BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Jack Miller: Hasil Baik di MotoGP Bukti Saya Bukan Lelucon

16-06-2020 11:05 | Anindhya Danartikanya

Pebalap Pramac Racing, Jack Miller (c) Pramac Racing Pebalap Pramac Racing, Jack Miller (c) Pramac Racing

Bola.net - Jack Miller sedang di awang-awang. Usai sukses meraih lima podium di MotoGP 2019, kini ia dapat kontrak untuk membela Ducati Team pada 2021. Kepada The Race, Senin (15/6/2020), ia pun menyebut hal ini sebagai pembuktian kepada orang-orang yang pernah meragukannya saat ia menjalani debut pada 2015.

Seperti diketahui, Miller jadi pusat kontroversi pada 2014, yakni saat ia masih turun di Moto3 namun diumumkan akan melompat langsung ke MotoGP pada tahun berikutnya bersama Honda dengan kontrak tiga musim. Banyak pihak meyakini itu adalah langkah sembrono.

"Saya selalu merasa lompatan itu punya risiko yang layak dihadapi. Saya tak pernah mempertanyakannya. Tapi saya rasa, fakta saya sukses dapat kontrak pabrikan, adalah pembuktian kepada beberapa orang yang mungkin sempat meragukan apakah itu langkah yang tepat," ungkapnya.

1 dari 3 halaman

Sukses Bekuk Nicky Hayden di Musim Debut

Pada musim debutnya di MotoGP, Miller mendapatkan motor Open RC213V-RS, yang levelnya jelas tak setara dengan motor Honda lainnya. Ia duduk di peringkat 19 pada klasemen akhir musim, dan banyak orang menyebut hasil itu sebagai bukti bahwa ia adalah proyek gagal Honda.

Meski begitu, Miller justru melihatnya dengan cara berbeda. Meski duduk di peringkat 19, ia sukses membekuk juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden; runner up WorldSBK 2013, Eugene Laverty; dan rider senior Karel Abraham, yang mengendarai motor yang sama dengannya.

"Tahun pertama saya di MotoGP bukan bahan lelucon. Saya datang sebagai debutan tanpa pengalaman apa pun kecuali di atas motor 125cc dan Moto3, dan saya sukses mengalahkan Nicky Hayden, Eugene Laverty, dan Karel Abraham, di atas motor yang sama," ungkap Miller.

2 dari 3 halaman

Kontrak Tim Pabrikan Ducati Adalah Penegasan

"Ketiganya adalah seorang juara dunia, seorang pemenang WorldSBK, dan rider berpengalaman. Saya merasa tak terlalu dianggap positif kala itu, tapi setelahnya saya berhasil membuktikannya. Saya memang rider yang bisa finis lebih dulu," lanjut rider asal Australia ini.

Meski tak memungkiri bahwa tiga tahun pertamanya di MotoGP penuh jalan bergeronjal, Miller yakin kini dirinya sudah berhasil membuktikan diri bahwa tanpa pernah turun di Moto2, ia juga bisa menjadi salah satu pebalap papan atas di kelas para raja.

"Saya adalah pebalap tim pabrikan Ducati dengan koleksi enam podium dan satu kemenangan yang bersanding dengan nama saya. Hasil itu saja seharusnya sudah bisa jadi bukti. Tapi kontrak tim pabrikan memberi penegasan," tutup pebalap berusia 25 tahun ini.

3 dari 3 halaman

Video: Marc Marquez Optimistis MotoGP Dimulai Pertengahan Juli 2020

KOMENTAR