BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Jack Miller: Rivalitas Internal Sengit, Bukti Ducati Terkuat di MotoGP 2021

16-06-2021 14:40 | Anindhya Danartikanya

Gigi Dall'Igna dan Jack Miller (c) Twitter/Ducati Corse Gigi Dall'Igna dan Jack Miller (c) Twitter/Ducati Corse

Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller, menyatakan Ducati Corse punya persaingan internal yang sengit di MotoGP 2021. Meski sama-sama membidik gelar, tiga rider mereka, yakni Miller, Pecco Bagnaia, dan Johann Zarco juga berlomba ingin jadi rider terbaik di atas Desmosedici GP21. Ini ia sampaikan via MotoGP.com, Selasa (15/6/2021).

Ducati memang menjadi pabrikan dengan koleksi podium terbanyak dalam tujuh seri perdana. Ketiga rider tersebut sudah meraih total 10 podium, termasuk dua kemenangan yang diraih Miller. Hasil ini belum ditambah dengan podium Jorge Martin di Seri Doha. Menurut Miller, ini adalah indikasi kuat bahwa GP21 motor yang kuat.

"Saya merasa kami punya salah satu paket motor terkuat di MotoGP musim ini, yakni GP21. Kompetisi internal di Ducati sangatlah sengit dan ketat sampai-sampai kami sering saling mendahului. Ini bagus untuk MotoGP dan bagus untuk tim," ungkap pembalap asal Australia ini.

1 dari 3 halaman

Gaya Balap Berbeda-beda, Tapi Kompak Kompetitif

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) Ducati Corse

Miller pun mengakui bahwa dirinya ingin belajar lebih banyak dari rider Ducati lainnya, terutama dari Bagnaia, yang mampu membawa corner speed tinggi di tikungan, yang ia akui bukan keunggulan utamanya. Menurut pembalap berusia 26 tahun ini, performa Bagnaia di tikungan-tikungan cepat sulit ditandingi.

"Tapi pada akhirnya, Pecco, saya, dan Johann punya kekuatan sendiri-sendiri. Ini menunjukkan betapa kuatnya paket motor yang kami punya saat ini. Tiga rider dengan gaya yang sangat berbeda sama-sama kuat. Tak hanya itu, kami juga punya satu debutan yang sudah naik podium pada balapan kedua," ungkap Miller.

Runner up Moto3 2014 ini mengaku kagum ia, Zarco, dan Bagnaia mampu kompetitif di atas GP21 meski punya gaya balap berbeda-beda. Ia yakin hal ini terjadi berkat kerja keras para insinyur Ducati Corse, termasuk sang General Manager, Gigi Dall'Igna, serta sang test rider, Michele Pirro, bahkan rider pendahulunya, Andrea Dovizioso.

2 dari 3 halaman

Berkat Kerja Keras Semua Orang

Davide Tardozzi, Pecco Bagnaia, Gigi DallIgna, Jack Miller, dan Paolo Ciabatti (c) Ducati Corse Davide Tardozzi, Pecco Bagnaia, Gigi DallIgna, Jack Miller, dan Paolo Ciabatti (c) Ducati Corse

"Kami semua bisa berkendara dengan cara masing-masing, namun ternyata juga bisa sama cepat. Ini buah kerja keras semua insinyur di Ducati Corse, dari Gigi, sampai semua orang yang sudah berusaha, bahkan tak hanya dari tahun ini, melainkan dari tahun-tahun sebelumnya ketika tim ini menuju ke arah yang sekarang," tutur Miller.

"Michele sebagai test rider kami telah bekerja sangat fantastis selama beberapa tahun terakhir. Kesuksesan yang kami punya sekarang semua berkat Michele, dan para rider sebelum kami, seperti Andrea, karena saya rasa kami takkan ada di posisi ini tanpa mereka," pungkas rider berjuluk The Thriller ini.

Miller dan para pembalap Ducati lainnya akan kembali berjumpa di lintasan dalam MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring pada 18-20 Juni mendatang. Saat ini ia tengah duduk di peringkat ketiga pada klasemen pembalap dengan koleksi 90 poin, tertinggal 25 poin dari Fabio Quartararo (Yamaha) yang ada di puncak.

Sumber: MotoGP

3 dari 3 halaman

Video: Ketika Valentino Rossi dan Lewis Hamilton Tukar Kendaraan Balap

KOMENTAR