Honda Soal Marc Marquez: Kami Punya Pebalap Terbaik di Dunia

Anindhya Danartikanya | 8 Oktober 2019, 09:30
Takeo Yokoyama, Marc Marquez, dan Tetsuhiro Kuwata (c) HRC
Takeo Yokoyama, Marc Marquez, dan Tetsuhiro Kuwata (c) HRC

Bola.net - Direktur Teknis Honda Racing Corporation (HRC), Takeo Yokoyama, mengakui bahwa keputusan untuk menambah tenaga mesin RC213V didasari fakta bahwa pihaknya ingin menyediakan motor terbaik sekaligus cocok untuk gaya pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.


Musim ini, RCV memang berhasil menyamai tenaga mesin Ducati Desmosedici, hingga Marquez tak lagi tertinggal di trek lurus dan area akselerasi dari para rival, meski pebalap Honda lainnya mengajukan keluhan bahwa motor ini jadi sulit dikendalikan di tikungan.

Marquez sendiri sudah sejak lama menyatakan kepada Honda bahwa ia menginginkan mesin yang lebih bertenaga, hingga ia tak pelu ngotot lagi di area pengereman dan tikungan. Selain itu, ia juga bisa menghemat ban kapanpun ia mau. Keinginannya pun diwujudkan Honda sepanjang musim dingin lalu.

1 dari 2 halaman

Honda Tak Mau Dipermalukan Ducati

"Kami punya rider terbaik di dunia, jadi kami ingin memberinya tenaga. Jika tak ada tenaga di trek lurus, Anda tak bisa melakukan apa pun. Bahkan rider terbaik di dunia pun takkan bisa apa-apa. Jadi inilah titik yang ingin kami perbaiki. Kami fokus memberinya tenaga sebesar mungkin," ujar Yokoyama via Crash.net.

Pria Jepang ini juga menegaskan bahwa Honda tak lagi bisa menolerir ketertinggalan mereka dari Ducati di trek lurus. "Kami adalah Honda Motor Company, jadi kami tak boleh terus-terusan tertinggal dari pabrikan lain soal tenaga mesin di trek lurus dan akselerasi," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Marc Marquez Memang Cerdas

Yokoyama juga mengaku takjub Marquez langsung mampu memahami perubahan karakter motornya, hingga juga segera mengubah gaya balap. "Jadi ia memang sangat cerdas, ia paham filosofi motor kami begitu cepat," ungkapnya.

"Pada akhirnya, ini bagus untuk Marc. Rasanya fantastis punya pebalap cerdas seperti dia, yang langsung mampu memahami konsep motor dan mampu mengadaptasikan gaya balapnya untuk memaksimalkan keuntungannya," pungkas Yokoyama.

Sayangnya, ketika Marquez justru sukses merebut gelar dunia, bertambahnya tenaga mesin RCV justru membuat rider Honda lain, yakni Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow tak mampu tampil kompetitif. Keduanya kompak mengeluhkan masalah performa corner entry pada motor tersebut.

Sumber: Crash.net

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR