BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kebalikan Jorge Lorenzo, Pol Espargaro Girang Adaptasinya di Honda Lancar Jaya

21-03-2021 15:35 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro (c) Honda Racing Corporation Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro (c) Honda Racing Corporation

Bola.net - Pol Espargaro mengaku sudah menyadari bahwa gaya balapnya bakal cocok dengan Honda sejak ia masih membela Monster Yamaha Tech 3 di MotoGP 2014-2016. Melihat gaya balapnya sangat berkebalikan dengan Jorge Lorenzo di atas motor YZR-M1, Espargaro pun yakin dirinya memang butuh motor seperti Honda.

Seperti diketahui, usai menjuarai Moto2 2013, Polyccio naik ke MotoGP setahun setelahnya, bersama Monster Yamaha Tech 3. Dibanding Lorenzo, Valentino Rossi, dan bahkan tandemnya sendiri kala itu, Bradley Smith, Espargaro paling kesulitan menyesuaikan diri dengan M1. Selama mengendarai motor itu, ia bahkan puasa podium.

Padahal, rider Spanyol ini sudah mati-matian mempelajari gaya balap Lorenzo, yang dikenal sangat halus hingga dikenal sebagai 'pawang' M1 paling andal di Yamaha. Sampai ia sudah pensiun, status ini bahkan masih melekat pada Lorenzo dan belum ada yang benar-benar bisa menyamai kelihaiannya mengendarai motor itu.

1 dari 3 halaman

Memang Butuh Motor Seperti Honda

Takeo Yokoyama dan Pol Espargaro (c) Honda Racing Corporation Takeo Yokoyama dan Pol Espargaro (c) Honda Racing Corporation

Espargaro pun tampaknya memang sudah ditakdirkan punya gaya balap agresif, hingga sulit dipadukan dengan motor sehalus seperti M1. Terbukti, selama membela KTM pada 2017-2020, ia lebih kompetitif dan bahkan enam kali naik podium. Kini dengan Honda, adaptasinya juga mulus selama uji coba pramusim di Qatar pada 6-12 Maret lalu.

"Saat masih di Yamaha, saya sungguh menjadikan Jorge patokan, karena ia rider tercepat di sana dan rider yang paling cocok dengan motor itu. Saya coba meniru telemetri Jorge. Saya pun harus jujur, melakukan apa yang dilakukan ia di Yamaha sungguh mustahil," ujarnya via 'Tot Costa', seperti yang dilansir Corsedimoto, Sabtu (20/3/2021).

"Ketika pindah ke Honda (2019), Jorge pun mengalami begitu banyak masalah akibat gaya balapnya. Jadi, saya pun berpikir, jika saya punya gaya balap yang berkebalikan dengannya, mungkin saya cocok dengan Honda, dan itulah motor yang saya butuhkan. Sejauh ini, semua pun berjalan baik," kisah adik rider Aprilia Racing, Aleix Espargaro, ini.

2 dari 3 halaman

Tak Mau Terlena oleh Pujian Para Rival

Dalam daftar kombinasi catatan waktu uji coba MotoGP Qatar, Espargaro pun duduk di posisi 10, tertinggal 0,716 detik dari rider tercepat, Jack Miller (Ducati). Meski begitu, ia berkali-kali mengancam tiga posisi teratas, dan ritme balapnya cukup mengancam. Alhasil, ia pun banjir pujian dari para rivalnya. Namun, Espargaro ogah jemawa.

"Motor ini tak terlalu buruk. Motor ini memang butuh gaya balap yang agresif, namun saya menyukainya. Motor ini beradaptasi dengan gaya balap saya dengan cara yang sedikit gila. Para rival memuji saya demi memberi tekanan kepada saya. Namun, uji coba selama empat hari tidaklah cukup. Jadi, saya akan hati-hati," pungkasnya.

Espargaro dan para pembalap MotoGP lainnya akan kembali berjumpa di Sirkuit Losail dalam Seri Qatar yang digelar pada 26-28 Maret, dan Seri Doha yang bakal digelar pada 2-4 April mendatang.

Sumber: Tot Costa, Corsedimoto

3 dari 3 halaman

Video: Kebakaran Besar di Sirkuit MotoGP Argentina

KOMENTAR