Kandas Akibat Kendala Teknis, Maverick Vinales Girang Soal Kemajuan di Sachsenring

Anindhya Danartikanya | 20 Juni 2022, 15:34
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing
Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Bola.net - Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales, memang gagal finis dalam MotoGP Jerman di Sachsenring, Minggu (19/6/2022). Meski begitu, ia telah menunjukkan lonjakan performa di atas RS-GP dengan meramaikan perebutan podium dan mengancam sang tandem, Aleix Espargaro. Sebelumnya, hal ini jarang terlihat dari Vinales.

Start kesembilan, Vinales berjibaku dengan banyak rider pada lap pembuka, dan kemudian menyalip Jorge Martin dan Takaaki Nakagami. Ia kemudian juga membabat Luca Marini dan Fabio di Giannantonio untuk naik ke posisi keenam. pembalap Spanyol ini pun beruntung naik satu posisi lagi usai Pecco Bagnaia terjatuh pada Lap 4.

Setelah Jack Miller menjalani long lap penalty, Vinales naik ke posisi keempat dan sejak itu menebar ancaman kepada Espargaro. Sayangnya, pada Lap 8, Vinales mengalami kendala teknis. Rear ride height device motor RS-GP miliknya mendadak aktif dan tak bisa diatasi. Alhasil, ia kembali ke pit pada akhir Lap 19 dan gagal finis.

1 dari 2 halaman

Pakai Versi Otomatis

"Balapan kali ini sungguh disayangkan. Saya merasa sangat kompetitif. Awalnya saya mampu menyalip Luca dan Jorge, lalu menemukan ritme balap yang sangat baik. Meski begitu, saya senang atas kemajuan Aprilia dibanding tahun lalu. Saya yakin kami segera bisa tampil konsisten dengan para rider terbaik," ujar Vinales via GPOne.

Sebagai catatan, kali ini Espargaro memakai rear ride height device manual, sementara Vinales membantu Aprilia bereksperimen dengan versi otomatis. Sayang, eksperimen ini justru jadi senjata makan tuan. "Saya sangat menikmati balapan ini, sayangnya saya terpaksa gagal finis ketika balapan menyisakan 10 lap akibat kerusakan rear ride height device," ujar Top Gun.

"Ketika hendak menyerang Aleix, saya merasakan vibrasi. Di Tikungan 8, dalam 180 km/jam, ban depan saya terkunci dan saat itulah saya sadar ride height device saya rusak, karena motor saya merendah dan kaki saya menapak di aspal. Saya coba mematikannya, namun tak bisa. Saya pikir tadinya ban saya pecah, ternyata tidak," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Alami Kemajuan Penting

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Kendala yang sama dialami rider Red Bull KTM, Brad Binder, di Mandalika, Indonesia. Bedanya, Binder nekat tetap berkendara karena turun hujan, sehingga ia finis kedelapan. Namun, mengingat kondisi trek Sachsenring sangat ekstrem akibat gelombang panas, Vinales merasa berbahaya jika ia nekat melanjutkan balapan.

"Mustahil untuk berkendara terus, jadi saya berhenti karena bertahan di trek bakal bahaya. Sangat disayangkan, karena saya yakin bisa mengejar Aleix. Kendala ini menghancurkan balapan saya. Namun, saya senang karena kami mengalami kemajuan penting meski masih harus memperbaiki kualifikasi. Kami sudah mendekat ke depan," tutupnya.

Balapan selanjutnya akan digelar di Sirkuit Assen, Belanda, pada 24-27 Juni 2022 mendatang. Musim lalu, Vinales start dari pole dan finis kedua di trek tersebut, yakni saat ia masih membela Monster Energy Yamaha.

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR