Ingin Lebih Populer, MotoGP Sebut Formula 1 Ajang Balap Nomor 1 di Dunia

Anindhya Danartikanya | 2 Desember 2022, 16:21
Ingin Lebih Populer, MotoGP Sebut Formula 1 Ajang Balap Nomor 1 di Dunia
MotoGP Austin 2022 di Circuit of The Americas (c) AP Photo

Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, tak malu-malu mengakui saat ini Formula 1 merupakan ajang balap motorsport nomor satu di dunia. MotoGP pun ingin segera menyusul mereka, dan bertekad mengikuti segala langkah F1 dalam meningkatkan ketertarikan fans, mengingat kini F1 telah menjadi ajang olahraga global.

Dalam kesempatan yang langka, Ezpeleta berjumpa dengan CEO F1 yang juga fans berat MotoGP, Stefano Domenicali, dalam acara 'Eventos, Quo Vadis?' di Pamplona pada Rabu (30/11/2022). Keduanya membicarakan kesuksesan kedua kejuaraan ini sebagai ajang olahraga yang baik.

Meski begitu, tak dimungkiri lagi bahwa popularitas F1 meroket tajam, terutama sejak hak komersialnya diambil alih oleh Liberty Media pada awal 2017. Berbeda dari MotoGP yang masih berbasis di Eropa, kini F1 menjangkau banyak sirkuit di berbagai negara berbeda-beda benua berkat ketertarikan yang tinggi.

1 dari 2 halaman

IndyCar dan NASCAR Tak Sesukses MotoGP dan Formula 1

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (c) MotoGP.com

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (c) MotoGP.com

"F1 ajang motorsport nomor satu di dunia. Saya tak sakit hati mengakuinya. Kami saling memuji. Selama bertahun-tahun saya belajar banyak dari F1. Kini dengan Stefano, hubungan kami semakin kuat. Apa yang ia lakukan sungguh menguntungkan saya. Kami akan berusaha meniru apa yang bisa kami tiru," ujar Ezpeleta via Marca.

"Kedua ajang diciptakan di Eropa. Kami berdua bertekad untuk mendunia. IndyCar dan NASCAR mencoba untuk mendunia, tetapi tak bisa karena mereka tak punya visi Stefano. F1 menjadi universal dan kami sudah mencoba melakukannya selama beberapa waktu," lanjut pria asal Spanyol ini.

Meski begitu, Ezpeleta menyatakan ada beberapa hal yang tak bisa ditiru MotoGP dari F1, yakni menggelar balapan di trek-trek jalanan. Tingkat keselamatan di sirkuit-sirkuit MotoGP memang jauh lebih tinggi dari F1, sehingga menggelar di trek-trek yang dinding pembatasnya sangat dekat dengan lintasan sangatlah mustahil.

2 dari 2 halaman

Ogah Ikuti Jejak F1 Gelar 24 Seri per Musim

Formula 1 GP Belanda 2022 di Sirkuit Zandvoort (c) AP Photo

Formula 1 GP Belanda 2022 di Sirkuit Zandvoort (c) AP Photo

"Mobil F1 kini jauh lebih aman. Mereka bisa balapan di trek non-permanen, sehingga punya kans lebih besar menyajikan hiburan. Bagi kami, ini mustahil akibat tingkat keselamatan. Namun, kami tetap bisa pergi ke banyak negara. Jadi, sangat penting sirkuit masa kini dibangun sejak awal untuk F1 dan MotoGP," tutur Ezpeleta.

Ezpeleta juga mensyukuri kolaborasi MotoGP dan F1, di mana mereka bersama-sama menyusun kalender balap agar tak ada jadwal yang bentrok. Andai kolaborasi ini tak ada, maka MotoGP bakal kesulitan menghindari kalah pamor dari F1. Namun, Ezpeleta mengaku ogah mengikuti jejak F1 yang bakal menggelar 24 seri mulai 2023.

"Salah satu tugas terberat adalah menyusun kalender balap. Namun, bagi kami, jumlah maksimal adalah 22 seri. Tahun depan akan ada 21. Jumlah seri kami lebih sedikit (dari F1) karena kans rider kami untuk cedera lebih tinggi daripada kans pembalap F1. Kami harus memberi mereka waktu untuk pulih," pungkasnya.

Sumber: Marca

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR