Jatuh di Jerman, Pecco Bagnaia: Pokoknya Harus Menang di Assen!

Anindhya Danartikanya | 23 Juni 2022, 15:08
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menyambut MotoGP Belanda di Sirkuit Assen pada 24-26 Juni 2022 dengan motivasi menggebu-gebu. Pasalnya, ia baru saja mengalami dua kali gagal finis beruntun, yakni di Seri Catalunya, Spanyol, dan Seri Sachsenring, Jerman. Lewat rilis resmi tim, Rabu (22/6/2022), ia mengaku bertekad menang lagi.

Bagnaia gagal finis di Catalunya usai tertabrak oleh Takaaki Nakagami di Tikungan 1 pada lap pembuka, sedangkan di Sachsenring, ia jatuh akibat kesalahan sendiri di Tikungan 1 pada Lap 4. Usai balapan, 'Pecco' mengaku sangat marah karena data tim menunjukkan tak ada anomali dalam caranya berkendara, sehingga ia tak tahu apa penyebabnya.

Akibat hasil jeblok di kedua balapan tersebut, kini Bagnaia melorot ke peringkat keenam pada klasemen pembalap dengan koleksi 81 poin, tertinggal 91 poin dari rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, yang ada di puncak klasemen. Meski masih ada 10 seri tersisa, Bagnaia bakal susah payah untuk mengejar ketertinggalan yang masif ini.

1 dari 2 halaman

Terbukti Kompetitif Meski Jatuh di Jerman

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Beruntung, Bagnaia bisa segera melupakan luapan rasa kecewanya dari Jerman. Pasalnya, balapan di Assen hanya berjarak sepekan. Ia pun makin bersemangat karena trek ini merupakan salah satu trek favoritnya, apalagi ia meraih kemenangan Grand Prix perdananya di trek ini, yakni di Moto3 pada 2016 lalu.

"Saya senang bisa kembali ke trek akhir pekan ini di Assen. Trek ini spesial bagi saya karena di sinilah saya meraih kemenangan perdana di kejuaraan dunia. Saya bahkan punya tato trek ini di lengan saya! Sayangnya, kami sangat kesulitan tahun lalu. Namun, saya yakin situasinya bakal berbeda tahun ini," ungkap juara dunia Moto2 2018 dan runner up MotoGP 2021 ini.

"Di Jerman, kami bukan favorit, namun pada akhirnya kami sangat kompetitif sepanjang akhir pekan di Sachsenring. Itulah asalan saya sangat kecewa kecelakaan dalam balapan, karena sebelumnya segalanya sempurna. Saya pun ingin menebusnya di Belanda dan mengakhiri paruh pertama musim ini dengan catatan positif sebelum musim panas," lanjut Bagnaia.

2 dari 2 halaman

Jack Miller Tekad Lanjutkan Momentum Positif

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Semangat tinggi juga diusung oleh tandem Bagnaia, Jack Miller, yang sukses finis ketiga dan kembali ke podium di Sachsenring. Meski belum menang lagi, Miller diketahui sangat percaya diri karena telah menemukan setup ideal bagi motor Desmosedici GP22 miliknya dalam tes tengah musim di Catalunya. Ia pun tak sabar membuktikannya lagi di Assen.

"Saya senang balapan lagi di Belanda. Saya punya kenangan manis di trek ini, di mana saya meraih kemenangan pertama saya di MotoGP. Usai tes di Barcelona, kami meraih kemajuan besar, yang membantu saya menemukan sensasi baik di atas Desmosedici GP dan lebih kompetitif di Jerman," ungkap pembalap asal Australia berusia 27 tahun ini.

"Saya berharap bisa menemukan sensasi-sensasi positif lagi di Assen. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan, jadi kondisi trek bakal sangat menentukan pada Minggu nanti. Bagaimanapun, saya siap menghadapi Grand Prix terakhir pada paruh pertama musim ini," pungkas rider berjuluk 'The Thriller' tersebut.

Sumber: Ducati Corse

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR