BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Fabio Quartararo: Juara dengan 2 Motor Berbeda Bukan Target Saya, Tapi...

29-11-2021 11:15 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, tak berambisi besar menjuarai MotoGP dengan dua motor berbeda. Namun, ia menegaskan akan berpikiran terbuka dalam mendengarkan tawaran yang datang dari semua pabrikan. Hal ini ia nyatakan via MotoGP.com, Jumat (26/11/2021).

Sejak kedatangannya ke MotoGP pada 2019, tak pelak lagi bahwa Quartararo menjadi bintang masa depan Yamaha, apalagi musim ini ia sukses membuktikan diri punya kualitas untuk jadi juara dunia. Pembalap berusia 22 tahun itu pun sangat senang semua impiannya kini telah terwujud.

Namun, Quartararo sadar betul bahwa tugas yang lebih besar dan berat telah menanti di hadapannya. Ia tentu ingin meraih gelar dunia lebih dari satu. Namun, untuk mewujudkannya sudah jelas akan jadi perjuangan yang sulit, apalagi dirinya punya banyak rival yang sama tangguhnya.

1 dari 2 halaman

Ulang Gelar Misi yang Lebih Sulit

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP

"Saat saya masih kecil, impian saya adalah jadi pembalap MotoGP dan jadi juara MotoGP. Saya berhasil mewujudkan keduanya. Namun, kini kami harus mematok impian baru, dan impian itu adalah mengulang gelar. Meraih satu gelar sangatlah berat, tapi mengulangnya saya rasa lebih berat lagi," tutur Quartararo.

Usai musim 2021 berakhir, ia pun akan menikmati masa-masanya sebagai juara dunia. Namun, begitu tahun 2022 dimulai, pola pikir Quartararo akan berubah. Ia bertekad memulai musim baru dengan mengenyahkan sikap jemawa, seolah-olah ia belum pernah jadi juara.

Mentalitas ini dinilai Quartararo sangat penting dalam menjaga rasa laparnya akan kemenangan. "Gelar tahun ini sangat mengurangi beban saya, dan saat ini saya adalah merupakan juara dunia. Namun, saya akan memulai musim depan seolah saya bukan juara," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Terbuka Dengarkan Tawaran Pabrikan Lain

Pecco Bagnaia dan Fabio Quartararo (c) AP Photo
Pecco Bagnaia dan Fabio Quartararo (c) AP Photo

Di lain sisi, kabar miring belakangan menerpa Quartararo dan Yamaha. El Diablo terang-terangan tak puas atas performa motor YZR-M1 terbaru dalam uji coba pascamusim di Jerez, 18-19 November. Ia bahkan menolak tanda tangan kontrak baru setidaknya sampai seri pembuka 2022 digelar di Qatar pada awal Maret.

Ia mengaku, jika M1 tak menunjukkan kemajuan signifikan di uji coba pramusim Malaysia dan Mandalika pada Februari, ia akan mempertimbangkan opsi lain. Uniknya, bukan rahasia lagi bahwa pada akhir 2019, ia sempat saling lirik dengan Ducati. "Soal masa depan, saya terbuka untuk mendengarkan semua pabrikan," ujarnya.

"Bagi saya, menang dengan dua motor berbeda bukanlah target utama. Namun, saya hanya mau bergabung dengan proyek yang saya rasa terbaik. Atas alasan itulah saya membuka pikiran, dan orang-orang di sekitar saya juga begitu. Jadi, saya akan mendengarkan semua tawaran," pungkas pembalap asal Prancis ini.

Sumber: MotoGP

KOMENTAR