IMI Pastikan Bendera Merah Putih Bisa Dikibarkan di WorldSBK Mandalika

Anindhya Danartikanya | 29 Oktober 2021, 13:56
Desain Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia (c) MotoGP
Desain Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia (c) MotoGP

Bola.net - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menyatakan bendera Merah Putih bisa dikibarkan dalam WorldSBK Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 19-21 November 2021 nanti, meski Indonesia tengah terlibat dalam polemik dengan Agen Anti-Doping Dunia (WADA).

Pada 8 Oktober lalu, WADA menyatakan Indonesia, Thailand, dan Korea Utara dianggap tak patuh pada aturan doping. Akibatnya, mereka dinyatakan tak memenuhi syarat dapat hak jadi tuan rumah kejuaraan olahraga level regional, kontinental, dan internasional selama penangguhan.

Seluruh atlet dari tiga negara di atas tetap akan diizinkan untuk bersaing di kejuaraan regional, kontinental dan internasional, namun bendera nasional mereka takkan dikibarkan di ajang olahraga apa pun selain Olimpiade.

Di lain sisi, lewat Crash.net pada 13 Oktober, WADA menyatakan Indonesia dan Thailand 'tak boleh mendapatkan hak menjamu event-event baru sementara tidak patuh'. Namun, 'jika event-event tersebut sudah dapat izin, maka mereka boleh tetap menjadi tuan rumah.'

1 dari 2 halaman

Sudah Tanda Tangan Kontrak pada 2019

Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea (c) Yamaha Racing

Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea (c) Yamaha Racing

Kepada Antara, Kamis (28/10/2021), Bambang Soesatyo pun menyatakan bahwa, berdasarkan komunikasi yang dilakukan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dengan Federasi Balap Motor Internasional (FIM), dan Dorna Sports selaku promotor WorldSBK, sanksi WADA tidaklah berlaku untuk WorldSBK di Mandalika.

"Mengingat kontrak kerja sama antara Dorna Sports dengan MGPA ditandatangani pada tahun 2019, sehingga dipastikan sanksi WADA tidak bisa diterapkan atas kegiatan WorldSBK 2021 di Mandalika. Karena, segala kegiatan yang sudah matang dan ditandatangani sebelum jatuhnya sanksi pada 7 Oktober 2021 masih dapat dilaksanakan," ungkap 'Bamsoet'.

Lebih lanjut, Bamsoet menyatakan, koordinasi antara MPGA dan CEO Dporna Sports, Carmelo Ezpeleta, yang digelar pada 25 Oktober 2021 lalu menyatakan bahwa kerja sama untuk menggelar WorldSBK, Asia Talent Cup, dan MotoGP sudah ditandatangani pada 2019. Alhasil, sanksi WADA takkan diterapkan di WorldSBK 2021.

2 dari 2 halaman

Bangga pada Galang Hendra Pratama

Galang Hendra Pratama (c) Yamaha

Galang Hendra Pratama (c) Yamaha

"Rusia mendapatkan sanksi lebih berat dari WADA pada 9 Desember 2020, harus menerapkan sanksi WADA dalam pelaksanaan MotoGP (sirkuit cadangan di Igora Drive) karena kontrak kerja mereka ditandatangani setelah tahun 2020, saat sanksi sudah mulai diberlakukan. Di sisi lain, Rusia dapat tetap melaksanakan Formula 1 karena kontrak kerjanya ditandatangani sebelum tahun 2020," tuturnya.

Bamsoet juga bangga bahwa Galang Hendra Pratama akan turun di WorldSSP Mandalika nanti. "Indonesia pernah menjadi tuan rumah WorldSBK dari 1994 hingga 1997. Setelah vakum selama 24 tahun, akhirnya Indonesia kembali dipercaya menyelenggarakan WorldSBK 2021," ungkapnya.

"Terlebih dalam event kali ini, pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama dari Team Ten Kate Racing Yamaha, akan turun di kelas WorldSSP. Kebanggaan ini merupakan momentum kebangkitan kembali olahraga otomotif di Indonesia," pungkasnya.

Sumber: Antara

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR