Johann Zarco Ogah Jemawa Finis di Depan Jorge Lorenzo

Anindhya Danartikanya | 29 Oktober 2019, 11:22
Pebalap LCR Honda, Johann Zarco (c) LCR Honda
Pebalap LCR Honda, Johann Zarco (c) LCR Honda

Bola.net - Dalam debutnya sebagai rider LCR Honda Idemitsu, Johann Zarco memang hanya finis di posisi 13 di MotoGP Phillip Island, Australia, pada Minggu (27/10/2019). Meski begitu, ia tetap jadi bahan perbincangan penghuni paddock karena finis di depan rider Repsol Honda, Jorge Lorenzo.


Lorenzo membuat orang terheran karena finis ke-16 dan tertinggal 1 menit 6 detik dari tandemnya yang juga sang pemenang, Marc Marquez. Selain itu, ia juga tertinggal 39 detik dari Zarco, yang baru pertama kali mengendarai RC213V, karena menggantikan Takaaki Nakagami yang cedera bahu.

Ketika ditanya apakah finis di depan Lorenzo dengan margin yang cukup lebar membuatnya puas, Zarco justru memilih merendah. Rider Prancis ini mengaku kepada Crash.net bahwa finis di depan Lorenzo memang menyenangkan, namun menegaskan bahwa itu bukanlah target utamanya di Phillip Island.

1 dari 2 halaman

Kalahkan Lorenzo Bukan Target Utama

"Anda harus punya ego besar untuk merasa begitu. Memang benar bahwa penting finis di depan Jorge, tapi menurut saya, yang lebih penting adalah punya margin yang lebih sempit dari Marc. Jika saya lihat, Marc unggul 11 detik atas Cal (Crutchlow). Jika dibanding dengan Cal, margin saya lebih kecil," tuturnya.

Di lain sisi, Zarco juga mengakui bahwa tertinggal 26 detik dari Marquez merupakan margin yang kelewat lebar. Ia mengaku bakal lebih puas jika ia hanya tertinggal 16 detik, dan bisa bertarung di posisi 5-10. Meski begitu, ia dan LCR Honda paham benar mengapa ia tak bisa mengejar para rider di kelompok tersebut.

"Tim cukup senang. Saya bisa punya semangat bertarung yang baik, berusaha sebaik mungkin, dan yang positif adalah perasaan saya di atas motor. Rasanya tak memburuk, malah sangat konstan sejak awal balapan. Hanya di titik akselerasilah motor ini sulit dikendalikan," ungkap juara dunia Moto2 2015-2016 ini.

2 dari 2 halaman

Harus Belajar Ulang Cara Berkompetisi

Usai dibebastugaskan dari KTM sejak Aragon, Zarco sempat absen dari tiga seri, dan hal ini membuatnya harus belajar ulang semua hal dalam menjalani balapan, termasuk cara bertarung dengan para rival. Meski hasil akhirnya tak signifikan, ia mengaku tetap puas atas kinerjanya di Phillip Island.

"Saya harus kembali mempelajari semuanya, cara melaju cepat, cara bertarung, cara mempertahankan ritme, melaju selama 27 lap, dan punya kepercayaan diri di semua tikungan. Ini kerja bagus. Normal saja jika tak puas, tapi jika mengingat situasi saya sebelumnya, saya bisa menikmati hasil kali ini," pungkasnya.

Zarco masih akan menggantikan Nakagami di Sepang, Malaysia, akhir pekan ini, serta pekan balap MotoGP Valencia yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, pada 15-17 November mendatang.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR