BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Jadi Rookie MotoGP, Fabio di Giannantonio Minta Bimbingan Enea Bastianini

17-01-2022 11:20 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Gresini Racing, Fabio di Giannantonio (c) Gresini Racing
Pembalap Gresini Racing, Fabio di Giannantonio (c) Gresini Racing

Bola.net - Rider Gresini Racing, Fabio di Giannnantonio, bertekad terus mengembangkan kemampuan dalam menjalani debutnya di MotoGP 2022. Ia pun akan meminta nasihat dari sang tandem, Enea Bastianini, yang sudah jadi rivalnya sejak anak-anak dan akan menjalani tahunnya yang kedua di kelas para raja.

'Diggia' merupakan salah satu dari lima debutan yang berlaga di MotoGP musim ini. Ia juga merupakan salah satu dari dua debutan Ducati, selain Marco Bezzecchi. Ia mendapatkan motor Desmosedici GP21, dan sudah menjajalnya selama dua hari dalam uji coba pascamusim Jerez, Spanyol, 18-19 November 2021.

Pada hari pertama, Giannantonio menduduki posisi 22, dan duduk di posisi 19 pada hari kedua. Dalam daftar kombinasi catatan waktu, ia duduk di posisi 19, jadi debutan terbaik. Ia tertinggal 1,656 detik dari rider Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, yang mengendarai Desmosedici GP22 dan berada di puncak.

1 dari 2 halaman

Nantikan Uji Coba Sepang dan Mandalika

Pembalap Gresini Racing, Fabio di Giannantonio di uji coba MotoGP Jerez 2021. (c) Gresini Racing
Pembalap Gresini Racing, Fabio di Giannantonio di uji coba MotoGP Jerez 2021. (c) Gresini Racing

Meski tampil oke di Jerez, rider Italia ini paham masih punya PR menumpuk. "Dari uji coba Jerez, saya paham bahwa saya harus memperbaiki kemiringan di tengah tikungan. Saya harus lebih percaya pada ban karena dengan motor ini sungguh menakjubkan betapa Anda bisa melaju miring," ujarnya via Crash.net, Minggu (16/1/2021).

"Tapi secara umum saya harus memperbaiki segalanya, karena pada akhirnya saya baru menjalani 100 lap selama dua hari. Kini kami akan pergi ke Malaysia (dan Indonesia) untuk menjalani tujuh hari uji coba. Jadi, saya akan lebih memahami kelemahan dan kekuatan saya," lanjut pembalap berusia 23 tahun ini.

Namun, Giannantonio tak terlalu cemas menjalani proses belajarnya. Pasalnya, sang tandem, Bastianini, tahun lalu sudah mengendarai Ducati di Avintia Esponsorama. Keduanya sudah saling kenal sejak kecil, bahkan pernah bertandem di Gresini Moto3 pada 2015 dan 2016. Alhasil, kerja sama bukanlah hal asing bagi mereka.

2 dari 2 halaman

Enea Bastianini Tak Keberatan Membantu

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini dan Fabio di Giannantonio (c) Gresini RacingPembalap Gresini Racing, Enea Bastianini dan Fabio di Giannantonio (c) Gresini Racing

"Kami punya hubungan yang sangat baik, jadi jika saya punya pertanyaan untuk Enea, atau sebaliknya, takkan ada masalah untuk saling bantu. Tim kami adalah keluarga besar, semuanya bekerja sama. Selain itu, cara kerja Ducati adalah berbagi semua data dan info. Jadi, saya rasa takkan ada masalah," tutur Giannnantonio.

Bastianini juga menyatakan takkan keberatan membantu rekan setimnya tersebut. Ia mengakui, berdasar pengalamannya jadi debutan musim lalu, bimbingan dari orang sekitar sangatlah penting dalam mempelajari motor MotoGP. Apalagi, motor MotoGP jauh lebih rumit dari pada motor yang mereka kendarai di kelas-kelas ringan.

"Saya punya opini sama. Jika Anda debutan, pasti sulit memahami motor, terutama di beberapa balapan pertama. Apalagi ada lebih banyak elektronik ketimbang Moto2 dan Moto3. Kinerja dalam garasi sangatlah berbeda. Kami punya hubungan baik, jadi kami pasti bisa menjalani balapan yang baik bersama-sama tahun ini," tutup 'Bestia'.

Sumber: Crashnet

KOMENTAR