BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Fans Sejati Wajib Jadi Saksi: 6 Kiprah Indonesia di Arena Balap Motor Dunia 2021

04-01-2021 10:45 | Anindhya Danartikanya

Edu Perales dan Thomas Luthi (c) SAG Team Edu Perales dan Thomas Luthi (c) SAG Team

Bola.net - Tak pelak lagi bahwa balap motor menjadi salah satu olahraga yang sangat populer di kalangan pecinta olahraga di Indonesia. Pada 2021 ini, Indonesia pun punya enam kiprah yang wajib disaksikan penggemar di arena balap motor bertaraf internasional, baik MotoGP maupun WorldSBK.

Dari pembangunan sirkuit bertaraf internasional yang sedang dibangun dan diharapkan selesai tahun ini juga, dilanjut dengan turunnya tim balap Tanah Air di kejuaraan bergengsi, sampai berpartisipasinya anak negeri di ajang balap dunia.

Berikut enam kiprah Indonesia di arena balap motor dunia yang wajib disaksikan oleh penggemar sejati.

1 dari 7 halaman

Mandalika jadi cadangan Grand Prix di MotoGP

Desain Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia (c) MotoGP Desain Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia (c) MotoGP

Pada 6 November 2020 lalu, FIM dan Dorna Sports akhirnya merilis kalender balap sementara MotoGP 2021, yang terdiri dari 20 seri seperti yang direncanakan untuk 2020 sebelum pandemi Covid-19. Uniknya, 19 seri sudah dapat trek yang mau jadi penyelenggara, namun ada satu seri yang masih belum ditentukan tanggal dan sirkuitnya.

Mengingat belum diketahui kapan Covid-19 berakhir, FIM dan Dorna mengambil langkah antisipasi dengan menggaet Mandalika (Indonesia), Portimao (Portugal), dan Igora Drive (Rusia) sebagai 'Reserve Grand Prix Venue' atau sirkuit cadangan, yang berarti ketiga trek ini bisa jadi pengganti jika ada trek lain yang mengundurkan diri.

Meski Mandalika baru jadi cadangan di kalender MotoGP 2021, CEO MGPA (Mandalika Grand Prix Association), Ricky Baheramsjah, mengaku senang Dorna mau memberikan kepercayaan besar kepada Mandalika dan MGPA. Ia pun berjanji pembangunan sirkuit akan selesai tepat waktu dan akan menyajikan gelaran megah.

"Target kami saat ini sudah jelas, yakni memastikan penyelesaian sirkuit jalanan kami. Kami akan mempersiapkan eksekusi operasional untuk GP Indonesia pada 2021. Kerja dan usaha keras kami adalah untuk fans balap di Indonesia. Mereka berhak menonton gelaran spektakuler ini di negeri sendiri," ujar Ricky via MotoGP.com, Selasa (1/12/2020).

2 dari 7 halaman

Mandalika masuk kalender WorldSBK

Carmelo dan Carlos Ezpeleta saat mengunjungi kantor ITDC. (c) ITDC Carmelo dan Carlos Ezpeleta saat mengunjungi kantor ITDC. (c) ITDC

Setelah merilis kalender MotoGP, FIM dan Dorna juga merilis kalender WorldSBK 2021 pada 30 November 2020. Indonesia masuk dalam daftar ini, tentunya juga dengan Sirkuit Mandalika. WorldSBK 2021 pun terdiri dari 13 seri dan akan dimulai pada akhir April, yakni di Sirkuit Assen, Belanda.

Estoril yang pada 2020 menggelar seri penutup, akan kembali pada 2021, dan jadi sirkuit kedua Portugal setelah Portimao, yang menggelar balapan pada awal Oktober. Setelahnya, WorldSBK berencana menggelar balapan di luar benua Eropa, dimulai dari Argentina. Usai itu, mereka akan bertolak ke Indonesia yang untuk pertama kalinya sejak 1997 di Sentul.

Sirkuit Mandalika sekadar jadi cadangan dalam kalender MotoGP 2021, namun dalam kalender WorldSBK, Mandalika dinyatakan hanya butuh homologasi untuk menggelar balapan pada 12-14 November 2021 mendatang. Meski begitu, tentu saja gelaran ini akan tetap tergantung situasi pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

Usai dari Mandalika, WorldSBK bertekad kembali ke Phillip Island, walau belum menentukan tanggal gelaran. WorldSBK juga bertekad menggelar seri-13 di suatu sirkuit, meski belum menentukannya.

3 dari 7 halaman

Turunnya Pertamina Mandalika SAG Team

Bo Bendsneyder (c) SAG Team Bo Bendsneyder (c) SAG Team

Pada pertengahan Oktober 2020, Indonesia mendadak dihebohkan oleh kemunculan Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI) yang mengklaim bahwa mereka akan menjadi tim balap Indonesia pertama yang turun di ajang Grand Prix, tepatnya di Moto2 2021, dengan cara melebur dengan tim yang sudah ada.

Usai main 'rahasia-rahasiaan' selama beberapa waktu soal tim mana yang akan digandeng, pada awal Desember, MRTI dan SAG Team akhirnya mengumumkan kerja sama dengan nama Pertamina Mandalika SAG Team. Thomas Luthi, juara dunia GP125 2005 dan dua kali runner up Moto2, dipastikan jadi salah satu ridernya karena sudah tanda tangan kontrak dengan SAG Team sejak September.

Nama rider Tanah Air, Dimas Ekky Pratama, sempat santer dikabarkan akan jadi rider kedua, mengingat ia sudah pernah turun di Moto2 sepanjang 2019, dan telah dilibatkan dalam banyak pertemuan MRTI dengan media massa. Namun, pada 23 Desember 2020, Pertamina Mandalika SAG Team justru mengumumkan bahwa Bo Bendsneyder lah yang akan jadi rider kedua mereka.

Bendsneyder yang berkebangsaan Belanda, punya hubungan 'spesial' dengan Indonesia, mengingat ia memiliki darah Merah Putih dari kakek dan neneknya yang berasal dari Surabaya. Ia sendiri sudah turun di Grand Prix sejak Moto3 2016. Tahun depan pun menjadi tahun keempatnya di Moto2, dan jadi kans pertamanya menjajal Kalex usai hanya pernah mengendarai Mistral dan NTS.

4 dari 7 halaman

Kans Wildcard Dimas Ekky Pratama di Moto2 2021

Dimas Ekky Pratama (c) Facebook/Honda Team Asia Dimas Ekky Pratama (c) Facebook/Honda Team Asia

Meski batal membela Pertamina Mandalika SAG Team di Moto2 2021, Dimas Ekky Pratama tak sepenuhnya terdepak dari proyek MRTI. Pembalap berusia 28 tahun ini akan tetap diturunkan di ajang balap motor bertaraf internasional.

Dalam pengumuman digaetnya Bo Bendsneyder sebagai rider kedua Pertamina Mandalika SAG Team, Presiden Tim MRTI, Rapsel Ali, menyatakan bahwa Dimas akan kembali diturunkan di FIM CEV Moto2. Yang lebih menggembirakan lagi, Dimas diusahakan akan mendapatkan fasilitas wildcard di Moto2 Grand Prix.

Menurut Rapsel, keputusan ini diambil berdasarkan saran dari Dorna. "Kami mempersiapkan Dimas Ekky untuk CEV Moto2 agar lebih siap bertarung di Moto2, mengingat Dorna Sports menyarankannya, dan kami akan menurunkan pembalap pengganti dan wildcard pada 2021 bersama Dimas," ujarnya dalam rilis resmi tim.

5 dari 7 halaman

Kerja sama antara Gresini Racing dan MP1

Logo kerja sama antara Gresini Racing dan MP1 (c) Gresini Racing Logo kerja sama antara Gresini Racing dan MP1 (c) Gresini Racing

Selain Pertamina Mandalika SAG Team, Indonesia punya proyek lain yang tak kalah menarik pula di ajang Grand Prix, yakni kerja sama antara Gresini Racing dan MP1. MP1 yakni perusahaan manajemen olahraga, bekerja sama dengan Gresini Racing demi membentuk struktur solid yang bisa jadi tangga bagi anak muda Indonesia menuju MotoGP.

Bersama Gresini Racing, MP1 bertekad membentuk akademi balap demi mencari para rider bertalenta dari Tanah Air, dan mendukung mereka semua mengarungi perjalanan dari ajang-ajang nasional menuju MotoGP, Moto2, Moto3, dan bahkan MotoE.

Kerja sama antara MP1 dan Gresini Racing ini bahkan sudah mendapatkan restu dari Dorna, yang mengaku sangat senang melihat makin banyaknya ketertarikan dari perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berkecimpung di ajang Grand Prix. Hal ini pun dinyatakan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta lewat rilis resmi Gresini Racing dan MP1 pada Oktober 2020.

"Pengumuman bahwa Gresini membentuk kerja sama strategis dengan MP1 dari Indonesia adalah kabar gembira. Indonesia adalah pasar penting bagi dunia balap, dan bekerja sama dengan tim MotoGP yang sukses dan turun di semua kelas, sungguh selaras dengan niatan MotoGP kembali balapan di Indonesia," ujar Ezpeleta.

6 dari 7 halaman

Kolaborasi Galang Hendra Pratama dan Ten Kate Yamaha

Galang Hendra Pratama (c) Yamaha Galang Hendra Pratama (c) Yamaha

Pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama, yang jadi sensasi paddock WorldSI usai menang di WorldSSP 300 Jerez 2017 dan Ceko 2018, resmi dipastikan tetap berlaga di WorldSSP 2021. Namun, Galang pindah dari bLU cRU WorldSSP by MS Racing menuju Ten Kate Racing Yamaha.

Seperti diketahui, usai malang melintang di WorlSSP 300, Galang pun naik ke kelas WorldSSP pada 2020 bersama bLU cRU WorldSSP by MS Racing. Sayangnya, ia hanya mengakhiri musim di peringkat 24 pada klasemen akhir dengan hasil terbaik finis di posisi 12 dalam kedua balapan di MotorLand Aragon, Spanyol.

Musim ini, Galang akan pindah ke Ten Kate Yamaha, bertandem dengan eks rider Moto2 yang saat ini juga berlaga di MotoE, Dominique Aegerter. Ten Kate tentunya bukan tim ecek-ecek. Selama berpartisipasi, tim asal Belanda ini sukses mengawinkan 10 gelar dunia dari WorldSBK dan WorldSSP.

"Saya senang bergabung dengan Ten Kate Racing Yamaha. Mereka punya banyak pengalaman di kelas ini, saya merasa optimistis pada prospek kami. Pada 2020, saya banyak belajar soal cara mengendarai Yamaha R6. Untuk musim depan, saya akan bekerja lebih keras dan berusaha bertarung di posisi 10 besar, serta akan selalu membidik hasil terbaik di tiap balapan," ujar Galang via WorldSBK.com.

7 dari 7 halaman

Video: Joan Mir Sukses Rebut Kemenangan di MotoGP Eropa

KOMENTAR