Enea Bastianini Soal Aksi Nekat Salip Pecco Bagnaia di Garis Finis: Harus Percaya Bisa Menang!

Anindhya Danartikanya | 5 September 2022, 11:34
Enea Bastianini Soal Aksi Nekat Salip Pecco Bagnaia di Garis Finis: Harus Percaya Bisa Menang!
Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

Bola.net - Meski gagal memenangi MotoGP San Marino di Misano, Minggu (4/9/2022), Enea Bastianini banjir pujian. Pasalnya, rider Gresini Racing ini memberikan tekanan masif kepada Pecco Bagnaia pada lap-lap terakhir. Ia bahkan nekat berusaha menyalip di garis finis, walau usahanya ini gagal membuahkan kemenangan.

Start ketiga, Bastianini naik satu posisi pada lap pembuka. Ia bahkan memimpin balapan pada Lap 2 usai Jack Miller jatuh. Namun, ia mengalami kendala ban sehingga tersalip Bagnaia dan Maverick Vinales pada Lap 3. Ia harus susah payah mempertahankan posisi itu, bahkan sempat harus saling salip dengan Luca Marini pada Lap 16.

Namun, sejak itu Bastianini justru makin gemilang. Ia akhirnya menemukan suhu yang tepat untuk ban depan keras dan ban belakang medium, apalagi tangki bahan bakar yang makin ringan juga membuatnya lebih leluasa mengendalikan motor. Pada Lap 20, Bestia pun berhasil menyalip Vinales dan mengejar Bagnaia dengan cepat.

1 dari 3 halaman

Bubuhkan Lap Tercepat di Lap Penutup

"Ini balapan yang berat. Sensasi saya pada awal balapan cukup aneh, sulit menaikkan suhu ban. Saya juga harus pakai map dengan tenaga lebih rendah, karena kehilangan traksi di tikungan-tikungan kiri. Pada pertengahan balap, barulah saya bisa mengejar Pecco. Pada beberapa lap terakhir, saya mengerahkan segalanya," ujar Bastianini kepada GPOne.

Ia lalu menyajikan aksi menegangkan di lap penutup. Ia nyaris menabrak Bagnaia di Tikungan 4. Usai melebar, ia kembali merapat ke ekor motor Bagnaia di dua tikungan terakhir, sebelum mencuri slipstream di trek lurus. Keduanya mencapai garis finis hampir bersamaan, tetapi Bastianini kalah dengan margin 0,034 detik. Uniknya, Bastianini mencatat lap tercepat di lap yang sama.

"Saat tangki bahan bakar mulai ringan, saya bisa menggerakkan motor lebih baik. Mungkin saya bisa lebih cepat, tetapi tak bisa mengeluarkan potensi pada saat yang tepat. Namun, saya puas atas hasil ini. Duel saya dengan Pecco sangat baik, apalagi saya mencatat lap tercepat (di lap terakhir), yakni hal yang aneh terjadi di MotoGP," ucap juara dunia Moto2 2020 ini.

2 dari 3 halaman

Ragu Salip Pecco Bagnaia di Tikungan Terakhir

Enea Bastianini dan Pecco Bagnaia (c) AP Photo

Enea Bastianini dan Pecco Bagnaia (c) AP Photo

Meski gagal menang, Bastianini sama sekali tak menyesali aksi nekatnya menyalip Bagnaia di garis finis. Menurutnya, seorang pembalap memang harus memanfaatkan segala celah demi menang. Meski paham betul bahwa risiko kecelakaan dan gagal finis selalu ada, ia menyatakan bahwa menyalip Bagnaia di trek lurus memang layak dicoba.

"Saya coba sampai titik darah penghabisan. Saya tak pernah berhenti percaya bahwa saya bisa menang, bahkan tak berhenti percaya ketika saya tahu 99% takkan dapat kans menyerang lagi. Saya sangat dekat dengannya di dua tikungan terakhir. Saya ragu di tikungan terakhir, tetapi saya pilih tak ambil risiko. Pasalnya, saya bisa jatuh," kisahnya.

"Jadi, saya bertaruh pada akselerasi. Sayangnya, kans menang justru lewat. Saya benar-benar tak punya strategi. Awalnya, saya berpikir untuk menyerangnya pada dua lap sebelum finis. Namun, saya merasa lap terakhir bakal lebih baik, karena saya tak mau Pecco melihat strategi saya. Sayang, saya malah harus membayar besar atas kesalahan itu," pungkas Bastianini.

3 dari 3 halaman

Klasemen Sementara MotoGP 2022

Enea Bastianini dan Pecco Bagnaia (c) AP Photo

Enea Bastianini dan Pecco Bagnaia (c) AP Photo
  1. Fabio Quartararo - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 211
  2. Francesco Bagnaia - Ducati Lenovo Team - Ducati - 181
  3. Aleix Espargaro - Aprilia Racing - Aprilia - 178
  4. Enea Bastianini - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 138
  5. Johann Zarco - Prima Pramac Racing - Ducati - 125
  6. Jack Miller - Ducati Lenovo Team - Ducati - 123
  7. Brad Binder - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 115
  8. Maverick Viñales - Aprilia Racing - Aprilia - 101
  9. Alex Rins - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 101
  10. Jorge Martin - Prima Pramac Racing - Ducati - 94
  11. Miguel Oliveira - Red Bull KTM Factory Racing - KTM - 90
  12. Luca Marini - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 82
  13. Joan Mir - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 77
  14. Marco Bezzecchi - Mooney VR46 Racing Team - Ducati - 68
  15. Marc Marquez - Repsol Honda Team - Honda - 60
  16. Takaaki Nakagami - LCR Honda IDEMITSU - Honda - 46
  17. Pol Espargaro - Repsol Honda Team - Honda - 42
  18. Alex Marquez - LCR Honda CASTROL - Honda - 35
  19. Franco Morbidelli - Monster Energy Yamaha MotoGP - Yamaha - 26
  20. Fabio Di Giannantonio - Gresini Racing MotoGP - Ducati - 23
  21. Andrea Dovizioso - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 15
  22. Darryn Binder - WithU Yamaha RNF MotoGP Team - Yamaha - 10
  23. Remy Gardner - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 9
  24. Raul Fernandez - Tech3 KTM Factory Racing - KTM - 8
  25. Stefan Bradl - Repsol Honda Team - Honda - 2
  26. Michele Pirro - Aruba.it Racing - Ducati - 0
  27. Lorenzo Savadori - Aprilia Racing - Aprilia - 0
  28. Kazuki Watanabe - Team SUZUKI ECSTAR - Suzuki - 0

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR