa enam tim satelit yang ada di MotoGP masih terikat kontrak dengan pabrikan lain. Skuad Valentino Rossi, Mooney VR46 Racing Team, sempat dikabarkan akan bergabung, namun mereka masih memiliki kontrak dengan Ducati sampai akhir 2023.

Meski begitu, Jarvis yakin, menurunkan dua rider saja musim depan takkan menyurutkan performa Yamaha. "Kami akan punya dua motor tahun depan. Seperti yang saya bilang, kami selalu punya tim satelit, tapi realitanya adalah semua tim di MotoGP masih memiliki kontrak dengan setiap pabrikan yang ada," tuturnya.

"Jadi, saat ini tak ada alternatif. Namun, oke-oke saja bagi kami untuk fokus pada tim pabrikan dan mengembangkan motor kami dengan cara terbaik demi memperebutkan gelar. Semuanya baik-baik saja dan kami percaya bisa melakukannya dengan dua rider," pungkas pria asal Inggris ini.

Sumber: MotoGP

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR