Iannone Kena Kasus Doping, 4 Orang Jadi Kandidat Test Rider Aprilia

Anindhya Danartikanya | 13 Januari 2020, 11:40
Pebalap Aprilia Racing, Andrea Iannone (c) Aprilia Racing
Pebalap Aprilia Racing, Andrea Iannone (c) Aprilia Racing

Bola.net - Kasus dugaan penggunaan doping yang menimpa Andrea Iannone sudah pasti berimbas pada Aprilia Racing. Pabrikan yang bermarkas di Noale, Italia, itu pun harus pusing tujuh keliling untuk menjalankan rencana cadangan menjelang MotoGP 2020.


Rencana B memang harus dilancarkan Aprilia karena Iannone terancam dijatuhi larangan balap selama empat tahun, dan masih harus menunggu hasil dari Pengadilan Disiplin Internasional (CDI), yakni pengadilan Federasi Balap Motor Internasional (FIM).

Iannone harus menyampaikan sanggahan kepada CDI dalam lima hari sejak 9 Januari 2020, hari sampel B urinnya juga terbukti mengandung drostanolone. CDI akan mengolah argumennya dalam 45 hari, dan jika CDI tak sepakat, maka Iannone akan naik banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS), yang prosesnya diperkirakan akan memakan waktu jauh lebih lama.

Dengan kerumitan ini, Iannone terancam absen dalam uji coba pramusim, bahkan di sepanjang musim balap 2020. Test rider Aprilia saat ini, Bradley Smith, jadi kandidat terkuat sebagai penggantinya. Atas alasan ini, Aprilia butuh rider tambahan untuk mengumpulkan lebih banyak data untuk motor RS-GP.

Aprilia pun punya empat orang yang masuk dalam daftar kandidat test rider terbaru mereka di MotoGP 2020. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1 dari 4 halaman

Max Biaggi

Max Biaggi (c) Aprilia Racing

Max Biaggi (c) Aprilia Racing

Lewat GPOne, CEO Aprilia Racing, Romano Albesiano, menyatakan bahwa pihaknya sangat tertarik untuk menurunkan Max Biaggi sebagai test rider barunya. Meski sudah berusia 48 tahun dan telah pensiun dari dunia balap pada 2012 lalu, ternyata Biaggi masih cukup cepat.

Baru-baru ini, empat kali juara dunia GP250 dan dua kali juara WorldSBK itu menjalani sesi track day selama tiga hari di Sepang, Malaysia, pada 5-7 Januari lalu di atas motor superbike RSV X. Catatan waktunya pun dikabarkan masih sangat menjanjikan.

2 dari 4 halaman

Lorenzo Savadori

Lorenzo Savadori (c) Aprilia Racing

Lorenzo Savadori (c) Aprilia Racing

Selain Biaggi, Albesiano juga menyebut nama Lorenzo Savadori. Selama ini, rider berusia 26 tahun itu turun di ajang WorldSBK bersama Aprilia, dan pada 2019 turun di MotoE dan CIV Superbike.

Savadori sejatinya dijadwalkan kembali ke WorldSBK 2020 bersama Team Pedercini Kawasaki, namun baru-baru ini sponsor tim asal Italia itu tersandung kasus dugaan pencucian uang. Hal ini pun membuat Aprilia leluasa kembali menggaet Savadori ke pabrikan mereka.

3 dari 4 halaman

Karel Abraham

Pebalap Reale Avintia Racing, Karel Abraham (c) Avintia Racing

Pebalap Reale Avintia Racing, Karel Abraham (c) Avintia Racing

Bukan rahasia lagi Karel Abraham ingin kembali ke MotoGP usai terdepak dari Avintia-Ducati pada akhir tahun lalu untuk memberi tempat pada Johann Zarco. Usai kabar soal kasus Iannone terkuak, rider asal Ceko ini pun langsung menelepon CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola.

Lewat La Gazzetta dello Sport, Rivola menyatakan bahwa Abraham telah menawarkan diri sebagai test rider, dan siap diminta turun dalam uji coba kapan pun, termasuk dalam uji coba pramusim di Sepang pada 2-4 dan 7-9 Februari mendatang.

4 dari 4 halaman

Sandro Cortese

Sandro Cortese (c) Yamaha

Sandro Cortese (c) Yamaha

Selain tiga nama di atas, nama Sandro Cortese tiba-tiba juga muncul jadi kandidat. Cortese merupakan juara dunia Moto3 2012 dan WorldSSP 2018, juga eks rider Moto2 yang tahun lalu turun di WorldSBK bersama GRT Yamaha.

Cortese berharap bertahan di WorldSBK 2020 dengan membela Ten Kate Yamaha, namun hingga kini belum menemukan jawaban. Rider asal Jerman berdarah Italia ini pun mengaku kepada Speedweek bahwa ia telah menelepon Rivola untuk meminta kesempatan.

Apakah Smith benar-benar akan jadi pengganti Iannone? Jika ya, siapa yang akan jadi test rider terbaru Aprilia? Kita tunggu kabar selanjutnya ya, Bolaneters!

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR