Kehilangan Masa Kecil, Maverick Vinales Ingin Tebus Pakai Gelar MotoGP Bareng Aprilia

Anindhya Danartikanya | 16 Agustus 2022, 11:32
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Bola.net - Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales, telah banyak berkorban demi tampil di MotoGP. Selain harus mencari dukungan finansial demi bisa balapan motor, ia juga harus kehilangan masa kecil yang sesungguhnya karena fokus jadi pembalap profesional sejak belia. Untuk menebusnya, ia ingin jadi juara dunia.

Vinales menekuni dunia balap motor karena sang paman juga merupakan penggemar balap, begitu juga sang sepupu, Isaac Vinales. Awalnya, juara dunia Moto3 2013 ini mengendarai motocross. Ia kemudian ikut menjalani berbagai kompetisi junior nasional di Spanyol, baik di arena motocross maupun road race.

"Saya mulai mengendarai motor saat saya terbiasa naik motocross bareng keluarga saya setiap akhir pekan. Secara bertahap, saya pun mulai ikut kompetisi. Namun, saya tadinya tak pernah berpikir bahwa saya bakal melangkah sebegini jauhnya," kisahnya kepada Speedweek pada Senin (15/8/2022).

Agar Vinales bisa tetap balapan, sang ayah, Angel Vinales, juga harus bekerja keras mencari biaya. Vinales sendiri tak mau menyia-nyiakannya. Alhasil, ia bertekad memenangi tiap balapan agar bisa terus berkarier. Dengan begitu, sejak kecil ia sudah harus memikul beban berat di pundak.

1 dari 3 halaman

Terlalu Cepat Jadi Dewasa

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

"Karier saya tak melalui jalan yang mudah. Saya datang tadi keluarga kelas pekerja. Setiap kemenangan yang saya raih membantu saya maju ke balapan berikutnya. Saya harus finis pertama di tiap balapan. Jadi, tekanan yang saya punya sangatlah besar," ungkap rider berusia 27 tahun ini.

"Kini saya sudah jadi ayah. Saya menyadari beban saya dulu terlalu besar. Saya harus kelewat dini berhenti jadi seorang anak-anak. Andai bisa memutar waktu, itu yang ingin saya ubah. Saya ingin bermain lebih banyak dan menunda kans jadi pembalap profesional. Hidup itu panjang, tak perlu buru-buru," lanjut Vinales.

Saat mencapai MotoGP, Vinales masih kerap menghadapi jalan bergeronjal. Utamanya saat ia harus berpisah secara kontroversial dengan Yamaha pada pertengahan 2021. Untungnya, Aprilia Racing tertarik padanya. Saat diberi kesempatan menjajal RS-GP untuk pertama kali, Vinales pun gugup bukan main.

2 dari 3 halaman

Bukan Rahasia Lagi ingin Jadi Juara MotoGP

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

"Saya sangat gugup saat pertama kali menjajal Aprilia, tak bisa tidur semalam sebelumnya. Saya terbiasa naik dua motor yang sangat berbeda dari motor mereka. Namun, saya langsung nyaman sejak awal. Saya lihat potensinya. Saya senang sekaligus agak terkejut. Pasalnya, Aprilia langsung terasa seperti rumah sendiri," ujarnya.

Melihat perjuangan keras yang sudah ia lalui sejak belia, Vinales pun bertekad membayar tuntas semua pengorbanan dengan meraih gelar dunia di MotoGP bersama Aprilia. Ia pun bersyukur karena tim yang menaunginya saat ini sangat kompak dan juga terdiri dari pekerja keras.

"Atmosfer tim yang positif memang penting, tetapi juga krusial untuk melihat bahwa semua orang juga melakukan yang terbaik. Pasalnya, saya juga bekerja sangat keras di rumah dan selalu memikirkan potensi dan target kami. Bukan rahasial lagi bahwa saya ingin merebut gelar dunia," pungkas Vinales.

3 dari 3 halaman

Klasemen Sementara MotoGP 2022

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) AP Photo
  1. Fabio Quartararo - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 180
  2. Aleix Espargaro - Aprilia Racing - Aprilia - 158
  3. Francesco Bagnaia - Ducati Lenovo Team - Ducati - 131
  4. Enea Bastianini - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 118
  5. Johann Zarco - Prima Pramac Racing - Ducati - 114
  6. Jack Miller - Ducati Lenovo Team - Ducati - 107
  7. Brad Binder - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 98
  8. Alex Rins - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 84
  9. Maverick Viñales - Aprilia Racing - Aprilia - 82
  10. Miguel Oliveira - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 81
  11. Jorge Martin - Prima Pramac Racing - Ducati - 81
  12. Joan Mir - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 77
  13. Marco Bezzecchi - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 61
  14. Marc Marquez - Repsol Honda Team - Honda - 60
  15. Luca Marini - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 56
  16. Takaaki Nakagami - LCR Honda IDEMITSU - Honda - 45
  17. Pol Espargaro - Repsol Honda Team - Honda - 42
  18. Alex Marquez - LCR Honda CASTROL - Honda - 27
  19. Franco Morbidelli - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 26
  20. Fabio Di Giannantonio - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 18
  21. Darryn Binder - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
  22. Andrea Dovizioso - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
  23. Remy Gardner - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 9
  24. Raul Fernandez - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 5
  25. Stefan Bradl - Repsol Honda Team - Honda - 0
  26. Michele Pirro - Aruba.it Racing - Ducati - 0
  27. Lorenzo Savadori - Aprilia Racing - Aprilia - 0

Sumber: Speedweek

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR