BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Iker Lecuona Jeblok di MotoGP Portimao, Tech 3 KTM Sebut Tak Ada 'Percikan'

23-04-2021 12:52 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Iker Lecuona (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo) Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Iker Lecuona (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

Bola.net - Pemilik sekaligus Manajer Tim Tech 3 KTM Factory Racing, Herve Poncharal, naik pitam usai melihat hasil buruk Iker Lecuona dalam tiga seri pertama MotoGP 2021. Lewat Crash.net, Kamis (22/4/2021), Poncharal pun tak ragu-ragu memberikan kritik tajam kepada pembalap berusia 21 tahun dan rider paling muda di grid tersebut.

Hasil Lecuona memang tak memuaskan. Ia hanya finis ke-17 di Seri Qatar, gagal finis di Seri Doha, dan sekadar finis ke-15 di Seri Portimao. Poncharal mengakui, satu poin yang diraih Lecuona di Portimao memang hal positif, namun ia kecewa berat melihat ridernya itu finis 50,6 detik dari pemenang (Fabio Quartararo).

Ia bahkan tertinggal 11,7 detik dari Lorenzo Savadori (Aprilia Racing Team Gresini) yang finis ke-14. "Soal Iker, saya bisa bilang satu-satunya hal positif adalah kami dapat satu poin. Namun, jujur saja, entah apa yang bisa saya katakan. Saya sungguh kehilangan kata-kata, dan saya rasa ia tersesat dalam segalanya," ujar Poncharal.

1 dari 3 halaman

Auranya Berbeda dari Tahun Lalu

Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Iker Lecuona (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo) Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Iker Lecuona (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

Poncharal juga mengaku merasakan aura berbeda dari Lecuona musim ini. Padahal, rider Spanyol tersebut harusnya lebih terlecut dibanding musim lalu, karena belakangan ini ia terancam lengser dari Tech 3 karena KTM sudah mulai membuka pintu untuk Remy Gardner, yang kini masih turun di Moto2.

"Saat saya ingat Iker pada awal musim lalu, ia penuh energi, terkadang melakukan kesalahan, namun tetap ngotot. Tahun ini, atas alasan-alasan tertentu, tak ada yang bisa bekerja dengan baik, tak ada percikan. Jadi, ya, kami dapat satu poin, tapi sangat tertinggal," ujar pria asal Prancis tersebut.

Poncharal juga tanpa tedeng aling-aling menyatakan bahwa performa Lecuona ini bahkan semakin terasa menyedihkan usai melihat hasil Brad Binder, yang naik motor sama persis dengan Lecuona meski beda tim. Binder, meski start ke-15, secara mengejutkan mampu finis di posisi kelima.

2 dari 3 halaman

Padahal Brad Binder Bisa Kompetitif

Poncharal pun yakin timnya harus berdiskusi dengan Lecuona. "Kami harus bicara, kami harus rapat. Kami lihat KTM kompetitif. Brad finis kelima, hanya 1,8 detik dari posisi kedua (Pecco Bagnaia), dan ini performa kuatnya setelah Qatar (Seri Doha). Jadi, jelas motor kami bisa bertarung di depan," tuturnya.

"Kami tak mau bicara banyak soal hal-hal teknis. Kami hanya harus memberikan perasaan yang lebih baik kepada para pembalap kami. Kami harus membuat mereka lebih 'lapar', dan semoga ini bisa terjadi di Jerez, yang merupakan seri keempat, di mana semua harus 'bangun' dan tampil ngotot," pungkas Poncharal.

Saat ini, Lecuona yang masih dalam pemulihan cedera arm pump kanan, berada di peringkat 23 alias terbuncit pada klasemen pembalap. Ia akan kembali turun lintasan dalam seri kandangnya, MotoGP Spanyol, yang bakal digelar di Sirkuit Jerez pada 30 April-2 Mei mendatang.

Sumber: Crashnet

3 dari 3 halaman

Video: Ketika Valentino Rossi dan Lewis Hamilton Tukar Kendaraan Balap

KOMENTAR