Injak Usia 40, Rossi Tak Terpikir Karier Panjang di MotoGP

Anindhya Danartikanya | 16 Januari 2019, 10:05
Injak Usia 40, Rossi Tak Terpikir Karier Panjang di MotoGP
Valentino Rossi (c) Yamaha

Bola.net - - Pebalap Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi akan genap berusia 40 tahun pada 16 Februari mendatang, dan ia mengaku sama sekali tak mencemaskan statusnya sebagai rider tertua di grid. Dalam wawancaranya bersama Radio Deejay di Milan, Italia, ia bahkan yakin bakal jadi hal normal mendapat rider berumur berkompetisi di MotoGP.

Rossi menjalani debut di GP125 1996 dan sejak itu sukses merebut gelar dunia GP125 1997, GP250 1999, GP500 2001, serta MotoGP 2004, 2005, 2008 dan 2009. Tahun 2019 pun akan jadi peringatan 10 tahun sejak Rossi meraih gelarnya yang terakhir, namun The Doctor belum juga menyerah meraih yang ke-10.

"23 tahun lalu, rider-rider tua masih balapan karena mereka terlambat turun di MotoGP, tapi kini para rider memulai karier saat masih sangat muda. Impian saya adalah menjadi pebalap motor, namun tak pernah terpikir bakal punya karier sepanjang ini. Mungkin akan ada rider lain yang melakukannya juga, tapi yang penting adalah tetap kompetitif," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Pengalaman Segudang Jadi Kekuatan

Valentino Rossi (c) Yamaha

Valentino Rossi (c) Yamaha

Tahun ini juga menandai 24 tahun Rossi berkarier di ajang Grand Prix. Dengan sembilan gelar dunia, 232 podium, 115 kemenangan dan ratusan pertarungan hebat, Rossi tak diragukan lagi punya segudang pengalaman. Ia pun yakin pengalamanlah yang menjadi kekuatan terbesarnya dalam menghadapi rider-rider muda yang jauh lebih berani dan agresif.

"Pengalaman sangat membantu, untuk mengenal lintasan dan bekerja keras dalam balapan, karena rider-rider muda kini jauh lebih nekat, mereka tak terlalu takut kecelakaan. Jika mereka jatuh, mereka juga yang bangkit lebih dulu. Tentu semua orang punya rasa takut, tapi saat makin berumur, Anda bakal lebih hati-hati, sementara saat di Moto3 atau Moto2, Anda bisa lebih 'gila'," ungkapnya.

Lama berkarier juga membuat Rossi memiliki 'penglihatan' yang sangat jelas soal rider-rider yang paling nekat dan paling sulit dihadapi. "Rider-rider paling berani adalah rider Jepang dan Indonesia, mereka mau mengambil risiko tinggi. Begitu juga rider Inggris, yang tampil baik di atas lintasan basah karena di Inggris selalu hujan," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Bakal Bertahan Sesuai Kontrak

Kontrak Rossi dan Yamaha dipastikan baru akan habis pada akhir 2020, dan hal ini membuatnya tetap balapan pada usia 41 tahun. The Doctor pun mengaku takkan mengubah keputusannya dengan cara pensiun mendadak.

"Saat saya tanda tangan kontrak pada Maret 2018, saya pikir durasi dua tahun keputusan yang tepat. Saya sangat yakin, jika motor kami sudah lebih baik maka kami juga akan kuat. Apakah saya percaya diri? Harus! Apalagi pada masa-masa sekarang!" pungkas rider Italia ini, yang kembali ke lintasan dalam uji coba pramusim MotoGP Malaysia, 6-8 Februari mendatang.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR