Fabio Quartararo Unggul Jauh, Enea Bastianini Optimistis Masih Bisa Beri Kejutan

Anindhya Danartikanya | 21 Juni 2022, 12:45
Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing
Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

Bola.net - Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini, gagal naik podium dan sekadar finis ke-10 di MotoGP Sachsenring, Jerman, Minggu (19/6/2022). Namun, lewat GPOne, ia menyebut hasil ini tak terlalu mengecewakan, mengingat ia harus banting tulang selama akhir pekan demi kompetitif di trek yang tak bersahabat dengannya ini.

Bastianini start dari posisi 17 dan sempat melorot ke posisi 21 pada lap pembuka. Namun, dalam enam lap saja ia naik ke posisi 13, usai mampu menyalip banyak rival dan terbantu oleh kecelakaan Pecco Bagnaia dan Joan Mir. Ia pun bertahan di posisi itu selama sembilan lap dan kemudian menyalip Marco Bezzecchi pada Lap 16.

Setelah menyalip Miguel Oliveira, Bastianini juga terbantu oleh masuknya Maverick Vinales dan Pol Espargaro ke pit. Sejak itu, ia duduk di posisi 10 dan bertahan sampai finis. Meski performanya tak ideal, Bastianini menilai hasil 10 besar merupakan hasil yang cukup positif, mengingat ia sangat sulit tampil garang sepanjang akhir pekan.

1 dari 2 halaman

Tampil Tanpa Crew Chief

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

"Start saya bukan yang terbaik dan tahap awal balapan tak mudah. Sulit menyalip di trek ini, dan saya butuh waktu menemukan jalur bersih. Saat saya mulai menyalip, angin jadi masalah. Tapi saya beradaptasi sehingga bisa mempertahankan ritme yang baik. Secara umum, ini hasil oke, apalagi jika mengingat posisi start saya," ujar Bastianini.

Sebagai catatan, Bastianini juga tampil tanpa arahan Alberto Giribuola yang absen akibat positif Covid-19. "Sudah jelas saya jadi memahami pentingnya berpikir tenang dan mempertahankan konsentrasi tinggi. Bekerja tanpa crew chief saya menciptakan masalah, apalagi ini jelas-jelas trek di mana saya kesulitan," ungkapnya.

Meski begitu, mengingat Fabio Quartararo memenangi balapan kali ini, Bastianini melorot ke peringkat keempat pada klasemen pembalap dengan 100 poin. Walau telah mengantongi tiga kemenangan, ia kini tak lagi jadi rider Ducati terbaik, karena Johann Zarco (Prima Pramac Racing) naik ke peringkat ketiga dengan 111 poin.

2 dari 2 halaman

Yakin Masih Bisa Bikin Kejutan

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

Bastianini kini tertinggal 72 poin dari Quartararo yang ada di puncak klasemen, dan ia mengakui ini jarak yang cukup lebar. Namun, mengingat masih ada 10 seri tersisa, Bastianini yakin masih bisa memberikan kejutan pada paruh kedua musim. Ia juga sangat percaya diri bahwa kans merebut gelar dunia belum tertutup.

"Kami baru mencapai pertengahan musim, jadi permainan belum berakhir. Jelas Fabio menciptakan margin poin yang lebar. Kini ia unggul 72 poin atas saya, dan itu bukan jumlah yang sedikit. Namun, saya yakin pada paruh kedua musim nanti saya bisa memberikan beberapa kejutan. Akan ada trek-trek yang sangat saya sukai," tuturnya.

"Saya tak menyangkal bahwa saya belum siap konsisten bertarung di depan. Pecco (Bagnaia), contohnya, juga selalu punya kesulitan di trek ini. Namun, ia beradaptasi dan bekerja keras. Jadi, saya yakin nanti saya juga mendapatkan kemajuan di berbagai aspek berbeda," pungkas pembalap berjuluk 'Bestia' ini.

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR