Jack Miller: Pabrikan Lain Tak Menggebrak, Ducati Masih Lebih Unggul

Anindhya Danartikanya | 12 Mei 2020, 11:11
Pebalap Pramac Racing, Jack Miller (c) Pramac Racing
Pebalap Pramac Racing, Jack Miller (c) Pramac Racing

Bola.net - Pebalap Pramac Racing, Jack Miller, yakin Ducati Desmosedici GP20 telah mengalami peningkatan di berbagai aspek dibanding versi pendahulunya, GP19. Kepada Speedweek, JackAss mengaku yakin belum ada motor yang lebih unggul daripada Ducati, terutama soal tenaga dan kecepatan puncak.


Sejak musim lalu, Miller dipercaya Ducati mengendarai motor spek pabrikan terbaru. GP19 miliknya sama persis dengan milik duet Ducati Team, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Tahun ini, ia dipercaya menunggangi GP20, yang sudah ia jajal dalam uji coba pramusim Malaysia dan Qatar pada Februari lalu.

"Motor kami bekerja dengan sangat baik. Top speed saya paling tinggi setiap hari dalam uji coba. Padahal, saya bukan pebalap dengan badan paling ringan di MotoGP. Ini juga terbantu dengan aerodinamika dari helm AGV dan baju balap Dainese saya," ungkap Miller.

"Dalam uji coba Losail, kami juga lihat betapa baiknya kombinasi ban Michelin dengan GP20. Kami tampak sangat baik di Qatar usai simulasi balap. Ini menyenangkan. Pabrikan lain lebih bermasalah, seperti yang saya dengar dari obrolan-obrolan personal," lanjutnya.

1 dari 3 halaman

Pabrikan Lain Tak Punya Gebrakan

Pebalap Pramac Racing, Jack Miller (c) Pramac Racing

Dengan motor GP19 tahun lalu, Miller sudah sukses meraih lima podium, dan diprediksi lebih garang lagi di atas GP20 tahun ini. Ia tak mau sesumbar bakal meraih banyak kemenangan, karena pabrikan lain pasti juga mengalami kemajuan.

Meski begitu, Miller mengaku tak melihat perubahan signifikan dari para rivalnya, termasuk Honda, yang dikendarai Marc Marquez dan Cal Crutchlow. Ia juga mengaku tak yakin pada performa Yamaha dan Suzuki, yang justru punya ritme balap yang baik selama uji coba.

"Dalam uji coba, Marc dan Cal tak segarang 2019. Soal Suzuki dan Yamaha, saya tak lihat peningkatan yang sampai bikin saya terkaget-kaget. Tahun lalu saya kerap bertarung dengan Marc dan Cal, bahkan di trek lurus. Tapi dalam uji coba, mereka 8 km/jam lebih lamban di top speed rata-rata," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Akui Aprilia Alami Kemajuan Pesat

Miller pun meyakini bahwa tak ada pabrikan yang tampak mampu menyaingi tenaga mesin dan kecepatan puncak Ducati, kecuali Aprilia, yang sejak awal tahun ini menurunkan RS-GP terbaru dengan model mesin V4 90 derajat, menggantikan versi 75 derajatnya.

"Ducati jelas mengalami kemajuan besar pada mesin, sementara Yamaha mulai mengejar Honda. Tapi soal top speed, tak ada dari mereka yang mampu melawan Ducati. Aprilia lah yang telah mengalami progres terbesar pada tenaga, mereka punya sayap besar di depan, dan ini membantu tenaga mesin," pungkas Miller.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR