BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Johann Zarco: Saya Bukan Rider Top Ducati, Miller-Bagnaia Juga Sama Kuat

30-07-2021 15:25 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing
Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing

Bola.net - Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, meyakini dirinya bukanlah pembalap Ducati terkuat di MotoGP saat ini, meski tengah menduduki peringkat kedua pada klasemen pembalap. Menurutnya, duet Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia dan Jack Miller, punya kekuatan setara. Hal ini ia sampaikan via Motosprint, Senin (26/7/2021).

Musim ini, Ducati memang telah mengoleksi 11 podium, yakni empat lewat Zarco, tiga lewat Bagnaia, tiga lewat Miller (termasuk dua kemenangan), dan satu lewat Jorge Martin. Zarco, Bagnaia, dan Miller, kini masing-masing berada di peringkat kedua, ketiga, dan kelima di klasemen dan hanya terpisah 22 poin.

Zarco pun menjadi ancaman paling nyata bagi rider Monster Enery Yamaha, Fabio Quartararo, yang kini ada di puncak klasemen dan unggul 34 poin darinya. Juara dunia Moto2 2015 dan 2016 ini tak memungkiri dirinya ingin mengalahkan sang kompatriot dalam perebutan gelar dunia, namun ogah terbebani status 'rider Ducati terbaik'.

1 dari 3 halaman

Tiga Rider Ducati Bekerja Sama dengan Baik

Jack Miller dan Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse
Jack Miller dan Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

"Saya memang di posisi terbaik untuk melawan Fabio, dan sebagai rider Prancis seperti dia, mungkin saya akan dapat motivasi ekstra mengalahkannya. Tapi saya tak lihat diri saya sebagai rider top Ducati. Jack dan Pecco ada di level yang sama, dan saya lihat lingkup Ducati bekerja dengan baik, bahkan di antara kami bertiga," ujar Zarco.

Rider 31 tahun ini pun sangat bersyukur Ducati telah menyelamatkan kariernya usai hengkang dari KTM pada akhir 2019. Meski awalnya diletakkan di Avintia Esponsorama, Zarco berhasil naik podium dan menyabet pole pada 2020, membuatnya dapat 'kenaikan pangkat' ke Pramac dan dapat motor spek pabrikan terbaru.

"Saya merasakan dukungan besar Ducati sejak tahun lalu. Dengan segala rasa hormat, Avintia merupakan tim yang levelnya lebih rendah dari yang lain, namun berkat kinerja tim dan saya, saya kembali mendapatkan rasa hormat dari penghuni paddock. Rasa percaya Ducati pada saya makin tinggi tahun ini dan ini bikin saya senang," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Ingin Jadi Rival Nyata Fabio Quartararo

Johann Zarco dan Fabio Quartararo (c) Yamaha
Johann Zarco dan Fabio Quartararo (c) Yamaha

"Saya ingin mengendarai motor ini lebih baik. Kini saya punya potensi naik podium di tiap balapan. Tapi ngomong saja memang lebih mudah daripada mewujudkannya. Pengalaman saya di atas motor ini terus meningkat dan saya ingin langsung bisa percaya diri pada pekan balap. Saya tak boleh hilang kesabaran," lanjut Zarco.

Kini ia fokus menatap MotoGP Styria dan Austria yang digelar pada 6-8 dan 13-15 Agustus di Red Bull Ring, yakni trek yang selalu dikuasai Ducati sejak 2016, kecuali pada satu balapan tahun lalu, di mana KTM menang lewat Miguel Oliveira. Zarco pun ingin mempertahankan kejayaan Ducati di trek itu demi menantang Quartararo.

"Trek itu sangat baik untuk motor kami, menyenangkan jika bisa mengambil untung di sana. Saya akan mengerahkan segala hal yang sudah saya pelajari pada paruh pertama musim ini demi meraih kemajuan, menjadi rival nyata bagi Fabio. Dengan begitu, saya bisa benar-benar ikut berebut gelar. Saat ini saya ada di peringkat kedua, namun saat ini Fabio lebih cepat dari kami," pungkasnya.

Sumber: Motosprint

3 dari 3 halaman

Video: Angka Covid-19 Meningkat, Australia Batalkan MotoGP dan Formula 1

KOMENTAR