Girang Nyaris Podium, Valentino Rossi: Tak Ganti Motor Memang Keputusan Tepat!

Anindhya Danartikanya | 16 Agustus 2021, 11:32
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, sempat membuat harapan para penggemarnya melambung usai nyaris naik podium di MotoGP Austria, Minggu (15/8/2021). Pada akhirnya, ia sekadar finis kedelapan, namun The Doctor, lewat GPOne, mengaku tetap sangat senang karena ia merasa bisa berkendara dengan baik.

Start ke-18, Rossi sempat melorot ke posisi terbuncit pada lap pembuka, namun kembali ke posisi semula pada lap kedua. Pada Lap 22, ia pun naik ke posisi 13 usai bertarung dengan Luca Marini, Alex Marquez dan Pol Espargaro, dibantu Enea Bastianini yang mengalami masalah fairing, ditambah Johann Zarco yang terjatuh.

Pada Lap 23, hujan gerimis mengguyur, dan Jack Miller serta Alex Rins masuk ke pit untuk ganti motor, hingga Rossi naik ke posisi 10 usai Miguel Oliveira terjatuh. Hujan makin deras pada Lap 25, dan lima rider lain masuk ke pit. Rossi tahu-tahu berada di posisi ketiga pada Lap 26. Podium ke-200 di kelas tertinggi pun ada di depan mata.

1 dari 2 halaman

Kaget Saat Lihat 'P3' di Pit Board

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Petronas SRT

Namun, Rossi tersalip oleh Iker Lecuona dan Marini pada lap berikutnya, dan bahkan tersalip oleh Pecco Bagnaia, Jorge Martin, Joan Mir, dan Fabio Quartararo. Alhasil, Rossi harus legawa finis kedelapan. Uniknya, Rossi sama sekali tak kecewa, justru menilai ini hasil apik. Ini adalah pertama kalinya Rossi masuk delapan besar musim ini.

"Finis di podium bakal menyenangkan. Saya berkendara dengan baik. Ketika tersisa dua lap, saya melihat 'P3' di pit board. Jadi, ketika mendekati tikungan pertama, saya ketakutan, jadi kaku, dan lalu melebar. Kemudian, para rider dengan ban basah datang dan menyalip kami semua. Sungguh finis yang membingungkan," ungkap Rossi.

"Tapi balapan ini menyenangkan. Saya sempat berpikir ganti motor di tiga tikungan terakhir, namun memutuskan tak ganti karena hanya ada lima lap tersisa. Pada tiga lap terakhir, saya harusnya bisa naik podium dan finis ketiga. Tapi hasil ini saja sudah bagus bagi saya dan tim, yang sedang menghadapi masa-masa sulit," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Tak Coba-Coba Menantang Diri Sendiri

Menurut Rossi, tak masuk pit untuk ganti motor, terutama ketika balapan hendak berakhir, adalah keputusan tepat. Hal ini bahkan dibuktikan oleh Brad Binder, yang nekat tak ganti motor dan justru merebut kemenangan. "Ganti motor adalah keputusan yang tepat. Dalam situasi macam ini, sulit punya aturan yang sempurna," tuturnya.

"Dulu, jika hujan turun (pada lap-lap terakhir), balapan dihentikan dan hasil finis ditentukan berdasarkan lap sebelumnya. Ini langkah yang paling aman, namun kini aturannya berbeda. Jadi, saya lebih pilih tetap pakai ban kering saja ketimbang kembali ke pit, karena bakal lebih berbahaya," ungkap pembalap berusia 42 tahun ini.

"Namun, saya juga tak coba-coba menantang diri sendiri. Bukannya saya memutuskan ambil risiko. Ketika berkendara, Anda harus berpikir apa yang terbaik untuk meraih hasil. Hal-hal macam ini adalah keputusan yang diambil berdasar insting," pungkas Rossi, yang akan kembali balapan di MotoGP Inggris, 27-29 Agustus nanti.

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR