Jorge Lorenzo: Saya Bisa Juara Dunia Lagi, Tapi Saya Ogah!

Anindhya Danartikanya | 15 April 2020, 11:10
Test rider Yamaha, Jorge Lorenzo (c) Twitter/MotoGP
Test rider Yamaha, Jorge Lorenzo (c) Twitter/MotoGP

Bola.net - Test rider Yamaha, Jorge Lorenzo, meyakini dirinya masih bisa merebut gelar dunia di MotoGP, namun juga mengaku tak mau melakukannya. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Diario AS, saat menjalani karantina mandiri di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (13/4/2020) lalu.

Lorenzo yang tahun lalu membela Repsol Honda, memilih pensiun pada akhir musim akibat cedera punggung berkepanjangan. Meski begitu, pada Januari lalu ia justru menerima jabatan sebagai test rider Yamaha. Keputusan ini membuatnya dikabarkan akan kembali balapan secara penuh pada 2021. Tapi Lorenzo membantah.

"Saya tahu banyak orang berpikir saya akan kembali. Saya masih berusia 32 tahun, fase di mana fisik saya harusnya masih kuat mengendarai motor, dan harusnya tak hilang refleks atau kecepatan, entah dengan Yamaha atau Ducati. Mungkin Yamaha lebih alami untuk saya, tapi saya juga sangat cepat dengan Ducati," ungkapnya.

1 dari 3 halaman

Hanya Mau Bela Yamaha Jika Kembali

Rider Spanyol ini pun mengaku dirinya tak lagi punya hasrat balapan, ingin menikmati hidup bebas, dan mengendarai Yamaha tanpa beban kompetisi. Meski begitu, jika masih punya hasrat balapan dan fisik yang mendukung, Lorenzo yakin ia bisa meraih gelar dunia keenam.

"Jika ditanya apa saya masih lihat diri saya bisa merebut gelar dalam usia 32 tahun, jawabannya 'ya'. Apa saya mau melakukannya? Tidak. Jika kembali, pabrikan mana yang saya ingin bela? Jawabannya Yamaha, 100%. Dengan motor apa saya bisa cepat? Yamaha dan Ducati," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Akankah Cepat Juga di Suzuki?

Dalam wawancara yang sama, Lorenzo juga ditanya apakah dirinya memprediksi juga bisa melaju cepat Suzuki, mengingat motor GSX-RR sangat dikenal punya karakter yang mirip dengan YZR-M1 dengan Yamaha. Lorenzo pun mengaku tak bisa sesumbar, jika mengingat pengalaman buruknya bersama Ducati dan Honda.

"Entahlah. Orang bilang saya bisa langsung cepat pada tahun pertama di Ducati, nyatanya tidak. Saat diumumkan akan membela Honda, saya juga pikir kami bisa jadi tim yang kuat, tapi akhirnya malah jadi musim yang buruk. Anda takkan pernah tahu apa yang akan terjadi sampai Anda menjajal sebuah motor," pungkasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR