BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Casey Stoner Sebal Rider MotoGP Masa Kini Terpengaruh Instagram

24-11-2020 10:53 | Anindhya Danartikanya

Casey Stoner (c) Ducati Casey Stoner (c) Ducati

Bola.net - Casey Stoner mengaku heran melihat para rider MotoGP masa kini justru sering 'tersenyum' ketika mendapatkan hasil buruk dalam sebuah balapan. Menurutnya, para rider zaman sekarang terlalu cepat puas ketika mendapatkan dukungan penggemar lewat media sosial.

Sejak awal musim ini, Stoner memang jadi salah satu orang yang vokal menyatakan bahwa musim ini bukanlah musim yang wajar. Ia meyakini bahwa nilai kompetisi MotoGP tak terlalu berharga karena sang delapan kali juara dunia, Marc Marquez, harus absen lama akibat cedera.

Selain itu, lewat El Mundo, Senin (23/11/2020), juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 ini juga mengaku yakin MotoGP 2020 bukan 'kejuaraan dunia' karena hanya digelar di negara-negara Eropa dan beberapa trek harus menggelar dua balapan sekaligus akibat adanya pandemi Covid-19.

1 dari 3 halaman

Habis Bikin Salah Kok Malah Senyum-Senyum?

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo (c) SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo (c) SRT

Tanpa Marquez, Stoner pun mengaku sangat kecewa melihat Fabio Quartararo, Maverick Vinales, dan Andrea Dovizioso gagal jadi juara dunia, mengingat mereka kandidat juara terkuat. Menurutnya, sikap mereka dalam menghadapi kompetisi tidaklah tepat.

"Tahun ini, tanpa Marc, tak seorang pun punya level hebat. Fabio, Maverick, dan Dovi, harusnya bisa merebut gelar, tapi malah tersesat di tengah jalan. Saya terkejut melihat para rider tetap tersenyum usai melakukan kesalahan. Saya gagal paham. Pada masa saya dulu tidak begini," ujar Stoner.

Rider asal Australia ini juga mengaku gerah melihat para rider kelewat sering menggunakan media sosial, terutama Instagram, untuk berinteraksi dengan penggemarnya. Menurutnya, padahal komentar-komentar fans tak seharusnya jadi patokan semangat tampil baik.

2 dari 3 halaman

Joan Mir Oke, Tapi Susah Samai Marc Marquez

Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir (c) AP Photo Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir (c) AP Photo

"Para rider zaman sekarang terlalu konformis: mereka berpuas diri dengan komentar-komentar yang mereka terima di Instagram, dan apa yang terjadi di trek tidaklah terlalu memengaruhi mereka. Kecuali Marc, tak satu pun bekerja cukup keras," ungkap Stoner.

Di lain sisi, rider berusia 35 tahun ini mengaku kaget Joan Mir sukses merebut gelar dunia. Ia menyebut rider Spanyol tersebut bukan rider paling bertalenta di MotoGP, namun yang membedakannya dari rider lain adalah kerja kerasnya, walau belum mencapai level Marquez.

"Kejutan menyenangkan melihat Joan. Ia bukan rider tercepat dan bukan yang paling bertalenta, tapi ia bekerja keras. Ia meraih banyak podium dan menang saat ia benar-benar membutuhkannya. Namun, entah apa ia bisa jadi juara lagi pada 2021. Saya rasa tak seorang pun bisa menyamai level Marc, walau bukan mustahil," tutupnya.

Sumber: El Mundo

3 dari 3 halaman

Video: Miguel Oliveira Menangi MotoGP Portugal 2020

KOMENTAR